Nasihat Terindah Sang Ayah

Nasihat Terindah Sang Ayah

Nasihat Terindah Sang Ayah

Dikirim oleh : Galuh Ratulangi

e-mail : [email protected]      

NASIHAT TERINDAH SANG AYAH

      Di desa terpencil hiduplah seorang anak perempuan bernama Aisyah. Dia hidup sebatang kara karena orang tuanya meninggal  2 tahun yang lalu. Saat itu usia Aisyah masih 12 tahun. Semenjak orang tuanya meninggal Aisyah sering termenung. Tetapi Aisyah adalah gadis yang mandiri dan cerdas. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Aisyah berjualan kue keliling dari kampung ke kampung. Karena mempunyai rasa yang istimewa, setiap hari kuenya ludes terjual. Walau pun hasilnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi Aisyah tidak pernah lelah berjualan. (Baca juga : Tasbih Pengantar Hijrah)

        Pada suatu hari, Aisyah berjualan agak terlambat karena dia bangun kesiangan. Dia mulai berteriak

      “Kuenya ayo dibeli mumpung masih hangat, kue-kue?”

       Karena sinar matahari yang terik Aisyah sangat lelah dan haus. Dia berhenti sejenak dibawah pohon yang rindang untuk berteduh dan beristirahat. Saat dia ingin minum tiba-tiba dia terhenti karena melihat pohon itu mulai mengering. Dia bergumam

      “Kasihan sekali pohon ini, dia mulai mengering lebih baik air ini kusiramkan saja ke pohon ini.”

       Setelah itu dia melanjutkan untuk berjualan.Di tengah jalan dia melihat keluarga yang sedang duduk bersama-sama menikmati es buah dibawah terik matahari yang cerah. Dia melamun dan bergumam

      “Andai ibu dan ayahku masih ada, mungkin aku bisa sepeti keluarga itu. Ah sudahlah lebih baik aku lanjut berjualan.”

       Tanpa ia sadari hari sudah mulai gelap, sedangkan kue Aisyah masih belum terjual satu bungkus pun. Mau tidak mau Aisyah harus pulang karena sudah malam. Sesampainya Aisyah dirumah ia duduk di teras dan bergumam

      “Kenapa nasib ku seperti ini. Hari ini kue tidak terjual satu bungkus pun.” Dia mengeluh

       Lalu ia membayangkan saat kebahagiaannya saat ia bersama Ayahnya. Tiba-tiba dia ingat nasihat yang diberikan oleh Ayanya.

      “Aisyah, kita tidak boleh putus asa,menyerah, ataupun mengeluh. Bekerja keras,berusaha, berdoa, dan selalu bersyukur itulah yang terpenting. Karena dengan itu impian kita bisa terwujud. Jalani lah semuanya dengan ikhlas.” Ucapan sang Ayah

      “Benar kata Ayah, aku tidak boleh mengeluh aku harus semangat.” Gumam Aisyah. (Baca juga artikel lain pada : Aneh Semua Orang Acuh)

        Keesokan harinya Aisyah berjualan dengan semangat. Di jalan ada seorang pemuda yang membeli kuenya. Pemuda itu mengatakan bahwa kue yang di buat Aisyah sangat enak. Pemuda itu pun menawarkan pada Aisyah untuk bekerja sama dengannya.

      “Apakah kau mau bekerja sama denganku. Jika kau mau setiap harinya aku akan mengambil 10 kardus kue mu dengan rasa yang berbeda. Dan aku akan memberikan gaji yang lumayan banyak untukmu.” Ucap pemuda itu.

     Dia berfikir dan dia bergumam bahwa mungkin ini keberuntunganku.

      “Baiklah aku terima tawaranmu, aku mau bekerja sama denganmu.” Ucap Aisyah.

       18 tahun  kemudian Aisyah menjadi orang sukses. Dia memiliki toko roti yang terkenal.

      “Terima kasih atas nasihat terindah mu Ayah. Aku akan selalu mengingatnya.” Gumam Aisyah sambil memandang foto Ayahnya.

      Itulah postingan kisah inspiratif berupa Nasihat Terindah Sang Ayah yag telah dikirimkan oleh salah seorang sahabat kita yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari postingan kisah inspiratif tentang Nasihat Terindah Sang Ayah diatas. (Baca juga artikel lain dalam versi bahasa Inggris pada : An Owl and Dove)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Nasihat Terindah Sang Ayah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *