Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu

Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu

Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu

Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu

Dikirim oleh : Narendra Dini

Instagram : @narendradinni

      Namaku Yura Hardiana. Dalam catatan beralaskan kertas putih serta coretan pena dari tanganku sendiri, ku kan ceritakan dan kisahkan, bagaimana perjuanganku tuk bisa mengejar impian ku. (Baca juga : Ketika Cinta Merusak Segalanya)

Inilah cerita perjuangan ku mencapai impian ku

      Berawal dari masa kecilku yang mungkin terbilang tak mampu. Keadaan orang tua ku yang tak memiliki apapun, tapi mereka ingin agar aku tidak seperti mereka. Mereka ingin agar aku bisa membahagiakan mereka. Mereka mendukung keras aku, agar aku semangat dalam hidup tuk mencapai apa yang aku inginkan. Hingga saatnya aku bisa berpikir, betapa orang tuaku ingin sekali melihat anak mereka sukses. Mereka ingin anaknya memakai jubah hitam panjang yang dinamakan baju Toga dan memakai topi sarjana. Itulah harapan mereka. (Baca juga artikel lain pada : Doa Hamba Berlumur Dosa)

       Kisahku berawal ketika aku berumur 12 tahun. Saat aku berada dilingkungan sekolah. Semua memerhatikan ku, dipikiran mereka, mugkin aku tak layak tuk pergi kesana. Dengan penampilan ku yang hanya memakai baju yang sudah compang – camping dan hanya beralas kaki kan sandal yang sudah usang. Aku merasakan kehadiranku disitu begitu tak nyaman bagi mereka yang bersekolah. Tak ku pedulikan mereka, yang terpenting saat itu adalah aku bisa belajar meskipun hanya lewat jendela.

          Hingga tiba saatnya mereka semua kembali kerumah masing – masing. Mereka mengikuti ku dan mereka mengolok – olok diriku. Aku tak peduli akan hal itu. Yang ada dipikiranku saat itu adalah bahwa aku ingin semua kata cemoohan bisa menjadi tepuk tangan nantinya. Berjalan sepanjang jalan, sepanjang waktu. Tiba lah aku disebuah rumah gubuk yang beratapkan daun kelapa. Ku berteduh, berlindung, dan belajar penuh semangat didalam rumah gubuk tersebut. Hingga tiba aku berumur 21 tahun, kini kubisa mencapai impian ku dan mengabulkan permintaan kedua orang tuaku. Aku lulus dari sebuah sekolah dan mendapatkan juara satu. Pakaian Toga yang diinginkan orang tua ku, ku pakai juga. Saat itu juga aku merasa bahwa aku mampu membahagiakan orang tuaku bagaimanapun keadaanku. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Kolonialisme dan Imperialisme)

       Semua orang boleh mampu, tapi tak hanya mampu dalam ekonomi, tapi mampu menganggap suatu cemooh dan olokan menjadi suara tepuk tangan dan jadikanlah cemoohan serta olokan itu tuk belajar bahwa hidup itu takkan terbatas oleh ruang dan waktu, keadaan fisik atau apapun itu…

      Itulah postingan cerpen tentang Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat terhibur dari cerpen tentang Impian Tak Terbatas Oleh Ruang Dan Waktu diatas. (Baca juga cerpen lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Corruptor Job Profession)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *