Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Dikirim oleh : Desy Amalya P.

       Hidupku memang tak selalu sempurna. Hidupku memang tak seindah yang lainnya, bahkan mungkin jauh dari kata bahagia. Tak sedikit orang memandangku hanya sebelah mata saja, kebanyakan mereka mungkin beranggapan bahwa aku ini tak pantas disebut putri kecil, aku hanyalah sampah yang bahkan tak dapat untuk didaur ulang. Tapi mereka tak tau bahwa disisi guruku yang selama ini mereka pandang, aku juga tetap memiliki keistimewaan, dan tanpa takut lelah dan putus asa aku terus berusaha menunjukkannya, karena. (Baca juga : Resiko Ulangan Menyontek)

KEBERUNTUNGAN , MILIK ORANG YANG BERANI.”

 

       Aku mungkin bukan jagoan, bukan siswi lugu, bukan yang paling cerdas, aku hanya siswi biasa. Tapi entah mengapa banyak sekali dari mereka membenciku hanya karena aku ini berbeda dari mereka, aku bukan anak orang kaya seperti mereka yang setiap harinya harus tampil cantik penuh make-up dan banyak duit. Tak hanya disekolah, dirumah pun tak berbeda jauh, mereka yang satu-satunya dapat kuharapkan ternyata semua hanya khayalanku saja,semua sama saja. Hingga pada saatnya aku benar benar menemukan mereka, ya mereka. Mereka yang selama ini aku cari-cari, kasih sayang yang sangat  susah untuk aku dapatkan , dimanapun.  (Baca juga artikel lain pada : Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet)

       Sahabat-sahabatku yang ada untuk hari-hari ku saat ini dan hari-hari berikutnya, dan kau yang selalu ada saat ku sedih, bahagia, kapanpun kau ada untuk mewarnai hariku, menyinari waktuku, dan menghiasi malamku. Hingga pada puncaknya kita tak dapat mengendalikan ego masing-masing, pertengkaran itu ada, dan aku tak dapat mengendalikan emosiku, semua menjadi pelampiasan. Aku sadar semua itu salah, tak sepantasnya aku menyalahkanmu, tak sepantas nya kujadikan yang lain pelampiasan, ku akui aku kurang dewasa bersamamu, hingga egoku pun tak dapat kukendalikan. Aku sangat merasa kehilangan, kehilangan air hujan yang menutup tangisku, pelangi yang menghiasi hariku setelah hujan, dan matahari yang menyinari pagiku.  (Baca juga artikel lain pada : Kerinduan Emak dan Bapak)

       Aku benar-benar merasa kehilanganmu, kasih sayangmu yang utuh, yang benar benar kucari kini pergi, dan aku semakin bahwa cinta itu hadir hanya untuk merobohkan mimpi dan menghambat masa depan yang indah. Aku benar-benar merasa benci adanya cinta, dan untuk kesekian kalinya aku merasa sedih lagi karena cinta. Ibu, ayah aku benar-benar merindukan kasih sayangmu semasa kecilku.

       Itulah postingan kisah curahan hati (curhat) yang berjudul Keberuntungan Milik Orang Yang Berani yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari curhat tentang Keberuntungan Milik Orang Yang Berani diatas. (Baca juga artikel lain pada : UKK Seni Budaya Kelas 7)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Keberuntungan Milik Orang Yang Berani”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *