Selamat Tinggal Nenek Tercinta

Selamat Tinggal Nenek Tercinta

Selamat Tinggal Nenek Tercinta   

Dikirim oleh : Nabila Az~Zahra

Instagram : @nabilazzhraaa_

Selamat Tinggal Nenek Tercinta

      Namaku Rania Nur Afifah, aku berumur 15 tahun. Aku tinggal bersama nenekku,nenekku berumur 70 thn. Sedari kecil aku sudah di asuh oleh nenekku. orang tuaku meninggal waktu aku berumur 3 thn. Dan kakekku meninggal ketika aku berumur 5 tahun. Nenekku menafkahiku dengan berjualan nasi jagung. Nasi jagung buatan nenekku sangatlah enak.. biasanya aku ikut menjual nasi jagung buatan nenek di sekolah. (Baca juga : Surat Terakhir Untuk Sarla)

      Satu minggu lagi aku harus melunasi uang sekolahku, aku tidak sampai hati menyampaikan kepada nenek karena yang aku tau hasil jualan nasi jagungnya tidak begitu banyak dan  tidak mungkin bisa melunasi semua biaya sekolahku tapi terpaksa aku harus memberikan surat yang telah diberikan sekolah utukku agar aku cepat melunasi semua biaya sekolahku. Dengan berat hati aku memberikan kepada nenek “nek.. ini ada surat dari sekolah” aku tak kuasa menahan bendungan air mataku.. dan akhirnya aku meneteskan air mata yang tak sanggup lagi kutahan. Nenek hanya membalas tangisanku dengan melempar senyuman indah diwajahnya.. “kamu nggak usah khawatir ya  Ran nenek pastikan uang sekolahmu pasti lunas”.

      Dengan sedikit perasaan lega dihati aku mecoba untuk sedikit tersenyum agar nenek tidak merasa khawatir kepadaku. Aku juga memikirkan ide agar aku mendapatkan uang untuk membantu nenek.. akhirnya ku putuskan untuk menjual aksesoris dari kain fanel yang mungkin untungnya tidak seberapa setidaknya aku bisa membantu nenek. Tak terasa sudah terdengar seruan adzan magrib. Aku buru- buru mengambil wudhu dan sholat berjama’ah bersama nenek. Mungkin karena banyak masalah aku jadi rindu kepada orang tuaku, aku hanya bisa mengirim surotul fatihah sebagai penawar rinduku kepada mereka.. hari esoknya aku mulai menerjakan apa yang telah aku pkirkan aku mulai membeli bahan-bahan untuk membuat aksesoris dari kain fanel aku membuat berbagai aksesoris lucu yang harganya terbilang murah.

      Sekarang aku tidak hanya menjual nasi jagung buatan nenek tapi aku juga menjual akseesoris buatanku. Dan alhamdulillahnya barang daganganku hari ini ludes tak tersisah. Saat sampai rumah aku mengetuk pintu dari bambu yag sudah mulai usang “assalamu’alaikum.. nek” nenek menjawab “wallaikumsalam..” aku melihat nenek terbaring lemas diatas tempat tidurnya.. kuberikan semua hasil jualanku tadi.

      Terlihat wajah nenek yang letih karena kelelahan mencari uang untukku aku tidak tega melihat nenek seperti itu.. aku mulai memijat pelan kaki nenek tak lupa juga tanganya, paras ayu yang khas melambangkan seorang nenek idaman itulah yang selalu membuatku  tak tega, rasanya tak ingin jauh-jauh dari nenek.

      Aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau nenek nanti sudah tiada. Tiba-tiba saja air mataku mengalir membasahi pipiku.  Nenek tersontak kaget karena rok batik indahnya itu basah karena air mata cucunya. “ran kamu kenapa?” tanya nenek dengan suara lembutnya. “rania ga pengen jauh dari nenek.. karna Cuma nenek yang sayang sama rania!” sahutku. Tak terasa 5 hari sudah berlalu besok adalah hari terakhir aku melunasi biaya sekolahku nenek sudah berjuang susah payah untukku, aku tidak mau mengecewakan nenek dengan nilai ujian yang buruk aku belajar dengan bersungguh sungguh sampai akhirnya aku medapat niai teringgi di dikelas. Saat pulang aku sudah tak sabar menunjukkan hasi ujianku kepada nenek. Saat sudah didekat rumahku, aku masih bingung terpasang bendera kuning di pohon mangga di depan rumahku. “Ya allah mimpi buruk apa ini?” aku masih bertanya-tanya dalam hatiku,aku menampar keras pipi kananku dan itu sakit yang berarti INI BUKAN MIMPI. (Baca juga cerita lain pada : Dunia Maya Menipu Cinta)

      Dengan rasa gemetar dalam tubuh aku berlari sekuat tenaga menuju ruang tamu dan kulihat nenek sudah berbaring tak bernyawa bukan hanya rasa sedih dalam hatiku tetapi semua perasaan campur aduk yang kurasakan,air mataku mengucur sudah tak tertahan lagi aku sudah tidak bisa bertemu nenek lagi akankah nenek  bisa bangun? Aku hanya menangis memeluk jasad nenek yang meninggalkan aku sendiri takkan ada orang yang menyayangiku meebihi nenek takkan ada yang mengingatkan hari ulang tahunku takkan ada lagi yang mengingatkanku sehalus nenek tak kan ada lagi orang yang seperti NENEK, nenek andai waktu bisa ku ulang.. ingin ku bahagiakan kau sebelum ajal menjemputmu.. aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku selama ni lantas hal apa yang bisa kulakukan saat aku rindu padamu?  Hanya surat al-fatihah lah oengobat rinduku terhadapmu kini aku merasa sendiri tanpamu aku berjanji akan sering membacakan al-fatihah untukmu saat aku rindu padamu.. SELAMAT TINGGAL NENEK TERCINTA, TERIMA KASIH ATAS SEMUA PEMBERIANMU KEPADAKU

     Itulah postingan cerpen yang berjudul Selamat Tinggal Nenek Tercinta yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerpen tentang Selamat Tinggal Nenek Tercinta diatas. (Baca juga cerita lain dalam versi bahasa Inggris pada : The Legend of Sedudo Waterfall)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected] 

2 thoughts to “Selamat Tinggal Nenek Tercinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *