Suara Misterius Dibawah Alam Sadar

Suara Misterius Dibawah Alam Sadar

Suara Misterius Dibawah Alam Sadar

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Suara Misterius Dibawah Alam Sadar

     Sementara itu dalam situasi yang berbeda, Deka meronta-ronta melepaskan dirinya dari cengkraman seorang misterius yang terus saja menariknya menuju ke suatu tempat. Namun percuma saja, cengkraman pria misterius itu sangat kuat hingga ia tak kuasa untuk berteriak.

     Dibawalah dia ke suatu jurang yang teramat dalam. Deka mulai ketakutan, ia memiliki pikiran bahwa pria misterius itu memiliki maksud buruk padanya dan akan mendorongnya ke jurang itu. Dengan sekuat tenaga yang masih dimilikinya, ia melawan agar dibebaskan. Namun sang pria itu tak melepaskannya, justru kakinya semakin mendekati jurang itu. (Baca juga bagian kedua : Akibat Mengabaikan Peraturan)

     Dan benar saja, sampai di bibir jurang, tubuh Deka langsung didorongnya dan akhirnya Deka terjatuh ke dasar jurang. Untung saja, ia tak mendapat luka sedikitpun karena terjatuh dari atas jurang, meskipun akhirnya ia tak sadarkan diri.

     Alam sadarnya terbawa dalam dimensi lain, dimensi yang tak ia ketahui tempat apakah itu. Namun yang jelas, ia seperti melihat masa lampau yang menunjukkan tragedi kematian beberapa remaja dalam jurang itu.

     Ia melihat beberapa remaja dari rombongan perkemahan yang berbeda-beda, serta pada masa yang berbeda pula hilang tanpa bekas di dalam jurang itu. Dan hingga sekarang tak ada siapapun yang berhasil menemukan jenazah mereka yang hilang entah kemana.

     Dan seketika terngiang di telinganya sebuah suara misterius yang membisikkannya dalam ketidak sadarannya. ‘Kembalilah kamu ke duniamu, dan janganlah kamu acuhkan lagi setiap nasihat dan kata-kata yang diucapkan oleh teman-teman ataupun orang terdekat kamu’. (Baca juga ceita lain pada : Gorengan Ujung Singkong Membawa Berkah)

     Setelah mendengar kalimat itu terucap tiga kali, seketika ia langsung terbangun dari pingsannya. Ia duduk dengan bersandar pada pohon besar nan teduh di dasar jurang, sambil mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi pada dirinya hingga bisa berada di dasar jurang.

     Ia tak mengingat apapun kejadian yang telah menimpanya, hanya kalimat tadi yang masih tertempel rekat di pikirannya. Karena saking takutnya dengan suara misterius tadi, telinganya terasa masih saja mendengar kalimat-kalimat itu.

     Santi dan Teana masih saja panik mencari Deka yang tak kunjung ketemu. Merekapun memutuskan berpencar untuk mencarinya di sekitar tenda dan tempat kejadian perkara.

     Dengan berani, Santi mengajukan dirinya untuk mencari Deka di tempat kejadian, meskipun ia sendiri juga masih sedikit ketakutan. (Baca juga cerita lain dalam versi bahasa Inggris pada : Unlucky Great Inventor)

     “Teana, biar gue yang nyari Deka di sini. Loe cari di sekitar tenda aja”, usulnya. Teana sedikit ragu dengan keputusan yang diambil oleh Santi. “Loe yakin, Ti?”, Santi hanya menganggukan kepala dengan mukanya yang masih terlihat cemas.

     Teana yang mendapat bagian untuk mencari Deka di sekitar tenda, ia meminta bantuan Andrew. Andrew benar-benar terkejut mendengar kabar hilangnya Deka.

     “Gimana ceritanya Deka bisa sampai hilang?”, tanyanya cemas. “Nanti Teana ceritain kak. Sekarang kakak bantuin aku nyari Deka dulu”, tandas Teana.

     Sementara itu, Santipun tanpa pikir panjang langsung memulai pencarian agar bisa cepat-cepat menemukan Deka. Setelah kurang lebih dua jam menelusuri area sekitar, akhirnya Santi mendengar suara Deka meminta tolong.

     Ia mengikuti sumber suara itu hingga melihat Deka di dasar jurang. Ia bergegas menuruni jurang yang cukup curam dengan hati-hati. Ia memangku kepala Deka yang masih terlihat lemah di pahanya. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Karbohidrat dan Protein)

     Disitu terjadi sedikit percakapan antara Santi dan Deka. Namun, saat tengah asyik-asyiknya mengobrol, mereka mendengar seseorang yang mengucapkan kata-kata ini lagi, ‘Kembalilah kalian ke dunia kalian, dan janganlah kalian acuhkan lagi setiap nasihat dan kata-kata yang diucapkan oleh teman-teman ataupun orang terdekat kalian’.

     Entah siapa yang mengucapkan kata-kata seperti itu, mereka tak tau. Namun satu hal yang jelas, Teana tidak mendengar suara misterius itu sama sekali padahal suara teriakan tadi begitu keras terdengar di telinga Santi dan Deka. Teanapun tak memperdulikan apa yang mereka dengar, yang jelas ia senang bisa menemukan mereka lagi dengan selamat, terutama Deka.

     Perlahan, ia dan Santi memapah Deka yang masih lemah. Mereka bawa Deka kembali ke tenda. Di tenda sudah menunggu teman-teman mereka yang khawatir saat tau Deka, Santi dan Teana tak kembali bersama mereka.

     Sesampainya di tenda, Teana segera kembali melapor pada Andrew bahwa ia dan Santi telah menemukan Deka. Andrew senang dan bersyukur, ia segera menghampiri Deka untuk melihat keadaannya. Dan disitulah Deka dan Santi dengan sigap langsung sujud di kakinya. Mereka meminta maaf pada Andrew atas semua apa yang telah mereka lakukan padanya yang akhirnya berakibat fatal pada diri mereka sendiri.

     Dengan disaksikan seluruh peserta Persami, mereka berdua berjanji pada Andrew dan seluruh teman-temannya jika akan mematuhi seluruh peraturan yang diberikan teman-teman, guru, orang tua atau siapapun itu. Deka menceritakan semua apa yang telah menimpanya pada Andrew, termasuk pengalamannya menjelajahi dunia lain dalam ketidaksadarannya.

     Dengan baik hatinya, Andrew berkata, “Kakak sudah maafin kamu kok. Kamu nggak usah kayak gitu. Yang penting kan kamu sekarang nggak apa-apa dan janji nggak bakal ngulangin lagi. Sekarang kamu masuk tenda, istirahat. Nanti jam lima sore kita pulang, ok?”.

     Perjalanan yang cukup panjang untuk menuju sungai, serta terik matahari siang yang menyengat, sangat menghalangi langkahnya untuk mandi. Dengan sedikit risih karena keadaan badannya yang kotor, iapun lebih memilih untuk tidur agar pikirannya sedikit lebih tenang.

     Namun karena panggilan alam yang mengharuskannya untuk buang air kecil, mau tidak mau ia berjalan ke sungai. “Yaudah deh, sekalian mandi. Lagian juga nggak bisa tidur gara-gara badan kotor”, gumamnya. Ia mengambil peralatan mandinya dan menerobos panasnya sengatan matahari siang untuk menuju sungai.

     Setengah jam telah berlalu, akhirnya ia sampai di sungai. Ia meletakkan peralatan mandinya karena ia merasa bahwa ada sesosok bapak-bapak yang memandanginya dari seberang sungai yang cukup jauh darinya. Bapak-bapak itu seperti berkata padanya, namun anehnya Deka bisa mendengar jelas suara sosok bapak itu meskipun jarak mereka yang begitu jauh. (Baca juga cerita bagian pertama : Persami Menyatu Dengan Alam)

     Ia baru sadar bahwa suara itu tak asing di telinganya dan apa yang diucapkan sosok bapak itu sangat persis dengan apa yang ia dengar saat ia tengah berada di dasar jurang tadi.

     Saat pandangannya kembali ia arahkan ke arah sosok bapak-bapak itu lagi, sosok itu tersenyum kepadanya dan berlalu meninggalkannya sendirian. Sebenarnya Deka penasaran siapakah sebenarnya sosok itu, namun ia tak berani mengejarnya. Ia takut jika ia tak akan hafal jalan untuk kembali ke tenda karena ia telah berjalan cukup jauh.

     Namun satu hal yang membuatnya bingung, siapakah sosok bapak-bapak itu?. Mengapa ia tersenyum padanya?. Dan bagaimana suaranya bisa semirip suara seseorang yang ia dengar saat berada di dasar jurang tadi?.

Selesai

      Itulah postingan cerita bersambung bagian ketiga (terakhir) yang berjudul Suara Misterius Dibawah Alam Sadar yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Cerita Suara Misterius Dibawah Alam Sadar diatas merupakan kelanjutan dari cerita kedua yang berjudul “Akibat Mengabaikan Peraturan”. Semoga kita dapat terhibur dari cerita bersambung bagian ketiga yang berjudul Suara Misterius Dibawah Alam Sadar diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda tentang Teori Pythagoras)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

One thought to “Suara Misterius Dibawah Alam Sadar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *