Luka Sejenak

Luka Sejenak

Luka Sejenak

Luka Sejenak

Dikirim oleh : Dwi Ayu Permatasari

Instagram : @dwiayu_23

     Cinta bukan hanya sebuah pengorbanan semata tetapi cinta juga kenikmatan luar biasa jika berlandaskan sang maha pencipta. Angin berhembus tak bertepi . burung berkicau merdu di atas awan layaknya mentari yang bersinar dipagi hari. Di sekolah tempat menimbah ilmu ini, cinta itu mulai terlatih. (Baca juga : Kenangan Dibalik Amnesia)

    Bel berbunyi, tanda pelajaran akan berlangsung. Seluruh murid baru memasuki ruang kelas masing – masing. Tak lupa dua gadis berhijab yang bertemu dan melepaskan  rindu  untuk saling bersatu. Dia adalah  Cantika dan Ayunda. Mereka bersahabat  layaknya  bunga  sepatu  yang mekar  karena  jatuhnya  serbuk sari bersamaan dengan putik. Dia berdua memiliki paras wajah cantik,anggun,elok, dan menarik. Cantika si setia dan Ayunda si penyayang. Mereka duduk di bangku yang sama dengan niat belajar yang sama.

     Lambat laun,di kelas itu Ayunda menyimpan sebuah rasa dengan seorang pria. Yang amat sangat tampan menurutnya. Dengan iman agama yang kuat pada dadanya. Dia bernama Muhammad Ikhsan Ramadhani. Yang kerap dipanggil Ikhsan oleh teman kelasnya. Bukan begitu, Ayunda seorang gadis penghafal quran yang telah mencintai laki-laki berakhlak mulia itu. (Baca juga artikel lain pada : Terlena Pada Ujian Kenikmatan)

   Setiap hari detik demi detik, Ayunda selalu mengawasi gerak geriknya. Tingkahnya, ucapannya, tanpa seseorang pun mengetahui. Terkecuali Jin, Malaikat, dan Sang Maha Pencipta. Begitu jin atau syetan yang membuat nafsu ini tak karuan menyerbu kenikmatan fana’.

   Ayunda kerap muroja’ah quran nya dengan Cantika. Walaupun godaan nafsu untuk melihat lelaki berparas tampan itu selaluu ada. Sampai hafalan itu hampir tersapu oleh gelapnya nafsu.

   Waktu terus berjalan. Bukan cinta yang Ayunda rasa tapi bayangan luka yang selalu menetap di dada. Seorang yang diharapkan Ikhsan itu, telah merajut cinta dengan sahabat karibnya yaitu Cantika. (Baca juga artikel lain pada : Contoh Procedure Text dalam Percakapan)

    Mereka duduk beralaskan kursi dengan berapit kedua dinding cantika mulai bercakap “oh,iya Ayun , aku telah cinta detik ini. Dengan si pecinta sholawat , dengan wajah tampan nan rupawan. Dengan nama IKhsan , dia selalu ada dalam benakku yang akan terus menerus terbayang di mimpi malam ku”. Hati Ayunda seperti teriris oleh tajamnya pedang panglima perang. Tetapi Ayunda tak lagi diragukan kepandaiannya muntuk menyimpan luka. Dia mencoba tersenyum dengan ikut menyetujui hubungannya , seraya membalas ucapannya Ayunda berkata. “oh cantika sahabatku, jika dia mencintaimu , maka cintailah dia sewajarnya saja. Jangan terlalu berlebih , karena cinta yang berlebih bisa saja menimbulkan luka yang abadi”. Cantika mengangguk dan terburu untuk meninggalkan kelas untuk pergi menyantap hidangan tersaji di kantin sekolah.

   Lain dengan Ayunda. Setelah ucapan Cantika berhasil menetap di hati. Yang selalu terbayang di hati. Dengan begitu Ayunda terpaksa harus pergi. Ayunda tau bahwa selayaknya dia menjauh. Menjauh, dari perasaan cinta sia- sia. Cinta yang akhirnya membuat luka hati bertambah. Cinta yang membuat hati mulai lupa dengan Sang Maha Pencipta. Ayunda telah sadar bahwa tidak semua mimpi bisa terwujud. Nafsu mulai meredah. Dengan bersandarkan iman dan taqwa. Ayunda mulai melepaskan Ikhsan demi sahabat karibnya.

   Dan kali ini, Ayunda mulai menyatukan kembali hati yang rapuh. Dengan tebasan debu mulai menyatu. Dengan hati berkokohkan cinta pada sang maha pencipta dengan ukiran luka tertancap di atas sajadah. Bersandarkan iman di dada Ayunda memilih berjuang dan kembali mencintai apa yang selayaknya ia cintai yakni Sang pemilik bumi ini. Pada Ilahi ia kembali.

Akhir cerita Kenangan Luka Sejenak

       Itulah postingan cerpen yang berjudul Luka Sejenak yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang Luka Sejenak diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal USBN Seni Budaya SMA)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Luka Sejenak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *