Mandiri Tanpa Manja Orang Tua

Mandiri Tanpa Manja Orang Tua

Mandiri Tanpa Manja Orang Tua

Mandiri Tanpa Manja Orang Tua

Dikirim oleh : Anisa Fitri Khoirul

Tuhan..

Dulu sempat ku berfikir..

Apakah bisa keluargaku bersatu kembali..

Apakah bisa keluargaku lengkap seperti dulu lagi..

Namun..

Itu semua sudah tidak memungkinkan..

Orang tuaku memilih perpisahan..

Mungkin itu yang terbaik bagi mereka..

Tapi sesungguhnya tidak bagi anak-anak mereka..

(Baca juga : Doa Untuk Aku Ayah Dan Ibu)

Yang sebenarnya..

Kita adalah korban dari perceraian..

Aku dan kakakkulah korbannya..

Sungguh berat rasanya..

Sejak kecil kita tumbuh..

Tanpa kasih sayang orang tua yang lengkap..

Tapi kita hanya bisa diam..

(Baca juga artikel lain pada : Tiada Pelangi Sebelum Hujan Turun)

Sejak kecil..

Kita dituntut secara otomatis..

Untuk bisa hidup mandiri..

Tanpa dimanja oleh orang tua..

Harus mengerti dengan keadaan..

Dan tanpa perhatian lebih dari orang tua..

(Baca juga artikel lain pada : Istri Kita Wanita Yang Paling Cantik)

Tetapi semua itulah..

Yang membuat kita jadi lebih mandiri..

Ketika kita dewasa..

Terbiasa sudah dengan semua hal itu..

Sehingga Insya Allah..

Kita akan jadi anak yang kuat dan tegar..

      Itulah postingan puisi tentang keluarga dengan judul Mandiri Tanpa Manja Orang Tua yang telah dikirimkan oleh salah seorang sahabat kita yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari postingan puisi keluarga tentang Sepasang Insan Terhebat diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal tentang Present Continuous Tense)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *