Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak

Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak

Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak

Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak

Sent by : Aqiela Sausan

Instagram : @aqielakarima

      Alkisah, disebuah desa terdapat seorang wanita yang menjual rujak. Rumahnya terletak dibelakang. Rujaknya dijual dengan harga lima ribu rupiah. Tetapi, rujak itu porsinya banyak sehingga banyak para wargag yang membeli rujak itu. Disamping itu, rasanya juga enak dan bumbunya sangat terasa. Ia bekerja sendirian karena suaminya sudah tidak kuat untuk bekerja. Suaminya hanya bisa mencarikan sayur untuk bahan rujaknya. (Baca juga : Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan)

       Pada suatu hari, ada seorang yang membeli rujak itu. “beli rujak satu bu”, kata seorang pembeli tadi. Rujak itu pun selesai dibuat dan seorang pembeli tadi langsuunng memakannya.

      Wanita itu tidak hanya menggantungkan hidup dengan berjualan rujak saja. Pada saat musim hujan, ia pergi ke sawah untuk menanam padi. Memang hasil berjualan rujak tidak seberapa dibandingkan dengan hasil menanam dan merawat padi. Pada saat ia pergi ke sawah, para tetangganya resah karena ia tidak berjualan rujak. “kenapa tidak berjualan rujak?, padahal aku ingin makan siang dengan rujak”, kata salah seorang tetangganya tadi. (Baca juga artikel lain pada : Ikatan Sahabat Dunia Akhirat)

      Terkadang, jika suaminya tidak kuat untuk mencari sayur, Ia harus pergi ke pekarangan milik warga untuk mencari kangkung liar yang tumbuh disana. Pada saat ia mencari sayuran liar, ada seorang tetangganya yang kebetulan sedang berkebun. Tetangganya merasa kasihan terhadap wanita penjual rujak yang berjuang sendirian tadi. “kasihan sekali itu, mencari sayuran sendirian dibawah terik matahari”, kata seorang tetangga tadi dalam hati. Namun, tetangga tadi tidak bisa aberbuat apa-apa.

       Akhirnya, pada saat pergi berkebun, tetangga tersebut juga mencari sayuran liar untuk dimakan dan untuk dikasihkan kepada penjual rujak tadi. Sayuran itu pun dikasihkan dengan senang hati. “ini ada sedikit sayuran, mungkin  bisa untuk bahan rujak anda”, kata seorang tetangga tadi sambil memberi sayuran. “terima kasih banyak bu, ini bisa sangat membantuku. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Identifikasi Isi Paragraf)

      Ada juga seorang anak yang mempunyai pohon bunga turi. Pada saat pohon itu berbunga, anak itu memetiknya dan mengumpulkannya sebannyak mungkin. Hasiil dari memetik bunga turi tersebut adalah untuk dijual kepada penjual rujak tadi. Bunga turi tersebut dijual seharga dua ribu rupiah per kantong plastik.

      Namun, keluarga wanita penjual rujak tadi tidak pernah merasa kurang karena mereka selalu pergi sholat berjammah bersama di musholla dekat rumahnya. Mereka juga tidak pernah lupa bersyukur kepada allah swt karena sudah diberi kesehatan untuk menjalani semua ini. Ia juga mendoakan orang yang sudah memberinya rejeki.

      Itulah postingan cerita yang berjudul Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat terhibur dari cerpen Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak diatas. (Baca juga cerita pendek lainnya dalam versi Bahasa Inggris pada : The Shadow of Dark Death)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *