Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona

Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona

Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona

Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona

       Alhamdulillah disana… bahkan dimana-mana saat ini sudah banyak yang memperhatikan Pejuang Kesehatan, Ojol, Pedagang Kaki Lima, dll.

       Tapi coba siapa yang memperhatikan guru-guru ngaji kita (ustadz/ Ustadzah) yang sudah sebulan lebih hanya berdiam dirumah karena semua majelis DITUTUP: (Baca juga artikel lain pada : 2020 Lulusan Pertama Tanpa UNBK Akibat Virus Corona)

😭 Kultum Tutup = Rp 0

😭 Rutinan Tutup = Rp 0

😭 Jum’atan Tutup = Rp 0

😭 Isro mi’roj Tutup = Rp 0

😭 Tahlilan Tutup = Rp 0

😭 Tasyakuran Tutup = Rp 0

😭 Hajatan tutup = Rp 0

😭 Kuliah/ceramah romadlon tutup = Rp 0

😭 Magrib mengaji tutup = Rp 0

😭 Pesantren kilat tutup = Rp 0

Jumlah pendapatan Rp 0

Pengeluaran tidak terhitung.

Coba siapa yang telah memperhatikan ustadz/kiyai?

“Oh Iya, kalau para Ustadz/kyai mah bisa tawakkal, sabar” celotehnya orang-orang yang tidak peduli.

Heyy… Ustadz/Kyai juga manusia…. Beliau-beliau punya kulaarga, siapa yang peduli?

Mereka sekalipun tidak berkeluh kesah pada orang lain, mereka memiliki tatakrama malu.

Semoga semua tergerak hatinya untuk peduli terhadap para ustadz/Guru² ngaji Kita.

EMPATI PADA GURU NGAJI KITA

       Jantung ini menghentak kencang saat mendengar cerita sahabat bahwa banyak ustadz/ustadzah, guru² ngaji, penceramah di pelosok² sekitar daerah yang diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk pencegahan virus Corona atau COVID-19, tetap sabar menghadapi kondisi ini, mereka tidak menjerit² meminta bantuan karena penghasilan kurang bahkan hilang.. mereka tetap bersyukur terhadap cobaan ini dan taat terhadap ketentuan ulil amri untuk di rumah saja.. (Baca juga artikel lain pada : Sejarah Singkat Negara Kamboja)

Ada seorang ustadz yang menelepon ustadz lainnya untuk meminjam beras karena persediaan dirumah habis..

Ada ustadz yang meminjam rupiah hanya untuk membeli lauk makan keluarga di rumah..

Ada ustadz yang menjual dan menggadaikan barang² mereka diam² untuk kebutuhan makan sehari hari keluarganya itupun kalau ada yang dijual.

Ada juga ust yg blak2an curhat kpd ustadz yang dia anggap berkecukupan….

1. saya rawan pangan,kang!

2. saya sklrga tidak punya penghasilan, dipecat.

3. saya bingung ke mana cari makan……dsb

       MasyaaALLAH…..mereka tidak mengemis… mereka lebih memilih jalan berhutang, jual barang dan gadaikan barang agar setelah ujian ini usai.. Insya Allah bisa mereka kembalikan..

       Kita bisa berempati dengan para ojol yang masih punya peluang mencari nafkahnya.

       Padahal seharusnya kita juga berempati kepada para ustadz kelas “medioker” yang istiqomah berdakwah dari satu kampung ke kampung lain.. dari masjid ke masjid lain. (Baca juga artikel lain pada : Nasehat Ibu Yang Cantik)

       Mereka (para Ustadz) Berharap Agar musibah ini Allah segera di angkat dari muka bumi ini. Padahal ditutupnya sampai batas waktu kapan kita tidak bisa ditentukan..

       Kepada para Sahabat kaum  muslimin dimanapun berada Apabila kita punya niat untuk bersedekah membantu sesamanya.. apalagi menjelang bulan Ramadhan penuh berkah ini, maka letakkan para ustadz/ guru² tersebut pada list paling atas daftar yang akan kita sedekahkan.. tak perlu ditanya apakah mereka butuh atau tidak… karena pasti nya mereka akan menjawab dan mengucapkan Alhamdulillah ya Allah…

       Jadikan mushibah ini untuk lebih meningkatkan ke Imanan dan keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala…

🙏🙏🙏😭🤲🤲🤲😭🙏🙏🙏

       Itulah postingan kami yang berkaitan dengan Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan yang berkaitan dengan Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona diatas dapa membawa manfaat bagi kita semua. (Baca juga artikel lain pada : Soal Seni Rupa Dua dan Tiga Dimensi)

2 thoughts to “Obrolan Tentang Guru Ngaji-Ustadz Terdampak Virus Corona”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *