Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan

Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan

Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan

Dikirim oleh : Faizatul Izza

SMPN 1 Tarik – Sidoarjo

Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan

      Alkisah, ada seorang nenek penjual gorengan. Ia menjajakn gorengannya dengan keliling kampung. Usianya pun sudag diatas tujuh puluh tahun. Ia berjualan sendirian. Ia membawa keranjang dari bamboo untuk tempat gorengannya. Jalnnya pun sudah mulai lambat dan agak tidak mendengar. (Baca juga : 3 Sahabat yang Berbeda)

      Tak jarang, ada orang yang mau memngantarnkan nenek itu sampai dirumahnya. Nenek itu berjalan sanagat jauh dari rumahnya. Tidak hanya gorengan, nenek itu juga menjual makanan ringan dan beberapa jajanan tradisional. Makanan ringan itu dijual dengan harja seribu rupiah saja. Sedangkan gorengan dan jajanan tradisionalnya itu dijual dengan harga antara seribu dampai dua ribu rupiah.

      Barang dagangannya itu tidak selalu habis terjual. Karena nenek itu menjajakannya hanya dengan diam saja. Tidak dengan teriak jual jajanan. Namun bagaimana lagi, suara nenek itu hampir tidak ada lagi.

      Pada suatu hari, ada seorang memanggil nenek itu untuk membeli gorengan tersebut. Pada saat memakannya, pembeli itu memberikan sambal sedikit untuk satu gorengannya. Pembeli itu pun berkata “sambalnya kurang kental ahh, nggak enak!”. Nenek itupun mendengan perkataan tadi dan nenek itu hanya tersenyum mendengarnya.  Ketika sudah selesai, pembeli itu membayarnya dan nenek itu langsung melanjutkan perjalanannya.

      Tak terasa, nenek itu sudah berjalan sangat jauh dan belum ada pelanggan yang mau membeli barang daganagan nenek itu. Tiba-tiba hujan turun sangat deras. Nenek itu kebingungan akan mencari tempat berteduh dimana. “ya allah, tolong, kuatkanlah hambamu ini ya allah”, do’a nenek dengan basah kuyup. Sudah mencari di beberapa tempat, ternyata tidak ada tempat untuk berteduh.

      Nenek dan berang dagangannya pun basah semua. Dangannya sudah tidak bisa dijual lagi. Akhirnya, nenek itu pulang dengan perasaan sedih. Padahal, jarak untuk menuju rumahnya masih sangat jauh. Lama kelamaan, nenek itu merasa kedingingan. (Baca juga cerita lain pada : Yang Mana Harta Kita Sebenarnya)

      Untung, ada seorang yang mau mengantar nenek itu sampai dirumahnya. Sesampainya dirumah, nenek itu sangat sedih karena barang dagangannya hanya laku sedikit saja.

      Nenek itu masih tetap bersyukur kepada allah swt karena satu satunya yang menolong dia waktu kesusahan. Lalu, nenek itu pun makan dengan lauk sisa tadi pagi. Nasinya pun meminta sedikit kepada tetangganya. Nenek tersebut tetap tabah menjalani semua kehidupannya itu. Ia selalu optimis dan berikhtiar.  

      Itulah postingan cerpen tentang Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat terhibur dari cerpen tentang Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan diatas. (Baca juga cerpen lain dalam versi Bahasa Inggris pada : STORY OF A WOODCUTTER AND THE ELF)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *