Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Dikirim oleh : Eka Wahyu Islamia

Email : [email protected]

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

      Disuatu desa  terpencil tinggalah seorang gadis cantik Yang  bernama fathia. Dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayah Fathia berkerja sebagai seorang pemulung dan ibu fathia berkerja sebagai penjual cancimen dijalan. Meskipun begitu Fathia tidak pernah marah ataupun mengeluh karna keadaan keluargaanya. (Baca juga : Amanda famous)

       Berawal dari suatu pagi dimana Fathia berangkat ke sekolah dengan mengambil tas kreseknya Fathia pun berangkat . sesampainya di sekolah Fathia pun dikejutkan dengan panggilan kepala sekolah untuk menemuinya di ruangannya . Fathia pun bergegas menemui pak kepala sekolah . Fathia pun bertanya  “ Ada apa bapak memanggil saya kemari ? apa saya membuat salah “  Bapak kepala sekolah pun menjawab “ Maaf Fathia dengan berat saya mengatakan kamu tidak bisa sekolah disini lagi , karena kamu belum membayar tagihan sekolah sampai saat ini , padahal kamu adalah murid yang pandai dan sopan “ . Fathia “ Apa tidak bisa saya untuk mencicil pak ? “ . kepala sekolah “ Tidak bisa nak ini sudah peraturan sekolah “. Fathia “ Ya sudah pak…..saya minta maaf , saya pamit dulu ya pak  ‘assalammualaikum’ “ . Dengan wajah sedih Fathia pun pulang . Ditengah perjalannan dirinya bertemu dengan teman-temannya , teman-teman Fathia bertanya “ hai Fathia kenapa kamu pulang…apa kamu dikeluarkan dari sekolah karna tidak sanggup membayar? “ dan beberapa temanya pun juga bertanya “ sudah deh ! kamu gak usah susah payah untuk mencari uang buat sekolah kamu tidak akan bisa menjadi sarjanah , jangankan sarjanah lulus SMA kamu putus sekolah kodrat kamu itu seorang pemulung tidak akan pernah bisa untuk sekolah sampai lulus “ . Fathia pun terdiam mendenggar ucapan teman-temannya itu dan pergi meninggalkan mereka disana .

      Sesampainya dirumah hari pun sudah malam dan teryata orang tua Fathia sudah ada dirumah Fathia pun tidak berani bilang kepada orang tuanya dan langsung pergi kekamar untuk sholat  dalam sholatya ia berdoa .

“ Ya Allah bagaimana aku bilang pada orang tua ku tentang apa yang dikatakan oleh kepala sekolah  kapada ku , Aku takut mereka bersedih hanya karena aku tidak bisa sekolah lagi . Teryata orng tua Fathia mendengar doa nya dan bertanhya “ apa maksud kata mu nak ? “ Fathia pun menjawab dengan rasa takut dan cemas “ Iya bu aku tidak bisa sekolah lagi karena belum membayar tagihan sekolah “ orang tua Fathia menangis “ Maaf kan kami nak untuk menyekolahkan ankia satu-satunya saja kami tidak sanggup “ Fathia pun menjawab “ Tidfak apa buk ini semua sudah takdir yang Allah berikan , aku akan membuktikan kepada  mereka bahwa aku bisa suatu saat nanti aku akan menjadi orang yang sukses” dengan bangga orang tua Fathia tersenyum dan memeluk anaknya itu. (Baca juga cerita lain pada : Cermin di Ujung Lorong)

     Pagi pun tiba saatnya Fathia untuk membantu ibunya berjualan cancimen di ujung lampu merah , dengan bahagia Fathia pun berangkat berjualan . Dalam perjalanan Fathia bertemu dengan kakek tua yang kehausan Fathia menghampiri dan memberi satu botol minuman. Kakek “ Kenapa kamu mau membantu ku nak …. aku tidak punya uang untuk membayar minuman ini “ Fathia menjawab “ Tidak apa kek saya ihklas memberi kak” kakek menjawab “ Aku hanya punya buku ini “ kata kakek sambil memberikan buku kepada Fathia “ terima kasih kek , aku akan memanfaatkan buku ini dengan baik “ . Fathia meneruskan perjalanan pulang . Dirumah Fathia membuka buku itu dan diplajarinya teryata buku itu berisi pelajaran lengkap SMA. Setiap hari Fathia selalu membaca terus buku itu . Pada suatu hari ada perlombaan siswa berprestasi Fathia tidak bisa ikut karena faktor uang, orang tua Fathia memberi semangat pada Fathia dan akhirnya dia pun mau ikut lomba itu .

    Lomba pun dimulai semua peserta sudah hadir Fathia berbicara kepada orang tuanya “ ini saatnya Fathia menunjukkan pada mereka bahwa anak seorang pemulung pun bisa jadi sarjana “ . Dimulainya perlombaan pertanyaan demi pertanyaan dijawab oleh Fathia dengan benar dan akhirnya Fathia pun menang sebagai juara pertama dan mendapat beasiswa  sampai perguruan tinggi .

      Itulah postingan cerpen yang berjudul Ku Lewati Rembulan Demi Matahari yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang Ku Lewati Rembulan Demi Matahari diatas. (Baca juga cerita lain dalamversi bahasa Inggris pada : The Cat and Son of Miller

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

2 thoughts to “Ku Lewati Rembulan Demi Matahari”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *