Sepi Tanpa Kehadiran Ibu

Sepi Tanpa Kehadiran Ibu

Sepi Tanpa Kehadiran Ibu

Sepi Tanpa Kehadiran Ibu

Dikirim oleh : Faiza Fitri Andinni

Ibu…..

Sembilan bulan sepuluh hari aku ada di dalam dirimu….

Kau bawa aku Kemana mana hingga aku lahir di dunia…..

Kou merawatku dengan penuh kasih sayang……

Kou merawatku dengan kelembutan mu…..

 (Baca juga puisi lain pada : Seraut Wajah Ibu Penuh Kasih)

Kau marah karena kou sayang padaku….

Kau tak pernah putus asa demi menjaga ku…..

Kau rela mengorbankan nyawa mu demi untuk melahirkan ku….. read more

Tanpa Guru Hidupku Tidak Bermakna

Tanpa Guru Hidupku Tidak Bermakna

Tanpa Guru Hidupku Tidak Bermakna

Tanpa Guru Hidupku Tidak Bermakna

Dikirim oleh : Tiara Maulidia Ningrum

InstaGram : @_tiaraningrum_

Guru…

Tanpa guru aku tidak bisa apa-apa…

Tanpa guru aku tidak akan bisa bedakan baik dan buruk

Tanpa guru aku akan sesat…

Tanpa guru hidupku tidak bermakna…

(Baca juga puisi lain pada : Guru Sosok Pendorong Perjuangan)

Guru…

Engkau mengajariku tanpa lelah…

Meskipun aku tidak mendengarkanmu…

Engkau tidak pernah marah dan sabar…

Untuk mendidik kami…

(Baca juga artikel lain pada : Jenis dan Contoh Kata Bantu Kerja TO DO) read more

Segenap Rasa Bukan Sekedar Kata

Segenap Rasa Bukan Sekedar Kata

Segenap Rasa Bukan Sekedar Kata

Segenap Rasa Bukan Sekedar Kata

Dikirim oleh : Amelia Maharani

Kini mendungku telah berubah menjadi pilu

Tatkala kumenyaksikan kesucian cintamu

Ku hanya terdiam membisu

Karena tak mampu mengungkapkan rasaku

(Baca puisi lain juga : Menjauh Demi Menjaga Perasaan Hati)

Jika hujan terus turun sebab rindu

Maka aku adalah salah satu rintikan hujan yang melambangkan kerinduan itu

Bukan hanya tinta atau sekedar kata

Namun ini adalah segenap rasa

(Baca juga artikel lain pada : Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer) read more

Mentari Menusuk Pagi Kelabu

Mentari Menusuk Pagi Kelabu

Mentari Menusuk Pagi Kelabu

Mentari Menusuk Pagi Kelabu

Dikirim oleh : Bunga Vivi Dwi I.   

e-mail   : [email protected]

Instagram            : @bungvdrn

Pagi ini terasa kelabu

Saat mentari menusuk kulitku

Dan kulihat kamu datang, tanpa mengetahui hadirnya diriku

Sungguh sesak yang kurasa di dalam kalbu

Teriknya tetap mampu memanaskanku

Semakin panas dan semakin berpacu

Kurasakan hatiku tertusuk

Namun tetap mampu  terkikis oleh indahnya senyummu

(Baca juga puisi lain pada : Petang menanti fajar)

Bagai sebuah bayangan, yang menyerukan ingin mengungkapkan rindu read more

Petang menanti fajar

Petang menanti fajar

Petang menanti fajar

Petang menanti fajar

Dikirim oleh : Jauharotul Khabibah

e-mail : [email protected]

Sang Melati tumbuh disini

Sedang menanti datang nya sang mentari

Sang Melati kuncup disini

Mengisyaratkan rasa kagum dan mengiri

Sang Melati mekar disini

Menunggu hangat nya permukaan bumi

Akan kah angan ini terbalaskan

Melihat ke-elokan mu yang memabukkan

Membuat sang melati hanyut

Dalam kekaguman

Lalu tenggelam ke dasar kawah yang dalam

(Baca juga : Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi)

Terus memandangi sinarmu

Antara halusinasi dan semu read more

Satu Misi Menjaga Negara Indonesia

Satu Misi Menjaga Negara Indonesia

Satu Misi Menjaga Negara Indonesia

Satu Misi Menjaga Negara Indonesia

Dikirim Oleh : Inka Sari

Email: [email protected]

Sahabat ….

Kita harus selalu syukur kepada Allah

Karena alam Indonesia yang indah

Banyak sekali keindahan alam Indonesia

Sungguh nikmat dari Allah untuk kita juga

(Baca juga puisi lain pada : Bangga Menjadi Bagian Bangsa Indonesia)

Aku cinta negeri ini

Karena aku dilahirkan di sini

Alam negeri ini indah anugerah Allah

Untuk kita jaga keindahan alam yang indah

(Baca juga artikel lain pada : Daftar Nomor Kode Bank di Indonesia) read more

Sore Menyambut Maghrib Berkah

Sore Menyambut Maghrib Berkah

Sore Menyambut Maghrib Berkah

Sore Menyambut Maghrib Berkah

Dikirim oleh : Muhamad Nur Rachman

Instagram : @muhamadnurrach

Yang memantapkan jejak langkahku ini

Yang menyambut sore dengan berkah

Tak berkhayal namun hendak bersedekah

Seakan hari esok tidak pernah ada yang susah

(Baca juga puisi lain pada : Selembar Kertas Bergoreskan Luka)

Manusia berjalan, berkendara, dan berangan

Untuk menuju arahkan keramaian

Untuk menyusuri batin-batin jalanan

Bersama dengan kerabat dan segenap saudara seiman

(Baca juga artikel lain pada : Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi) read more

Jangan Terperangkap Buaya Darat

Jangan Terperangkap Buaya Darat

Jangan Terperangkap Buaya Darat

Jangan Terperangkap Buaya Darat

Dikirim Oleh: Eka Dwi Yanuarta

Instagram : @ekadwiyanuarta

Sungguh ku tak habis fikir…..

Berapa kali kau terlukai olehnya

Berapa kali kau terkena perangkapnya

Apakah benar-benar ?

Kalimat-kalimat dustanya telah membelenggu pikiranmu

Hingga kau melupakan

Apa yang telah kau ingatkan pada kami

(Baca juga puisi lain pada : Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum)

Wahai sahabatku…..

Dengarkanlah …….

Nasihat-nasihat sahabatmu

Yang ingin menyelamatkanmu

Dari si pembuang waktumu read more

Seraut Wajah Ibu Penuh Kasih

Seraut Wajah Ibu Penuh Kasih

Seraut Wajah Ibu Penuh Kasih

Seraut Wajah Ibu Penuh Kasih

Dikirm oleh : Aldhea Reza Rahmadhani

e-mail : [email protected]

Facebook : Alrez Guardiola

Ibu…

Ragamu bagai istana

Jiwamu bagai samodra

Hatimu bagai muara

Kasih sayangmu tiada akhirnya

(Baca juga puisi lain pada : Tangisan Air Mata Ibu)

Ibu…

Tak kan pernah bisa ku menjauhimu

Akan selalu ada cinta untukmu

Tak terhingga ku memilikimu

Ibu…

Kaulah pahlawanku

Kaulah pelindungku

Kaulah tempatku menemukan kehangatan

(Baca juga artikel lain pada : Fungsi dan Rumus Modal MUST) read more

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Dikirim oleh  : Galuh Ratulangi

Instagram  : @grl_0203

Aku hanyalah sebuah debu

Diantara banyaknya noda

Aku ingin kau melihat ketulusan hatiku

Tanpa rasa ragu dan gundah

Aku hanyalah duri diantara bunga yang indah

Yang tak pernah kau lihat ataupun kau sentuh

Seakan- akan aku adalah dosa

Seakan aku seperti kutukan untukmu

(Baca juga puisi lain pada : Dunia Menjebak Hati Insan yang Beriman)

Aku lebih suka jadi bulanmu bukan bintangmu

Sebab aku ingin jadi satu-satunya yang kau pandang read more