3 Sahabat yang Berbeda

3 Sahabat yang Berbeda

3 Sahabat yang Berbeda  

Dikirim oleh : Galuh Ratulangi

e-mail : [email protected] 

3 Sahabat yang Berbeda

      Ada 3 orang sahabat yang selalu bersama dalam apapun keadaannya. Mereka adalah Sinta, Nanda, dan Dina. Mereka adalah sahabat baik dari kecil. Mereka sudah seperti saudara. Walaupun seperti saudara, tapi mereka memiliki sifat yang berbeda. Sinta adalah anak yang baik,rajin,dan suka membantu. Nanda adalah anak yang baik tapi dia memiliki sifat iri terhadap teman, malas, dan keras kepala. Dan Dina adalah anak yang baik, dan suka bercanda. Setiap hari kemanapun mereka pergi mereka selalu bersama.

      Suatu hari, Bu Azizah sedang menerangkan pelajaran Matematika. Dan Nanda sangat tidak suka pelajaran Matematika. Akhirnya dia tidur dalam kelas. Sebelum pelajaran selesai guru memberitahukan bahwa besok ulangan harian Matematika. Karena Nanda tidur dia tidak tahu bahwa besok ulangan harian Matematika. (Baca juga : Ku Lewati Rembulan Demi Matahari)

      Esok pun tiba. Nanda terlihat santai-santai saja. Saat masuk kelas Sinta berkata.

“Nanda hari ini sepertinya kau sangat santai?” ucapnya.

“Tidak, setiap hari memang aku seperti ini.” ucap Nanda.

“Maksudku hari ini kan ulangan harian Matematika, kok kamu malah santai-santai bukannya belajar!” Ucap Sinta.

“Hah hari ini ulangan harian Matematika? Kok aku tidak tahu?” Ucap Nanda.

“Karena kemarin kau tidur saat jam pelajaran Matematika.” Ucap Sinta.

“Kalau begitu ayo belajar bersama.” Ajakan Sinta.

“Tidak ahh, aku malas. Lagi pula aku pasti bisa mengerjakan soal tanpa belajar.” Ucap Nanda.

“Baiklah terserah dirimu.” Kata Sinta.

      Dina pun datang. Tak lama kemudian Bu Azizah datang. Bu Azizah membagi soal dan kertas jawaban. Pada saat Nanda melihat soal ternyata soalnya sangat susah. Soal ini adalah materi yang diterangkan kemarin dan pada saat itu dia tidur. Nanda pun menjawabnya dengan sebisanya. Waktu pun habis dan semua siswa harus mengumpulkan jawaban. Lalu Bu Azizah keluar kelas.

      Keesokan harinya, Bu Azizah membagikan kertas jawaban yang berisikan nilai ulangan harian kemarin. Ketika Nanda melihat nilainya dia berteriak kencang. Lalu Sinta dan Dina menghampirinya.

“Ada apa Nanda?” Tanya Sinta.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Nanada.

      Karena Dina adalah anak yang suka bercanda, dia berusaha mencari tahu apa alasan Nanda berteriak kencang tadi. Dina pun membuka tas Nanda dan tahu bahwa nilai ulangan harian matematika Nanda jelek. Karena Dina adalah anak yang jail, dia memberitahukan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa nilai ulangan harian Nanda jelek. Dan Dina memajangnya di papan pengumuman kelas.

      Saat Nanda masuk ke dalam kelas bersama Sinta, seluruh teman sekelas melihat Nanda dan menertawakannya. Lalu Dina berkata.

“Nanda, bagaimana dengan ulangan harianmu. Jelek ya?” Tanya Dina.

“Tahu darimana kamu?” Tanya Nanda.

“Tuh ada dipapan pengumuman.” Jawab Dina.

“Siapa yang menempelkan kertas ini ke papan pengumuman?” Tanya Nanda.

“Aku.” Jawab Dina.

“Lancang sekali kamu mengambil barangku tanpa bilang padaku!” Nanda marah.

“Aku kan Cuma bercanda.” Kata Dina.

“Bercanda apa seperti itu. Itu bukan bercanda tapi mengejek ku!” Kata Nanda.

“Maafkan aku Nanda!” Kata Dina.

“Tidak aku tidak akan memaafkan mu!” Kata Nanda.

      Bel pulang sekolah pun berbunyi. Saat di depan gerbang Dina dan Nanda sedang berdebat soal masalah di kelas tadi. Sinta pun datang dan menasehati mereka berdua. (Baca juga cerpen lain pada : Aneh Semua Orang Acuh)

      “Dalam masalah ini, Nanda salah karena tidak belajar maka dari itu mendapat nilai jelek. Dan Dina juga salah karena seharusnya kita tidak boleh bersikap seenaknya dan mengambil barang tanpa izin pemiliknya. Jadi kalian tidak boleh bertengkar, mana yang salah dan mana yang benar karena kalian sama-sama salah. Jadi lebih baik kalian saling memaafkan dan menjadi sahabat seperti dulu lagi. Apa kalian tidak mau berbaikan.” Ucap Sinta.

“Maafkan aku Nanda?” Kata Dina.

“Iya, aku juga minta maaf?” Kata Nanda.

“Iya.” Jawab Dina.

      Akhirnya mereka kembali lagi bersama seperti dulu. Dan sekarang mereka menjadi lebih dewasa dengan kejadian hari itu.

      Itulah postingan cerpen tentang 3 Sahabat yang Berbeda yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat terhibur dari cerpen tentang 3 Sahabat yang Berbeda diatas. (Baca juga cerpen lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Mystery of Vanish in Love)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *