Resiko Ulangan Menyontek

Resiko Ulangan Menyontek

Resiko Ulangan Menyontek

Resiko Ulangan Menyontek

Dikirim oleh : Ahmad Fauzi

e-mail : [email protected]

       Di suatu ketika aku belajar mata pelajaran IPA dengan sangat giat, karena besoknya akan ada ulangan harian mata pelajaran IPA. Ilmu pengetahuan Alam ialah mata pelajaran yang tidak begitu aku sukai,  namun pada waktu itu aku belajar dengan rajin agar nilai ulangan harian IPA ku mendapatkan nilai yang terbaik. (Baca juga : Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan)

       Tanpa henti aku selalu berdoa dan belajar untuk mendapatkan nilai tertinggi di ulangan harian IPA ku nanti. “Bu Sus sudah selesai.” Itulah kalimat yang aku lontarkan kepada guru mapel IPA ku, karena pada waktu itu aku selesai terlebih dahulu dalam mengerjakan ulangan IPA ku. Setelah itu aku kembali duduk di bangkuku. read more

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Dikirim oleh : Desy Amelya Putri

      Terbangun dari mimpi malamku yang menceritakan betapa merindunya aku dari semua kehangatan. Secangkir kopi disudut pagi ini. Mengingatkan pada hangatnya kasih .secerah kebersamaan yang kini entah kemana. Entah disapu oleh angin. (Baca juga : Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah)

      Atau diterbangkan oleh sang merpati. Mungkin aku berfikir bahwa aku akan sangat membenci kehadiran pagi ini dan pagi pagi berikutnya, aku akan membenci adanya hari ini dan sangat membenci harus menjalani hari hari berikutnya, sendiri tepatnya. Sendiri, mungkin tak aneh dengan kata itu jika diibaratkan hanya tanpa kekasih saja. Tapi perlu kau tau bahwa yang kumaksud ini benar benar sendiri, sungguh sungguh sendiri, yaa sendiri. Sendiri, tanpa kekasih, atau pun orang tua bahkan kakak saja tidak mungkin. Pasti takkan asing lagi, kau kira ini seperti sinetron? Hahaha cukup berkhayalmu. Ini benar benar terjadi. (Baca juga artikel lain pada : Menanyakan dan Menunjukkan Waktu) read more

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Dikirim oleh : Nara Belva

Instagram : @narabelva

Tetesan Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

      Tiga tahun lalu kejadian ini membuatku tidak ada semangat untuk hidup. Kejadian ini berawal pada tanggal 6 Agustus 2014.Pada saat itu aku mendapat kabar bahwa ayahku masuk rumah sakit dikarenakan beliau memiliki penyakit paru-paru. Sejak adanya pemberitahuan itu, tiap kali sholat aku panjatkan sebuah doa agar ayahku bisa sembuh seperti dulu. (Baca juga : Bidadari berhijab milikku)

      Hari demi hari ku lalui tanpa kehadiran seorang ayah.Hingga pada tanggal 9 Agustus 2017 aku mendapat kabar, bahwa ayahku tiada. Pada saat itu juga aku langsung lemas dan terus saja menangis tiada henti. Aku juga tak percaya jika ayah pergi meninggalkanku begitu cepat. Aku tidak mau kehilangan ayah secepat ini. Aku tidak mau ayah pergi. Ayahku adalah semangatku. Bagaimana mungkin aku hidup tanpa seorang ayah disisiku? Ayah memang orang yang paling dekat denganku. Aku memang anak kesayangan ayah, ayah selalu mengutamakan kebahagiaanku. Aku tidak ikhlas ayah meninggalkanku secepat ini. Aku terus menangis tak henti-hentinya. read more

Bidadari berhijab milikku

Bidadari berhijab milikku

Bidadari berhijab milikku

Dikirim oleh : Dwi Ayu Permatasari

Instagram : @dwiayu_23

Bidadari berhijab milikku

      Dia adalah bidadari penyayang milikku, yang mengajariku apa artinya kehidupan, yang tak pernah lelah melawatku. Dan yang luar biasa dari nya adalah mempumyai surge ditelapak kakinya…… dan dia adalah ibuku. (Baca juga : Desaku Dulu dan Sekarang)

Ceritaku

      Awalnya aku anak yang begitu nakal dan sangat malas, tidak mau belajar atau pun membantu kedua orang tua.itu semua yang aku lakukan sejak ayah dan ibuku bercerai dan mencari pendamping baru .”dia memang anak yang sangat nakal,yang tak tau aturan dan berani kepada orang tuanya mungkin keluarga yang rusak yang membuatnya begini” perkataan orang-orang yang seperti itu yang sekarang membuat ku berubah. read more

Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Dikirim oleh : aqiela sausan

Instagram : @aqielakarima

Desaku Dulu dan Sekarang

            Desaku sangat indah nan asri. Tetapi itu sudah tidak berlaku bagi sekarang. Karena pabrik pabrik telah berdiri di atas sawah desaku yang membuat udara semakin panas. Yang dulunya lahan perkebunan, sekarang telah menjadi bangunan rumah tangga. Sungai yang dulunya jernih, sekarang menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga. Kurangnya akan kepedulian masyarakat terhadap desanya padahal disanalah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. (Baca juga : Keindahan Alam Desa) read more