Sandungan Kerikil Dalam Keluarga

Sandungan Kerikil Dalam Keluarga

Sandungan Kerikil Dalam Keluarga

Sandungan Kerikil Dalam Keluarga

Sent by : Aqiela Sausan

Instagram : @aqielakarima

       Disebuah desa yang bernama desa Sidodadi terdapat salah satu keluarga kecil yang sangat berbahagia. Mereka hidup dengan pas pasan. Mereka mempunyai satu anak bernama Toni. Toni masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Ayahnya bekerja sebagai nelayan di sungai. (Baca juga : Ketika Allah Mengingatkan HambaNya)

        Pada suatu saat, Toni sedang bersekolah dengan teman temannya. Dijalan, Toni terjatuh hingga semua bajunya kotor. Toni pun terus melanjutkan perjalanannya kesekolah. Sesampainya disekolah, Toni diejek oleh teman-temannya. “hahaha…. Bajumu kotor sekali! Mana ada teman yang mau bersamamu??”, ujar salah satu teman Toni. Toni diam saja mendengan ejekan tadi. Toni tetap tabah menjalaninya.

       Bel pulang sekolah pun berbunyi. Toni pulang sendirian. Sesampainya dirumah, kebetulan ayahnya juga pulang dari mencari ikan. Ayah Toni hari ini tidak mendapat ikan. Hari itu keluarga Toni bingung  mau membeli makan apa. “Kita mau makan apa hari ini yah?”, Tanya ibu Toni kepada ayah Toni. “Ayah akan mencari pinjaman dulu kepada tetangga bu”, jawab ayah Toni. Ayah Toni pun mendapat pinjaman dari salah seorang tetangganya. Ibu Toni langsung membeli makanan. (Baca juga artikel lain pada : Tujuan dan Ciri-ciri Teks Negosiasi)

       Keesokan harinya, Toni dan ayahnya  pergi mencari ikan bersama. Mereka pun mendapat ikan yang banyak pada hari itu. Sesudah mencari ikan, Toni dan ayhnya pulang. Tiba-tiba saat dijalan, ada sebuah truk yang menganai genangan air, Toni dan ayahnya terkena genangan air tersebaut hingga baju mereka basah. Kemudian ada salah seorang membawa mobil menghampiri Toni dan ayahnya. “bagaimana ada orang yang beli ikan kalau penjualnya aja kotor semua….”, ejek sorang tadi dengan menertawakan Toni dan ayahnya.  “Astagfirullahaladzim…”, ujar ayah Toni dalam hati. Orang tadi langsung pergi meninggalkan mereka. Mereka langsung pergi ke pasar untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Akhirnya, semua ikan tangkapan mereka laris terjual dalam satu jam. Ayah Toni dan Toni langsung pulang dari pasar dengan senang.

       Sesampainya mereka dirumah, mereka langsung mengembalikan uang pinjaman yang dipinjam semalam. “ini bu, uang pinjaman yang saya pinjam kemarin” kata ayah Toni kepada tetangganya. Tetangganya langsung berterima kasih kepada ayah Toni. “ Terima kasih banyak pak… oh iya, ini ada sedikit rejeki untuk bapak… diterima ya pak…” jawab tetangga ayah Toni dengan memberi makanan. (Baca juga artikel lain pada : Resep dari Ibu agar Kelihatan Cantik)

       Satu bulan kemudian, Toni mendapat nilai yang paling bagus disekolahnya. Toni mendapat uang beasiswa dan bimbingan belajar. “Alhamdulillah ya allah, engkau telah memberiku rejeki yang tak terduga. Toni pun dapat melanjutkan sekolah tanpa biaya sepeserpun. Kedua orang tua Toni merasa bangga karena kepintaran Toni.

       Itulah postingan cerpen yang berjudul Sandungan Kerikil Dalam Keluarga yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang Sandungan Kerikil Dalam Keluarga diatas. (Baca juga artikel lain pada : PAT Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Sandungan Kerikil Dalam Keluarga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *