SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU

SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU

SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU

Dikirim oleh : Meirani Maulidya

Instgram : @raani503        

SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU

“Zahraaaa….. ayo bangun sholat subuh nak!” teriak ibuku dari dapur.

“Bentar dulu dong bu,ini masih pagi buta nih,ngantuk.” Kataku dengan mata masih terpejam

Inilah yang selalu membuat ku malas,ibuku selalu menyuruhku sholat,lebih lagi sholat subuh yang masih sangat pagi sekali. (Baca juga : Makna Sebuah Persahabatan)

“ayo bangun nak,waktu subuh itu sangat singkat. Ayo bangun…”  ibuku menarik selimut yang aku pakai.

“Lagian buat apa sih bu sholat subuh itu,ngaak penting banget!! Ibu selalu bilang allah akan mengabulkan permintaan hambanya ,tapi nyatanya apa? Dari dulu nggak pernah dikabulkan. Males tau bu!!!!” mukaku memerah karena amarah.

“Astagfirullah istighfar nak… tuhan belum mengabullkan permintaan kamu karena kamu sholat nya belum tekun,ayo sholat yuk bareng sama ibu.” Ucap ibuku

“Males banget tau nggak,buang-buang waktu aja.” Aku berdiri dan langsung mengambil air wudhu.

Setelah selesai sholat aku mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.

Aku tinggal dirumah hanya berdua dengan ibuku,ayah ku meninggal saat aku masih kelas 3 sd. Aku biasa saja saat mendengar bahwa ayahku sudah meninggal,itu semua karena mungkin hukuman illahi. Ayah dan ibuku bercerai saat aku berusia 7 tahun. Ayah ku tidak pernah mengurus dan memberi nafkah pada kami. Ibuku kerja banting tulang sendiri untuk ku. Akhirnya,ibuku memberi gugatan cerai pada ayah dan aku memilih untuk ikut dengan ibu. Setelah ayah dan ibu sudah sah bercerai,kami tinggal di kampung halaman ibu,nenek memberi warisan rumah pada ibu,syukur tuhan  berbaik hati pada kami. Setelah 2 tahun berlalu aku mendengar kabar bahwa ayahku meninggal.

                   “Zahra,udah ngerjain PR belum? Sulit banget deh PR nya.” Ucap temanku rina menghampiriku yang baru saja masuk ke kelas.

“udah,salin aja tuh. Buku nya ada di dalam tas,ambil aja nggak papa.” Aku menidurkan kepala ku dimeja yang penuh coretan bolpoin.

Setelah mendengar apa yang ku katakana,Rina langsung mengambil buku di dalam tas ku…

“Kriingggg.” Bel masuk berbunyi,guru bahasa inggris ku pun masuk ke kelas dan menyuruh untuk mengumpulkan PR.

Saat semua sedang mengumpulkan tugas mereka masing-masing,terdengar suara pengumuman. (Baca juga cerita lain pada : Pelajaran dari Tukang Sate)

“Panggilan kepada seluruh ketua kelas harap berkempul di aula.” Terdengar suara pengumuman tersebut.

Rendi,si ketua kelas langsung meminta izin kepada guru bahasa inggris untuk berkumpul di aula.

Setelah 15 menit sosok rendi pun kembali dan membawa secarik kertas.

“Teman-teman hari ini kita pulang pagi karena ada rapat penting di sekolah. Ini absen nya,dan jangan rebutan,oke?” rendi pun kembali duduk ke bangku nya dan mengambil tas.

                   Aku pun keluar dari gerbang sekolah dan menunggu angkutan umum datang. Tapi  ini masih jam 9,mana ada angkot yang lewat. Angkot biasanya adanya pukul 12 siang di daerah sekolahku.

Aku pun memilih jalan kaki saja walaupun rumahku limayan jauh. Seperti biasanya,aku mengambil earphone dari tasku dan memasang nya di telinga ku,aku memutar lagu kesukaan ku. Saat aku hendak menyeberang,aku tak mendengar suara klakson truk karena sedang memakai earphone dan tiba-tiba….

“BIIMMMM BIIMMMM MBAK MINGGIR AWASSSS!!!!!”

“AAAARRHHHHHHHH….”

Apakah ini adalah akhirku? Selamat tinggal ibu,semuanya… batin ku didalam hati.

      Aku terbangun dan merasakan pusing di kepalaku,apa ini surga? Dimana aku sekarang?

“Anda sudah bangun?sebentar saya periksa dulu,semuanya normal dan jantungnya pun juga normal.” Ucap suster tersebut membuatku bingung,ternyata aku masih hidup,syukurlah.

“ini rumah sakit sus? Dimana ibu saya dan siapa yang membiayai seluruh pengobatan saya? Tanyaku bertubi-tubi.

Tiba-tiba ada seseorang masuk dan menyuruh suster tersebut untuk pergi.

“Apakah anda Darari Fathin Azzahra?” bagaimana bisa dia mengetahui nama ku. Dia sepertinya seumuran denganku.

“iya saya Zahra,anda siapa? apakah anda yang membiayai pengobatan saya?” ucapku dengan tenang.

“Saya Leo,saya yang membawa anda kesini dan ibu anda sendiri yang membayar seuruh administrasi.” Ucap leo dengan khawatir.

“Benarkah?? Lalu dimana sekarang ibu saya?” ucapku histeris.

Leo hanya diam dan kemudian dia menjawab.

“Ibu anda ada didalalam diri anda sendiri,diaaa diaaa dia mendonorkan jantungnya untuk anda karena saat itu jantung anda tidak berfungsi dan akhirnya dia mendonorkan jantung nya sendiri.” Hatiku seakan teriris mendengar apa yang dia bicarakan,dia pasti sedang bercanda.

“Anda sedang tidak bercanda bukan?” ucapku menatap wajahnya.

Dia menggeleng pelan dan berkata,

“Sabarlah,ini ada surat dan kado dari beliau untuk anda. Dia berkata pada saya untuk memberikan ini kepada anda mengingat besok hari ulang tahun anda.” Leo memberikan sebuah kotak padaku.

                    Aku membuka kotak tersebut dan ada sebuah sajadah beseta surat. Sajadah tersebut sangat indah sekali. Perlahan aku membuka surat yang di berikan ibu dan aku menangis saat membaca surat beliau.

“Anakku,selamat ulang tahun yang ke 17 tahun

Ibu selalu memperhatikan mu dari kejauhan sana

Jangan merasa sedih atau kesepian karena ibu selalu bersamamu

Berjanjilah pada ibu bahwa kau senantiasa melaksanakan rukun islam

Kau harus sholat nak

Ibu memberikan sajadah agar kau sholat menggunakan sajadah ini

Ibu bangga memiliki anak sepertimu

Ibu menyayangimu nakk…”

 

Tangisanku pecah saat membaca surat dari ibu,yang dikatakan ibu  benar. Ibu selalu berada disampingku.

Memang benar yang berada di dalam tubuhku adalah jantung ibu,tapi ini adalah raga ku. Ibu sudah memberikan pelajaran yang berharga bagiku,semoga kau tenang berada di sisi tuhan.

      Itulah postingan cerpen yang berjudul SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga postingan cerpen tentang SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU diatas bermanfaat dan kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU diatas. (Baca juga cerita lain dalam versi bahasa Inggris pada : The Legend of Sedudo Waterfall) 

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected] 

3 thoughts to “SAJADAH TERAKHIR PEMBERIAN IBU”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *