Akibat Mengabaikan Peraturan

Akibat Mengabaikan Peraturan

Akibat Mengabaikan Peraturan

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Akibat Mengabaikan Peraturan

      Karena Teana memang anaknya ceria, agar tak sepi ia mengajak bernyanyi seluruh teman-temannya saat di dalam bus. Seluruh teman-temannya bergembira ria, hingga tak ada satupun dari mereka yang mabuk perjalanan karena jauhnya jarak yang harus ditempuh antara sekolah dan titik bumi perkemahan.

     Sesampainya di lokasi Persami, Deka menggandeng tangan pacarnya dan membantunya untuk turun dari bus. Mereka kaget saat Andrew tiba-tiba menghadang mereka di depan pintu bus. (Baca cerita bagian pertama pada : Persami Menyatu Dengan Alam)

     “Inget, kalian nggak boleh macem-macem di hutan ini. Alhamdulillah, selama ini belum ada murid sekolah kalian yang menjadi korban keangkeran hutan ini. Pokoknya, kalian jangan berani-berani berduaan ataupun pacaran di area hutan ini. Oh ya satu lagi, kalau kalian berani melanggar salah satu larangan saja, kalian akan menerima akibatnya”, tutur Andrew.

     Namun mereka anggap peringatan itu merupakan angin semata, yang tak perlu mereka perdulikan. Bahkan mereka kembali berjalan dengan bergandengan tangan menuju titik perkemahan. Andrew melihat mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mengikuti mereka dari belakang. Lalu ia menghimbau pada adik-adiknya agar sesegera mungkin mendirikan tenda sebelum hari mulai petang.

     Saat hari mulai gelap, peserta Persami membuat api unggun untuk menghangatkan udara hutan yang dingin mencekam. Dan pada pukul sembilan malam Andrew sudah memberikan himbauan pada seluruh peserta Persami agar segera tidur.

     Dengan cepat, hari telah berganti pagi. Seluruh peserta Persami bersiap-siap untuk segera menjalani acara penjelajahan pagi ini. Deka keluar dari tenda dengan gagahnya. Degradasi warna baju pramukanya yang cantik serta hiasan merah putih di lehernya semakin menambahkan kesan tampan pada dirinya. (Baca juga cerita lain pada : Taman Sepi Perusak Cinta)

     Sementara Santi yang dinantikan-nantikannya, tak kunjung terlihat batang hidungnya. Selidik punya selidik, ternyata Santi masih sibuk dengan make upnya yang belum maksimal.

     Saat Deka menghampiri tendanya, barulah Santi keluar dengan memegang tangan Deka bak putri yang hendak turun dari kereta dan tangannya digandeng oleh sang pangeran. Mereka segera menuju teman-teman lain untuk mendengarkan arahan terlebih dahulu yang diberikan oleh Andrew, meskipun mereka sedikit malas mendengarkannya.

     “Apa apaan sih?. Buat larangan senenak jidatnya aja. Tujuannya apa?, bikin kita takut?. Heh”, gumam Deka meremehkan. “Tau, nggak guna”, sahut Santi kesal.

     Setelah berdoa, seluruh peserta Persami diberangkatkan oleh Andrew untuk segera menjelajah hutan.

     “Adik-adik, kakak akan tunggu kalian di garis finish. Tolong ikutin apa saja perintah Defi. Kakak sudah memberikan peta alur penjelajahan kalian pada Defi”, jelas Andrew. “Baik kak”, jawab serentak seluruh peserta Persami.

      Selain pohonnya yang rindang serta udaranya yang sejuk, hutan di Gunung Semeru ini juga memiliki segudang keindahan alam tersembunyi yang baru mereka saksikan.

     Terdapat burung-burung dengan bulu mereka yang indah, serta tanaman-tanaman cantik yang menghiasi setiap sudut hutan itu. Tak jarang pula mereka temukan tempat yang sangat cocok untuk dijadikan spot foto. (Baca juga cerita lain dalam versi Bahasa Inggris pada : King Harun Al Rasyid Became Slave)

     “Yang, berhenti sebentar dong!. Kita foto dulu gimana?”, ajak Deka.

     “Tapi kalau nanti ketinggalan teman-teman gimana?”, cemas Santi. Namun Deka sama sekali tak mengkhawatirkan tentang hal itu.

     “Nanti kita nyusul aja atau balik ke tenda berdua aja, lagian kan kita belum terlalu jauh dari tenda. Aku juga masih inget jalannya”, tandas Deka.

     Santi hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan pacarnya. Mereka memotret satu dua foto untuk mereka jadikan album pribadi. Dan saat giliran Santi ingin selfie, tiba-tiba Deka menghilang dari pandangannya entah kemana. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda tentang Teori Pythagoras)

     Ia panik mencari Deka. Di semak-semak belukar, ia cari. Di atas pohon-pohon yang tinggi, ia telusuri. Namun tetap saja ia tak kunjung menemukan Deka. Ia bingung sekaligus takut. Ia berniat untuk mencari pertolongan dengan kembali ke lokasi tenda, tapi ia sama sekali tak mengingat jalan kembali.

     Untung saja ia bertemu dengan ketua kelasnya, Teana. Teana meminta Santi agar menjelaskan kronologis hilangnya Deka agar ia bisa membantu mencari Deka.

Bersambung

      Itulah postingan cerita bersambung bagian kedua yang berjudul Akibat Mengabaikan Peraturan yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Cerita Akibat Mengabaikan Peraturan diatas merupakan kelanjutan dari cerita pertama yang berjudul “Persami Menyatu Dengan Alam”. Semoga kita dapat terhibur dari cerita bersambung bagian kedua yang berjudul Akibat Mengabaikan Peraturan diatas.

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *