Pemimpin Bukannya Pemimpi

Pemimpin Bukannya Pemimpi

Pemimpin Bukannya Pemimpi

Dikirim oleh : Ardelia Zilullah Supendi

Instagram : @adelia_zilndi

Pemimpin Bukannya Pemimpi

      Menjadi pemimpin tidaklah harus memiliki banyak kelebihan setidaknya kita harus tegas dan memiliki kewibawaan, itu menurutku. Kalian tahu, aku memiliki seorang sahabat yang bernama Abbay Daniswara memang tampan dan gagah sih, tapi apa kalian tahu ia adalah seorang pemimpi berat, ia selalu memimpikan tentang kejadian yang tidak masuk akal, kekanak – kanakan sekali bukan, padahal umurnya sudah 18 tahun. (Baca juga : SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU)

      Bel masuk sudah berbunyi tetapi Abbay masih tetap berbaring di lapangan berumput “pasti Abbay sedang bermimpi yang aneh aneh “ pikir ku, dia termenung menatap langit yang biru, dengan cepat aku menghampirinya dan langsung memarahinya”Abbay kamu nggak masuk kelas udah bel masuk tuh”marahku, Abbay adalah sahabat dekatku sejak SMP,  “eh, iya udah bel masuk aku kok nggak kedengaran yah ?” jawabnya,sambil menggaruk- ngaruk kepalanya, “duh baru nyadar kamu tuh bengong kayak gitu udah setengah jam tau”jawab ku,dengar heran Abbay menjawab,”eh, udah lama banget yah aku bengong nya?”

      “Kelamaan malah”jawab ku, meskipun Abbay orangnya ngeselin tapi dia baik hati dan suka menolong teman yang lagi dalam kesulitan.”hehehehehe,iya maaf”jawab Abbay sambil cengengesan,”udah ayo kita masuk ke kelas udah ditungguin Bu Tiwi tuh”tegur ku,

      ”iya iya dasar cewe bawel”Abbay mengerutu, kami pun menuju ke kelas dengan berlari karena jam pelajaran Bu Tiwi akan segera di mulai, Bu Tiwi adalah wali kelas kami.”ngomong-ngomong kamu tadi bengongin apa sih?”tanyaku dengan penasaran , “iihhh, kamu kepo yah….”Abbay ngeledek, “emangnya nggak boleh aku tanya?”jawabku  , “bolehlah, aku tadi bayangin kalau aku mau jadi AKBRI”jawab Abbay,teman ku yang satu ini punya banyak cita cita,”cita citamu banyak banget sih bay, yang mulai dari Presiden, insinyur, dokter,eh…. sekarang malah mau jadi AKBRI”celoteh ku,”terserah kamu deh”jawab Abbay.setelah sampai di kelas kita langsung bersalaman dengan Bu Tiwi dan mengikuti pelajarannya. Ternyata Bu Tiwi mengumumkan materi yang akan keluar pada saat Ujian Nasional.

      ”Ujian Nasional sudah sebentar lagi, sudah kurang 2 minggu lagi kalian harus belajar lebih giat”ujar Bu Tiwi

      Bu Tiwi hanya mengatakan itu lalu ia pergi .

      Setelah sekolah selesai aku melihat papan pengumuman ternyata disana ada selebaran kertas tempat duduk untuk Ujian Nasional, ternyata aku dan Abbay tidak satu ruangan. Abbay ada di ruangan 4 dan aku ada di ruangan 6 “yah, nggak seruangan sama Abbay”ujarku, sejak saat itu aku jarang bertemu Abbay. Ujian Nasional sudah hampir tiba tetapi aku sama sekali belum bertemu dengan Abbay. Aku berfikir akan pergi kerumah Abbay tetapi tidak ada kesempatan karena aku sibuk memersiapkan diri untuk Ujian Nasional. Ujian Nasional pun tiba dan aku belum bertemu dengan Abbay, akhirnya aku lupakan dulu soal Abbay karena Ujian akan segera berlangsung. Ujian Nasional selesai dalam empat hari, tetapi Abbay masih tidak kelihatan juga.”kemana sih Abbay udah 1 minggu nggak keliatan batang idungnya”omelku. Pada saat itu pengumuman kelulusan sudah di bagikan. Sesudah pengumuman aku langsung keruangan Abbay dan langsung bertanya kepada pengawas ruangan.”permisi pak  saya mau tanya Abbay Daniswara sudah pulang atau belum?”tanyaku, pengawas itu masih mengecek data siswa,”Abbay? Oh, dia sudah pulang bersama orang tuanya tadi.”jawab pengawas,”oh, terima kasih pak.”, ‘Ternyata sudah pulang ya.’, batinku kecewa. (Baca juga artikel lain pada : Keledai dalam Sumur Tua)

      Lalu aku pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, setelah sampai di rumah aku memikirkan tentang Abbay, “kemana sih Abbay selama ini, kok nggak kelihatan sama sekali”ucapku, sambil berbaring di tempat tidur, lalu aku memutuskan untuk pergi kerumah Abbay, pada saat perjalanan kerumah Abbay, eh… ternyata Abbay lagi enak enakan duduk melamun ditaman, dengan cepat aku menghampiri Abbay “Abbay selama ini kamu kemana aja sih”omelku, Abbay masih melamun saja tidak menghiraukanku, “Abbay, kamu nggak denger apa aku bicara tadi”marah ku, sambil tersontak kaget Abbay langsung berdiri,”eh…. melysa, hehehehe sorry nggak kedengeran, sini mel duduk dulu” , aku pun duduk di samping Abbay,”Abbay kamu selama ini kemana aja sih?”tanyaku.”Aku mel?”tanya Abbay balik, “iya lah kamu, kemana aja sih selama ini kok nggak kelihatan sama sekali?, waktu ujian nasional pun nggak kelihatan sama sekali, kamu kemana aja?”tanyaku panjang lebar, “Aku selama ini nggak kemana mana kok mel, aku hanya berusaha untuk lulus ujian nasional, kamu selama ini nggak ngelihat aku sama sekali karena aku belajar dengan giat dan aku mengikuti tes seleksi AKBRI”penjelasan Abbay panjang lebar,

      “hah….. kamu mau jadi AKBRI bay, aku kira itu cuma cita cita hayalanmu aja”jawabku dengan kagetnya, “iya, mel aku mempunyai tekad untuk jadi AKBRI, padahal itu dulu hanya angan angan ku aja, tapi kok aku kepingin banget, jadi aku coba deh”jawab Abbay sambil tersenyum manis, “syukurlah kamu udah memilih keputusan yang tepat, aku doa in semoga kamu keterima menjadi seorang AKBRI, dan menjadi seorang pemimpin bukanya pemimpi.”jawabku dengan gembira. Semenjak Abbay daftar menjadi AKBRI lambat laun ia meninggalkan kebiasaan nya yaitu bermimpi. Karena Pemimpin bukannya pemimpi

      Itulah postingan cerpen tentang Pemimpin Bukannya Pemimpi yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat terhibur dari cerpen tentang Pemimpin Bukannya Pemimpi diatas. (Baca juga cerpen lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Flatus of Abu Nawas

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

2 thoughts to “Pemimpin Bukannya Pemimpi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *