Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Desaku Dulu dan Sekarang

Dikirim oleh : aqiela sausan

Instagram : @aqielakarima

Desaku Dulu dan Sekarang

            Desaku sangat indah nan asri. Tetapi itu sudah tidak berlaku bagi sekarang. Karena pabrik pabrik telah berdiri di atas sawah desaku yang membuat udara semakin panas. Yang dulunya lahan perkebunan, sekarang telah menjadi bangunan rumah tangga. Sungai yang dulunya jernih, sekarang menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga. Kurangnya akan kepedulian masyarakat terhadap desanya padahal disanalah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. (Baca juga : Keindahan Alam Desa)

            Ditambah dengan anak anak jaman sekarang yang hanya mengandalkan permainan handphone daripada bermain di alam desanya. Padahal bermain di alam itu jauh lebih menyenangkan dibandingkan bermain dengan handphone. Bermain dengan orang banyak di alam membuat badan kita tetap sehat karena banyak bergerak dan menghirup udara bebas. Kenapa anak anak lebih memilih bermain handphone dibandingkan bermain di alam?. Tuhan telah memberi kita alam yang indah tetapi tidak kita jaga baik baik. Tuhan telah memberi kita desa yang indah tetapi tidak kita manfaatkan agar tetap asri lagi. Jaman sudah berubah drastic. Mungkin hanya sebagian anak desa yang mau bermain di alam desanya. Tidak semuanya mau bermain di desanya. Upaya masyarakat untuk menjaga pepohonan juga masih kurang. Banyak pohon pohon yang ditebang demi kepentingan pribadi. (Baca juga artikel lain pada : Galau Hati dalam Senyum Mentari)

             Desaku sekarang telah berubah drastis dari yang dulu dengan yang sekarang. Mungkin hanya di pagi hari saja ada udara udara yang sejuk, namun itu hanyalah sementara. Sungai yang dulunya airnya bening, sekarang manjadi keruh hingga ikan ikan pun tidak ada yang mau singgah di sungai itu. Banyak masyarakat yang hanya mementingkan diri sendiri disbanding dengan keadaan lingkungannya. Tetapi, mau bagaimana lagi? Semua ini sudah terlanjur. Sawah yang menjadi pabrik sudah tidak bisa dikembalikan seperti semula. (Baca juga artikel lain pada : USBN Pendidikan Agama Islam SMA)

      Itulah postingan curahan hati (curhat) tentang Desaku Dulu dan Sekarang yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari curhat diatas. (Baca juga artikel lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Abunawas Walking 0n stilts

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

2 thoughts to “Desaku Dulu dan Sekarang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *