Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan

Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan

Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan

Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan

Dikirim oleh : Agnest Lauren Firdaus

Instagram : @lfirdaa

       Di sebuah Sekolah  yang sama terdapat dua orang saudara kembar yang sangat identik bahkan hampir tidak bisa dibedakan, mereka adalah Rina dan Rani. Rina mempunyai seorang teman bernama Vando  ia sangat baik dan cukup pintar dalam beberapa bidang pelajaran, tidak lupa Rina juga mengenalkan Vando  pada Rani, akhirnya mereka bertiga pun menjadi sahabat, kemana-mana mereka selalu pergi bersama. Rupanya Rina dan Rani menyimpan hati pada Vando, namun mereka tak berani untuk saling bercerita. (Baca juga : Situasi yang Membelenggu Asa)

“Adik!!!” Teriak Rina sepulang sekolah.

“Ihh berisik banget, ada apa sih kak?” Ucap Rani kesal.

“Hihi, maaf, kamu tahu gak malam minggu nanti kakak diundang dinner di restoran yang berbintang!” Ucap Rina.

“Apa kak? Kita diundang dinner?” Teriak Rani.

“Tapi dek, Vando  cuma undang kakak doang.” Jelas Rina.

“Apa? Kenapa gitu? Kita itu ke mana-mana selalu bertiga kenapa sekarang kalian cuma pergi berdua?” Tanya Rani.

“Mana kakak tahu, yang jelas dia cuma undang kakak.” Tutur Rina.

“Tapi aku juga mau ngerasain dinner di restoran berbintang itu.” Bentak Rani.

“Apa yang harus dilakukan, tidak mungkin kita pergi berdua.” Ucap Rina.

“Kita tidak perlu pergi berdua, kamu sayang kan sama aku?” Ucap Rani.

“Itu sudah pasti, lalu bagaimana caranya?” Tanya Rina.

“Kalau kamu sayang sama aku, kamu harus rela menukar posisi, biarkan aku yang pergi dinner, dan kamu diam di rumah.” Jelas Rani.

“Tapi mana mungkin dia pasti tahu.” Ucap Rina.

“Dia tidak akan tahu, kita ini kembar, hanya sifat kita yang membedakan, aku bisa berubah jadi pendiam seperti kamu, ayo buktikan kalau kamu sayang sama aku dan kamu mau membahagiakan aku.” Ucap Rani dengan nada suara yang tinggi. (Baca juga artikel lain pada : Mburu Ilmu Kanggo Nguber Cita-Cita)

“B-b-baiklah, malam nanti kamu yang pergi.” Ucap Rina.

 “Bagus, itu baru kakakku.”

Malam minggu pun tiba kini Rani menyamar jadi Rina dan pergi untuk makan malam bersama Vando. Setelah sampai di restaurant yang dituju Rani pun mengetahui kalau Vando akan memberikan kejutan untuk Rina,

 “Oh, pantas saja Vando tak mengundangku, rupanya dia mempunyai kejutan untuk Rina, maaf Rina karena yang akan menikmati semua ini adalah aku.” Ucap Rani dengan senyum liciknya. Di balik itu semua, Vando juga mengungkapkan isi hatinya pada Rina palsu.

“Rina kamu mau kan jadi pacar aku?” Tanya Vando.

Rani yang mendengar itu terkejut namun ia mendapatkan ide agar Vando lebih menyukai dirinya.

“Maaf Vando, aku tahu adikku Rani lebih mencintaimu, jadi lebih baik kamu berhubungan dengan Rani bukan denganku.” Ucap Rina palsu itu.

 “Kenapa? Aku menyiapkan semua ini untuk kamu Rina bukan untuk Rani.” Ucap Vando.

 “Karena aku tidak mencintaimu. Ku mohon kejar cinta Rani, kalau kamu benar sayang sama aku.” Ucap Rani dengan penuh harapan.

 “Baiklah kalau itu kemauan kamu, aku akan melupakan kamu dan akan mulai mencintai Rani, puas kamu sekarang?” Ucap  Vando sambil meninggalkan Rina palsu itu.

 Sementara itu Rini hanya tersenyum penuh kemenangan. “sebentar lagi Vando akan jadi milikku, milik Rani.”

Benar saja semakin berjalannya waktu Vando  semakin dekat dengan Rani dan mulai menjauhi Rina, ini membuat Rina bingung, saat Rina menyapa Vando, sapaannya tidak dibalas sama sekali. Akhirnya Rina memutuskan untuk bertanya kepada Rani. (Baca juga artikel lain pada : Woman in Soundless Flatus)

“Emang aku tahu apa yang ada di pikiran Vando, pastinya gak lah.” Jawab Rani, kebetulan Vando  sedang lewat dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

 “Apa ini ada hubungannya sama dinner kamu dan Vando, ayo jelaskan pembicaraan kalian saat makan malam dengan Vando.” Ucap Rina.

“Kakak apaan sih, jadi kakak nuduh aku yang enggak-enggak?” Ucap Rani.

“Bukan begitu, tapi semenjak kalian dinner, sampe sekarang sifat Vando sama aku itu aneh banget.” Ucap Rina.

“Jadi yang dinner sama gue itu Rani?” Ucap Vando dalam hati.

“Kenapa kakak gak tanya sendiri aja sama Vando?” Ucap Rani.

 “Jawaban yang sebenarnya adalah Rani bilang agar aku menjauhi kamu Rina, dia juga bilang bahwa aku harus kejar cintanya Rani.” Jelas Vando yang tiba-tiba datang membuat Rani malu.

“Jadi selama penyamaran kamu jadi aku, kamu jelek-jelekin nama aku? Keterlaluan kamu Rani.” Ucap Rina.

“Seharusnya kalian tahu, aku ngelakuin semua ini karena aku cinta sama Vando.” Ucap Rani.

“Tapi cinta itu tak bisa dipaksa Rani, seharusnya kamu ngerti itu!” Ucap Vando .

“Kenapa kamu lebih memilih Rina? Apa kelebihan Rina yang tidak aku punya? Wajah kita sama, semuanya sama.” Ucap Rani sambil menangis.

“Sifat Rina yang tidak kamu miliki, sudahlah Rani, malu dilihat banyak orang.” Ucap Vando.

“Biarkan mereka tahu, aku gak peduli, biarkan mereka tahu bahwa seorang Rani hanya akan mengemis cinta pada seorang Vando. Hanya Vando.” Teriak Rani.

“Sudahlah di antara kita tidak akan ada namanya cinta, kita bertiga hanya akan menjadi sahabat, setuju?” Ucap Rina.

“Tapi Rina?” Bantah Vando.

“Sudahlah Vando, ayo Rani kita berjanji hanya akan menjadi sahabat.” Ucap Rina.

Mereka pun berjanji hanya akan menjadi sahabat, dan tidak ada lagi pertentangan di antara mereka.

       Itulah postingan cerita pendek yang berjudul Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita pendek tentang Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal PTS IPA Kelas 8 Semester 1)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

2 thoughts to “Pengorbanan Cinta Demi Persahabatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *