Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Dikirim oleh : Desy Amelya Putri

      Terbangun dari mimpi malamku yang menceritakan betapa merindunya aku dari semua kehangatan. Secangkir kopi disudut pagi ini. Mengingatkan pada hangatnya kasih .secerah kebersamaan yang kini entah kemana. Entah disapu oleh angin. (Baca juga : Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah)

      Atau diterbangkan oleh sang merpati. Mungkin aku berfikir bahwa aku akan sangat membenci kehadiran pagi ini dan pagi pagi berikutnya, aku akan membenci adanya hari ini dan sangat membenci harus menjalani hari hari berikutnya, sendiri tepatnya. Sendiri, mungkin tak aneh dengan kata itu jika diibaratkan hanya tanpa kekasih saja. Tapi perlu kau tau bahwa yang kumaksud ini benar benar sendiri, sungguh sungguh sendiri, yaa sendiri. Sendiri, tanpa kekasih, atau pun orang tua bahkan kakak saja tidak mungkin. Pasti takkan asing lagi, kau kira ini seperti sinetron? Hahaha cukup berkhayalmu. Ini benar benar terjadi. (Baca juga artikel lain pada : Menanyakan dan Menunjukkan Waktu)

     Kau yang sempat ku anggap akan benar benar menjadi semangat hidupku, nyatanya sama saja. Sama sama mengecewakan. Sangat mengecewakan . Ku tau, diriku tak sesempurna dia, tak serba ada sepertinya. Tapi kasihku utuh, benar benar utuh, hingga akhirnya kau sendiri yang membuatnya luntur. Bagai batik yang belum sempat diberi lilin tapi sudah menerima warna. Jika saja diizinkan, aku ingin berkata “cukup”, ya cukup atas semuanya.

      Kau punya hati bukan? Seharusnya kau tau seberapa sakitnya hatimu jika kau melihat tawa orang yang kau sayang datang dari orang lain, jika apa yang pernah ia lakukan untukmu dilakukannya pula terhadap orang lain. Kau tau apa yang ada dalam hatiku saat itu? Aku hanya diam membeku dan berkata dalam hati “sama sepertiku dulu”

      Bayangkan saja sudah, kau melarangku, kau marah pada ku ketika kau tau bahwa aku menaruh hati pada yang lain, tapi yang kau lakukan apa?Tak menghargaiku sama sekali. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Mengidentifikasi Paragraf)

      Cukup sudah, cukup kau buatku sakit, cukup keluargaku saja yang hancur, hatiku jangan.  Jangan rusak tenunan indah yang kubuat sejak lama dan terhenti hanya karna putusnya satu benang, sudah cukup jangan kau tambah lagi. Sempatku berfikir aku akan sangat membenci cinta, karna cinta merusak segala nya, cinta merusak semua mimpi.

      Itulah postingan kisah curahan hati (curhat) yang berjudul Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari curhat tentang Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan diatas. (Baca juga artikel lainnya dalam versi Bahasa Inggris pada : Conversation Going to Traditional Market)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *