Cahaya Illahi di ufuk timur

Cahaya Illahi di ufuk timur

Cahaya Illahi di ufuk timur

Cahaya Illahi di ufuk timur

Dikirim oleh : Tri Andika Mistiani

Instagram : @triandikam_

       Pada suatu hari pada hari jum’at tanggal 27 november 2017 pukul 04:00 aku bangun tidur dan bergegas-gegas untuk sholat subuh di mushola disekitar rumah ku. Sudah 15 menit berlalu dan sesudah sholat subuh aku pulang. Sesampai di rumah aku merapikan tempat tidur, sesudah nya aku  mandi, setelah beberapa menit berlalu dan aku selesai mandi. Aku langsung ganti  baju seragam sekolah batik. Dan sesudah aku  memakai seragam sekolah batik dan belum berkerudung aku sarapan dulu sebelum berangkat sekolah. Aku mengambil sarapan di dapur. Sesudah nya aku mengambil sarapan aku memakan nya sambil melihat TV, tidak lama kemudian aku tidak sadar kalau jam sudah menunjukan pukul 06:00 pagi, aku langsung bergegas-gegas untuk menaruh piring dan minum air. Sesudah aku menaruh piring dan sudah minum aku langsung menyiapkan tas, sepatu, dan sepeda untuk ditaruh didepan agar tidak ada barang yang tertinggal. Aku langsung memeriksa semua buku yang ada ditas apakah sudah benar jadwal pelajaran pada hari tersebut. Aku langsung memakai kaos kaki terus memakai sepatu. Sesudah nya aku mengingat-ingat barang apa yang belum aku bawa, dan ternyata handphone aku belum terbawa. Aku langsung bergegas-gegas untuk mengambilnya dan menaruhnya ditas. Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 06.20. Aku langsung bergegas-gegas untuk membawat tas. Sebelum berangkat aku berpamitan sama ibu saja, karena ayah sudah berangkat kerja. Sesudah aku berpamitan aku segera berangkat lalu aku mengendarai sepeda pancalku. (Baca juga : Misteri Bungalow Santet)

       Setelah beberapa menit aku menempuh perjalanan ke sekolah selama 5 menit, karena jarak antara rumah ke sekolah agak dekat. Sesampainya aku digerbang sekolah aku disambut oleh para osis sekolah dan mneyuruh untuk turun dari sepeda dan jalan sambil membawa sepeda. Aku langsung memarkirkan sepeda ku di parkiran sepeda pancal sekolah. Aku langsung melihat jam ternyata jam sudah menunjukan pukul 06.30 . Aku berjalan menuju kelas. Dikelas ternyata masih 2 anak yang datang. Dihari tersebut pula aku berolahraga. Aku  langsung menunjuk teman ku untuk mengantar ku untuk mengganti baju olahraga. Sesudahnya mengganti baju olahraga kau dan teman ku menuju kelas. Aku melihat-lihat di jendela kelas dan secara tidak sadar padahal aku tidak berniat untuk melihatnya, dan yang lewat adalah ikhul kelas 8D yang akrab sekali dengan aku dan aku sama dia bersahabatan, aku langsung menyapanya dengan panggilan tower karena dia dipanggil teman-teman nya tower karean tinggi badan  dia yang melebihi aku.

       Bunyi pemberitahuan jam pertama sudah terdengar keras dari kelas aku, aku dan teman-teman langsung bergegas-gegas untuk menuju lapangan utama sekolah. Dilapangan sudah ada pak guru yang mengajar olahraga kelas aku. Kita semua dusuruh pak guru tersebut untuk baris 4 anak- 4 anak. Kita pun mengatur diri kita sendiri dan sudah selesai kita mengatur diri kita. Kemudian yang menyiapkan baris kita adalah ketua kelas aku yaitu Wendari iga susilo.  Dan iga langsung maju kedepan untuk menyiapkan. Sesudah menyiapkan pak guru langsung menyuruh iga untuk masuk barisan. Pak guru langsung menyuruh kita untuk ‘LENCANGKAN KEDUA TANGANMU’. Untuk pemanasan sekitar 5 menit agar kita tidak mudah cidera. Pemanasan tersebut dimulai. Dan ternyata yang jadi peraga kita ketika pemanasan adalah Rangga. Rangga adalah anak yang paling suka naynyi dikelas dan sukan bergurau rangga langsung memulai pemanasan dengan mendengarka aba-aba yang diutaraka pa guru olahraga. Pemanasan sudah selesai. Aku pun merasa capek dan tersa air menetes di wajah, dahi, dan seluruh badan ku. (Baca juga artikel lain pada : Pengertian dan Contoh Majas Ironi)

       Bunyi pemberitahuan jam kedua sudah terdengar keras di lapangan yang aku sama teman-teman berada. Pak  guru langsung memulai , beliau menyuruh anak laki-laki untuk megambil bola voly di ruang olahraga. Tidak lama kemudian kedua teman ku yang disuruh ambil bola voly pun datang dan membawa bola voly, aku dan teman- teman langsung disuruh pak guru untuk mencari pasangan untuk memainkan bola voly, tetapi pasangan ini hanya untuk berlatih saja. Pertemuan yang mendatang kita di tes 1 per 1 unruk memainkan bola voly ini. Tanpa kenal lelah aku berlatih dengan rani walaupun kita berdua sedikit bisa memainkan bola voly. Kita tetap berusaha untu bisa, teman- teman pun semangat berlatih bola voly walaupun tidak bisa. 

       Bunyi pemberitahuan jam ketiga pun sudah terdengar keras di saat aku ada dilapangan, kita semua pun baris untuk menutup olahraga ini, sesudah itu kita kembali ke kelas untuk mengambil baju batik dan ganti di ruang ganti. Kita berjalan bareng menuju ruang ganti, sesudah ganti baju kita semua istirahat ke kantin. Tetapt juga jam ketiga adalah jamkos dan dilanjut dengan jam keempat adalah istirahat, aku dan teamn ku berjalan ke kantin untuk membeli makanan dan minuman. Sesudah akudan teman-teman membeli. Aku dan teman-teman memakan dan meminum makanan dan minuman tersebut di kelas. Tidaak terasa makanan dan minuman telah habis, aku dan teman-teman ku satu kelas mulung di sekolah bertepatan dengan jadwal mulung kita, kita semua melaksanakan dengan kerja keras dan penuh rasa tanggung jawab. (Baca juga artikel lain pada : Kirab Hari Santri Nasional PonPes Al-Hidayah Tarik)

       Bunyi pemberitahuan jam kelima pun juga terdengar keras di telinga aku dan teman-teman ku . kita semua bergegas-gegas menuju kelas, hasil mulung kita semua pun di taruh didepan sebelah timur dan kita semua masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Kita semua masuk dan di kelas alhamdulillah guru nya belum datang, aku dan teman sebangku ku mengeluarkan buku yang bertepatan pada jadwal tersebut, tiba-tiba ada panggilan ketua kelas, ketua kelas kita pun langsung menuju depan TU. Tidak lama kemudian ketua kelas kita pun datang dang memberitahu pengumuman tersebut, dan pengumuman tersebut adalah ‘KITA SEMUA PULANG SEKARANG KARENA GURU-GURU RAPAT, LANGSUNG PULANG TANPA TANDA TANGAN’. Aku dan teman ku langsung menuju parkiran untuk pulang, sesudahnya mengambil sepada kita pun pulang ke arah yang berbeda. Pada pukul 10:00 aku sampai di rumah. 

       Itulah postingan cerita pendek yang berjudul Cahaya Illahi di Ufuk timur yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang Cahaya Illahi di ufuk timur diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal PAS PKn Kelas 12 Semester 1)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

2 thoughts to “Cahaya Illahi di ufuk timur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *