Si Kakek Dan Burung Beo

Si Kakek Dan Burung Beo

Si Kakek Dan Burung Beo

Si Kakek Dan Burung Beo

Dikirim oleh : Sintya Agustin Setiawan

Instagram : @sintya_agustina    

Si Kakek Dan Burung Beo

      Suatu hari di tengah hutan yang lebat terdapat sebuah gubuk tua yang menjadi kediaman seorang kakek tua sendirian dengan hewan peliharaannya yaitu burung beo yang bisa berbicara dan bisa meramal masa depan. Kakek itu bertubuh sedang dengan jenggot putih yang panjang serta memakai peci di kepalanya. Kakek itu hidup sangat sederhana. 

      Suatu hari ketika dia duduk di teras gubuknya, tiba – tiba burung beonya berbicara dengannya dan mengatakan bahwa si kakek harus pergi ke kota untuk merubah nasibnya itu. Akhirnya keesokan harinya si kakek berangkat meninggalkan gubuk tuanya untuk pergi ke kota bersama si burung beo. Dalam perjalanan, si kakek hanya berbekal kacang hijau, bawang merah, dan beberapa makanan lainnya. Penjalanan si kakek hanya perlu dua hari berturut turut tanpa istirahat samasekali. (Baca juga : Suara Misterius Dibawah Alam Sadar)

      Setelah sesampainya di kota, si kakek terkejut, karena meskipun kota itu besar, namun kota itu sangat sepi. Si kakek marasa bingung, dan Akhirnya tibalah dia di tengah kota dan bertemu dengan seorang pria yang sedang membawa harta bendanya sambil berlari. Setelah melihat si kakek pria itu bertanya, “ mengapa anda tidak lari dan menyelamatkan harta benda anda, tidakkah anda tahu bahwa Reksas telah datang “. Sikakek malah menjadi lebih bingung dan bertanya, “ siapa Reksas itu, saya kurang tau karena saya orang baru disini, bisakah kamu mencerikan kejadian yang sebenarnya padaku ? “. 

      Saat pria itu hendak menceritakan kejadian yang sebenarnya, tiba tiba Reksas datang dari belakang. Pria itu lansung berlari ketakutan dan pergi meninggalkan si kakek dengan burung beonya. Karena si kakek tidak tahu kejadian yang sebenarnya, si kakek pun mencoba menghadapi Reksas si bocah kecil dengan kepala botak yang sering mencuri harta benda warga. (Baca juga artikel lain pada : Waspada Pencuri Bulan Ramadhan)

      Dengan memberanikan diri si kakek mencoba bertanya, “ siapa kau, dan untuk apa melakukan semua ini “. “ aku melakukannya karena majikanku yang menyuruhku, dan siapa kau, mengapa kau berani menghadapi aku” jawab bocah itu. Si kakek mulai merasa binggung bagaimana cara menghadapinya, karena si bocah itu hanya berupa asap putih yang berwujud seperti anak kecil. Dengan saat yang bersamaan saat si kakek berfikir, dia diberitahu oleh burung beonya untuk memberikan semua kacang hijau yang dia bawa.”Hey bocah, kau boleh mengambil semua harta benda yang dimiliki oleh semua warga di kota ini, namun hal itu hanya bisa kau lakukan setelah kau berhasil menghitung kacang hijauku ini”, si kakekpun melempar kacang hijaunya kepada Reksas. Tak begitu lama kemudian, karena Reksas sedang sibuk menghitung, si kakek kemudian melempar bawang merah ke bocah itu. karena aromanya yang menyengat, kabut putih itu mulai kepanasan dan Akhirnya melarikan diri ke gunung kawi. Sejak saat itu bocah pencuri harta benda itu tidak lagi kembali. Karena takut dengan sang kakek itu. Mengenai kejadian itu, akhirnya menyebar luas sampai terdengar oleh telinga sang raja. 

      Keesokan harinya si kakek mendapat panggilan dari istana kerajaan untuk datang dan menemui raja. Sesampainya di istana, kakek lansung disambut oleh sang raja, dan setelah berbincang bincang begitu lama, tiba tiba si burung berkata bahwa, meskipun kerajaan kembali makmur, sang raja harus menghemat persediaan kerajaan karena tujuh tahun kemudian akan terjadi kemarau panjang. (Baca juga artikel lain pada : Soal Kata Tanya Bahasa Inggris)

      Karena sang raja  sudah sangat percaya kepada si kakek dan burung beonya itu, akhirnya sang raja pun menyuruh rakyatnya untuk mulai mengumpulkan cadangan makanan dan menghemat makanan. Akhirnya tujuh tahun pun berlalu, ternyata apa yang dikatakan oleh burung beo itu benar dan kemarau itu pun datang. Karena sebelumnya sudah menghemat dan mengumpulkan makanan, kerajaan itu pun menjadi semakin lebih makmur daripada sebelummnya. Para kerajaan lainnya mulai berdatangan untuk membeli makanan di kerajaan itu. Tidak hanya itu saja, rakyat di kerajaan itu pun mulai bertambah karena banyaknya musafir yang menetap dan tinngal di kerajaan itu. Perdagangan semakin meluas dan jaya. Ini semua berkat nasehat dari si burung beo, oleh karena itu, sang raja pun mengangkat si kakek untuk menjadi penasehat kerajaan. Dan Akhirnya si kakek hidup bahagia tinggal dikerajaan dengan burung beo kesayangannya.

TAMAT Si Kakek Dan Burung Beo TAMAT

      Itulah postingan cerita yang berjudul Si Kakek Dan Burung Beo yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat terhibur dari cerpen Si Kakek Dan Burung Beo diatas. (Baca juga cerita pendek lainnya dalam versi Bahasa Inggris pada : THE GOLDEN BUTTERFLY)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *