Gadis Bermata Empat

Gadis Bermata Empat

Gadis Bermata Empat

Dikirim oleh : Natasya Ayu S.

Instagram : @_natasya13_

Gadis Bermata Empat

Dahulu aku terlahir prematur, berat badanku hanya 2 kg saja. Tetapi aku terlahir sehat. Aku tumbuh dan berkembang dengan baik. Sampai waktu aku menginjak kelas 3 SD. Aku sangat suka sekali menggambar apalagi mewarnai. Aku sangat pandai mewarnai sampai – sampai pelajaran di sekolah aku sepelekan. Aku lebih suka menggambar dan mewarnai daripada membaca buku pelajaran. Tetapi banyak bapak dan ibu guru mengatakan aku anak yang cerdas. Memang dari kelas 1 SD aku selalu mendapat peringkat pertama. (Baca juga : Menyukai Bukan Berarti Mencintai)

Saat aku akan naikke kelas 4 SD pastinya ada PAS yaitu penilaian akhir semester. Aku sangat yakin kalau aku akan mendapat peringkat pertama lagi. Malam itu aku belajar, tetapi belajar kali ini tidak seperti saat ujian – ujian yang dulu. Aku tidak bersungguh – sungguh saat belajar. Karena aku sangat yakin kalau aku pasti mendapatkan peringkat pertama. Dan juga kedua orangtuaku berjanji jika aku mendapat peringkat pertama lagi aku akan dibelikan sepeda baru. Aku hanya memikirkan sepeda baru, sepeda bary dan sepeda baru. Tanpa memikirkan ujian besok.

Ujian itu berlangsung selama 6 hari. Aku lega karena ujian itu sudah berakhir. Dua minggu kemudian waktunya aku mendapatkan raport hasil ujianku. Aku sangat terkejut karena aku mendapat peringkat ke-9. Aku sangat sedih dan menyesal karena aku telah menyepelekan pelajarn dan hanya memikirkan sepeda baru itu. Kedua orangtuaku tidak memarahiku tetapi mereka berdua menasehatiku agar aku lebih giat lagi belajar.

Setelah kejadian itu, aku ingain kembali seperti dulu yang selalu mendapat peringkat pertama. Setiap hari aku belajar dengan rajin. Hampir setiap waktu luang aku gunakan untuk membaca. Setelah pulang sekolah aku makan, tidur siang lalu bangun dan kemudian aku mengaji. Setelah mengaji aku bermain sebentar dan pulang ke rumah. Setelah pulang aku cuci tangan dan kakiku, kemudian aku mengambil buku pelajaran untuk besok sekolah. Aku membaca buku hingga terdengar suara adzan maghrib. Ibuku menyuruhku sholat terlebih dahulu. Selesai sholat aku melanjutkan belajarku hingga pukul 7 malam. Aku sholat dan makan malam bersama keluargaku. Setelah itu aku melanjutkan kembali belajarku hingga pukul 8 malam. Kemudian aku menonton televisi dan kemudian aku tidur.

Adzan subuh pun terdengar, tetapin aku masih sajamataku serasa berat untuk membukanya. Terdengar suara lembut dan indah memanggil namaku. Ternyata ibuku membangunkanku untuk sholat subu. Aku masih saja menutup mataku tanpa sedikitpun membukanya. Ibuku tetap saja membangunkanku dengan kata-kata lembutnya dan akhirnya akupun terbangun. Aku bangundan bergegas ke kamar mandi untuk buang air kecil dan berwudlu. Setelah sholat aku membuka kembali bukuku untuk membacanya.

Waktu sudah pukul 06:00 pagi aku mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku mengambil sepeda kecilku dan berangkat ke sekolah. Aku mengayuhsepedaku sambil menatap matahari yang panas hingga di dahiku meneteskan air. Aku tetap bersemangat mengayuh sepedaku hingga tidak terasa aku sudah sampai di depan gerbang sekolah. Bunyi pluit pak satpam yang akan menyebrangkan aku. Aku menaruh sepeda kecilku diparkiran dan aku segera masuk kekelas. Aku duduk dan langsung membaca buku, membaca buku adalah hobiku, maka dari itu , setiap waktu luang aku selalu membaca buku.

Aku suka pergi ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku dan membaca nya. Hari-hariku selalu diwarnai dengan indahnya membaca buku, sehingga banyak yang memanggilku kutu buku, memang benar pagi, siang, sore dan mlam tanpa bosan nya aku membaca buku. (Baca juga : Cinta Bertepuk Sebelah Tangan)

Waktu terus berjalan seiring juga menambahnya usiaku. Tanpa kusangka aku sudah duduk dikelas 6 SD. Tetap saja membaca adalah hobiku yang selalu kulakukan setiap hari. 5 bulan sudah aku jalani. Aku lebih giat belajar karena aku memikirkan UN. Di selang aku belajar mataku tersa lelah dan sedikit panas. Aku melihat buku kub terasa tidak jelas, dan buram. Tulisan hitam seperti coretan-coretan yang bergabung-gabung. Aku langsung ke kamar mandi dan berwudlu. Aku berfikir mungkin aku kecapean. Kemudian aku tidur tanpa memikirkan yang aneh-aneh karena kau juga sangat mengantuk.

Malam telah berlalu, suara ayam berkokok pun terdengar dan aku siap untuk melawan panasnya matahaeiri seperti biasa aku ke sekolah, saat pak guru menyuruhku mencatat apa yang beliau tuliskan di papan tulis tersebut tersebut tidak jelas dan terlihat kabur aku mengucek-ucek mataku karena aku anggap bahwa aku amsih mengantuk. Tidak seperti biasanya mataku seperti ini, setelah pulang sekolah aku berbicara pada ibuku bahwa aku tidak bisa melihat tulisan di papan dengan jelas. Aku langsung diajak ibuku untuk pergi ke dokter untuk mememeriksanya, kata dokter mataku minus, yaitu melihat sesuatu jauh terlihat kabur dan saran dokter aku harus memakai kacamata, sebenarnya aku tidak mau, tetapi gimana lagi aku tidak mau aku harus memakai supaya aku bisa melihat tulisan jauh dengn jelas.

Sejak saat itu aku memakai kacamata kata dokter penyebab mata minus tersebut bisa jadi karena membelakangi lampu saat membaca, membaca terlalu lama hingga mata lelah dan perlu istirahat bisa juga menonton TV dengan jarak yang dekat memang aku sering menontyon TV secara dekat dan terus –terusan membaca buku sampai mata lelah. Sejak saat itu kacamata selalu menempel dikepalaku. Saat disekolah aku selalu memakai kacamata karena kacamata sangat membantu penglihatanku.

Hari pertama sampai 1 minggu memakai kacamata terasa tidak enak , kata ibuku mungkin ini pertama kali aku memakai kacamata. Sebenarnya aku malu untuk memakai kacamata. Banyak sekali teman-teman ku yang melihat ku dengan wajh yang agak mengejek, tetapi aku menghiraukannya. Ada juga teman-teman laki-laki ku yang mengejekku dengan perkataan “SI MATA EMPAT” memang benar juga karena aku memakai kacamata sejak saat itulah banyak teman-teman yang memanggilku si mata empat. Gadis Bermata Empat.

Itulah postingan kisah inspiratif yang berupa kisah Gadis Bermata Empat yag telah dikirimkan oleh salah seorang sahabat kita yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari postingan kisah inspiratif tentang Gadis Bermata Empat diatas. (Baca juga cerita lain dalam versi bahasa Inggris pada : Advice of Wise Merchant

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

3 thoughts to “Gadis Bermata Empat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *