Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Rindu Belaian Kasih Ayah

Dikirim oleh : Aldhea Reza Rahmadhani

e-mail : alrezrahmadhani03#gmail.com

Facebook : Alrez Guardiola

Ayah…

Tak pernah ku temukan sosok wajahmu

Tak pernah ku rasakan hembusan nafasmu

Belaian kasihmu pun tak pernah ku dapatkan

Dimanakah kau ayah…

(Baca juga puisi lain pada : Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh)

Ayah…

Ku rindukan masa-masa bersamamu

Ku cari-cari sosok dirimu

Ku berlari dan terus berlari mengejar bayangmu

Tanpa lelah dan letih ku menunggu kedatanganmu read more

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi

Dikirim oleh : Nandina Salsabilla

Instagram : @nandina_salsabilla1403

e-mail : [email protected]

Dia yang dulu membuatku tersenyum,

Dia yang membuat hari bermakna

Dia yang selalu ceria,

Dia dengan tingkah lucunya

Dan tiada apapun dia telah lupakan aku,

Dia yang kini buatku kecewa

(Baca juga puisi lain pada : Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan)

Semu  dan sepi kehidupanku.

Tiada lagi canda tawa,

Tiada senda gurau

Senyuman itu hilang,

Dulu yang selalu merindukanku read more

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi

Dikirim oleh : Andriano

Menemukanmu dalam tidur,

Hanya akan membuatku lebur.

Menjadi debur kesekian yang lelah menggoda karang.

Kamu adalah timur,

Ketika aku tidak mampu menjadi barat,

Yang menjadikanmu tertambat.

(Baca juga puisi lain pada : Senandung Sunyi Kemiskinan)

Sedangkan malam,

Selalu memberi petunjuk agar aku tetap tersesat.

Masuk ke lorong sepi agar aku tidak perlu sibuk menepi.

Kamu berdiri di persimpangan,

Dan aku lupa cara berjalan.

Aku hanya mampu berbisik pada kupu-kupu bersayap biru, read more

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Kehadiranmu Berhasil Membuatku Tersenyum

Dikirim oleh : Kuny Zakiyya

Instagram : @kunyyzakiyyaa

Hari demi hari

Waktu demi waktu

Detik demi detik

Kulewati dengan adanya kamu di dunia ini

Meskipun kehadiranmu tidak seperti apa yang aku inginkan

Tetapi kamu berhasil untuk membuatku tersenyum

Seakan – akan aku ini orang yang paling beruntung di dunia ini

Yaitu dengan adanya kamu hadir di duniaku

(Baca juga puisi lain pada : Kehilangan Sahabat Berbagi Cerita)

Terima kasih kau telah membuatku bahagia dengan caramu itu read more

You Have to Love Yourself

You Have to Love Yourself

You Have to Love Yourself

You Have to Love Yourself

Sent by       : Rina Agustin

Instagram : @rina.agustin.1232760

 

Love yourself with all your heart

Don’t hate yourself

Don’t hurt yourself

Don’t injure yourself,

But try to love yourself

(Also read other poem at : Accept Everything For Love)

Believe yourself,

So that you can love yourself

It is not difficult to love yourself,

But you have to believe yourself

Do it what you want

Without other people talk about you and people see

(Also read other article at : Reservation Check-in and Check-out the Hotel) read more

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Cinta Tidak Harus Memiliki

Dikirim oleh : Ananta Oktaviya

Instagram   : @anantaoktaviya

Cintaku…………….

Saat pertama mengenal dirimu

Ku melihatmu dan memperhatikanmu dari kejahuan

Ku mengagumimu dengan sikapmu yang begitu baik

(Baca juga : Mengukir cinta di atas luka)

Cinta…………….

Di saat dengan jalannya waktu berhari-hari

Ku mulai tumbuh rasa cinta kepadamu

Waku itu tidak di ketahui olehmu

(Baca juga artikel lain pada : Pengertian dan Contoh Majas Anafora) read more

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Jalan Terjal Mengarungi Kehidupan

Dikirim oleh AMANDA SEPRIA IKA WATI

Jalan hidup ini memang berliku dan terjal

Bagaikan tebing tanpa titian dan pegangan

Hanya seutas tali yang diikatkan pada pinggang

Sebagai penopar agar mampu untuk mendakinya

(baca juga puisi lain pada : Diatas Sajadah Terucap Doa)

Kehati-hatian penunjuk jalan

Kewaspadaan jadi sebuah pedoman

Karna bila sekali saja terjatuh maka imanlah yang melayang

Sekali terjerumus maka keyakinan mulai sirna

(baca juga artikel lain pada : Pantun Lelucon Jowo) read more

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Dikirim oleh : Fidiya Dina Arianti

Instagram : @fidiyaaa_dinaaa

Ayah ku…

Engkau adalah laki-laki yang hebat

Engkau adalah laki-laki yang tangguh

Engkau bisa memenuhi kebutuhan ku dan ibu ku

Engkau bekerja dari pagi pulang malam tetapi engkau tak pernah mengeluh

Demi memenuhi kebutuhan ku

(Baca juga puisi lain pada : Tekad Seorang Ayah)

Ayah….engkau bekerja keras demi keluarga mu

Agar keluarga mu bisa makan bisa minum dan bisa membeli apa yang dia inginkan read more

Semangat Perjuangan Pahlawan Indonesia

Semangat Perjuangan Pahlawan Indonesia

Semangat Perjuangan Pahlawan Indonesia

Semangat Perjuangan Pahlawan Indonesia

Dikirim oleh : Desy Amelya Putri

Desiran jantung mengiringi kobaran semangat membara.

Menepis angin menembus luka.

Waktu terus berputar menerjang segalanya.

Getir,pahit,dan ketakutan selalu terngiang dalam jiwa.

(Baca juga puisi lain pada : Karena Pahlawan Aku Merdeka)

Namun, semua harus dilawan dengan semangat ambisinya.

Doa,usaha dan ikhtiar terus mengiringinya.

Maju tanpa rasa gentar tetap dalam semboyan kita.

Keberanian dan tekad adalah kunci utamanya.

(Baca juga artikel lain pada : Rona Kehidupan Keluarga Roda) read more

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Dikirim oleh : Mochammad Halim Ferdiawan

Dulu sering ku lihat hamparan hijau

Sawah beratapkan langit biru

Kiri kanan sawah, tengahnya sungai

Di antara gunung, matahari terbit malu-malu

(Baca juga : Pesona Desa Yang Permai)

Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan

Kini tanahku berwarna abu

Lama kucari tanah becekku

Tapi kenapa sekarang tak nampak?

Cemara kehidupan tinggi menjulang

Yang menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan

Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh read more