Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Selembar Kertas Bergoreskan Luka

Dikirim oleh  : Galuh Ratulangi

Instagram  : @grl_0203

Aku hanyalah sebuah debu

Diantara banyaknya noda

Aku ingin kau melihat ketulusan hatiku

Tanpa rasa ragu dan gundah

Aku hanyalah duri diantara bunga yang indah

Yang tak pernah kau lihat ataupun kau sentuh

Seakan- akan aku adalah dosa

Seakan aku seperti kutukan untukmu

(Baca juga puisi lain pada : Dunia Menjebak Hati Insan yang Beriman)

Aku lebih suka jadi bulanmu bukan bintangmu

Sebab aku ingin jadi satu-satunya yang kau pandang read more

Ilusi Hati Hadir dalam Mimpi

Ilusi Hati Hadir dalam Mimpi

Ilusi Hati Hadir dalam Mimpi

Ilusi Hati Hadir dalam Mimpi

Dikirim oleh : RISMA NUR AZIZAH

Cinta yang tak pasti…

Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti

Andai aku tahu isi hatimu

Andai kau datang lagi padaku…

(Baca juga puisi lain pada : Kubiarkan Kamu Pergi Meninggalkan Cinta)

Sekarang mustahil bagiku…

Bahkan menyentuh bayanganmu aku tak mampu…

Aku tahu cinta ini mungkin tak ada artinya bagimu

Tapi mengapa aku masih mengharapkanmu

Dan mengapa aku masih ingin slalu mencintaimu…

(Baca juga artikel lain pada : Kyai Bijaksana Dan Wanita Pelacur) read more

Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Dikirim oleh : Dhynda Syahfira Nurjannah

Dalam senyum kau sembunyikan letihmu

Derita siang malam menimpamu

Tak sedetik pun menghentikan langkahmu

Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

 (Baca juga : Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata)

Seonggok cacian selalu menghampiri

Secerah hinaan tak peduli bagimu

Selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku

Mencari harapan baru bagi anakmu

(Baca juga artikel lain pada : Keistimewaan Daerah yang Dilalui Garis Khatulistiwa)

Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku read more

Pesan Pahlawan untuk Anak Muda

Pesan Pahlawan untuk Anak Muda

Pesan Pahlawan untuk Anak Muda

Pesan Pahlawan untuk Anak Muda

Dikirim oleh : Assholihatun Nisa

InstaGram : @asnisa_

Kami yang dulu berjuang untuk membela negara
Agar tidak tertindas oleh penjajah dan kerakusan mereka
Apakah ada setetes darah kami yang mengalir ditubuhmu
Berjuang kami maju dan takkan pernah tergoyahkan

(Baca juga puisi lain pada : Sebut Saja Aku Malaikat)

Kami adalah pecinta indonesia
Negeri yang memiliki banyak pulau seperti kebudayaannya
Kami disini untuk merawat kebudayaan ini
Kami disini untuk menghilangkan beban
Yang selama tiga abad lebih kami telah dijajah read more

Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Dikirim oleh : Aldhea Reza Rahmadhani

e-mail : alrezrahmadhani03#gmail.com

Facebook : Alrez Guardiola

Ayah…

Tak pernah ku temukan sosok wajahmu

Tak pernah ku rasakan hembusan nafasmu

Belaian kasihmu pun tak pernah ku dapatkan

Dimanakah kau ayah…

(Baca juga puisi lain pada : Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh)

Ayah…

Ku rindukan masa-masa bersamamu

Ku cari-cari sosok dirimu

Ku berlari dan terus berlari mengejar bayangmu

Tanpa lelah dan letih ku menunggu kedatanganmu read more

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Dikirim oleh : Nandina Salsabilla

Instagram : @nandina_salsabilla1403

e-mail : [email protected]

Dia yang dulu membuatku tersenyum,

Dia yang membuat hari bermakna

Dia yang selalu ceria,

Dia dengan tingkah lucunya

Dan tiada apapun dia telah lupakan aku,

Dia yang kini buatku kecewa

(Baca juga puisi lain pada : Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan)

Semu  dan sepi kehidupanku.

Tiada lagi canda tawa,

Tiada senda gurau

Senyuman itu hilang,

Dulu yang selalu merindukanku read more

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Dikirim oleh : Andriano

Menemukanmu dalam tidur,

Hanya akan membuatku lebur.

Menjadi debur kesekian yang lelah menggoda karang.

Kamu adalah timur,

Ketika aku tidak mampu menjadi barat,

Yang menjadikanmu tertambat.

(Baca juga puisi lain pada : Senandung Sunyi Kemiskinan)

Sedangkan malam,

Selalu memberi petunjuk agar aku tetap tersesat.

Masuk ke lorong sepi agar aku tidak perlu sibuk menepi.

Kamu berdiri di persimpangan,

Dan aku lupa cara berjalan.

Aku hanya mampu berbisik pada kupu-kupu bersayap biru, read more

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Dikirim oleh : Kuny Zakiyya

Instagram : @kunyyzakiyyaa

Hari demi hari

Waktu demi waktu

Detik demi detik

Kulewati dengan adanya kamu di dunia ini

Meskipun kehadiranmu tidak seperti apa yang aku inginkan

Tetapi kamu berhasil untuk membuatku tersenyum

Seakan – akan aku ini orang yang paling beruntung di dunia ini

Yaitu dengan adanya kamu hadir di duniaku

(Baca juga puisi lain pada : Kehilangan Sahabat Berbagi Cerita)

Terima kasih kau telah membuatku bahagia dengan caramu itu read more

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Dikirim oleh : Ananta Oktaviya

Instagram   : @anantaoktaviya

Cintaku…………….

Saat pertama mengenal dirimu

Ku melihatmu dan memperhatikanmu dari kejahuan

Ku mengagumimu dengan sikapmu yang begitu baik

(Baca juga : Mengukir cinta di atas luka)

Cinta…………….

Di saat dengan jalannya waktu berhari-hari

Ku mulai tumbuh rasa cinta kepadamu

Waku itu tidak di ketahui olehmu

(Baca juga artikel lain pada : Pengertian dan Contoh Majas Anafora) read more

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Dikirim oleh AMANDA SEPRIA IKA WATI

Jalan hidup ini memang berliku dan terjal

Bagaikan tebing tanpa titian dan pegangan

Hanya seutas tali yang diikatkan pada pinggang

Sebagai penopar agar mampu untuk mendakinya

(baca juga puisi lain pada : Diatas Sajadah Terucap Doa)

Kehati-hatian penunjuk jalan

Kewaspadaan jadi sebuah pedoman

Karna bila sekali saja terjatuh maka imanlah yang melayang

Sekali terjerumus maka keyakinan mulai sirna

(baca juga artikel lain pada : Pantun Lelucon Jowo) read more