Haruskah Buku Kalah dengan Teknologi

Haruskah Buku Kalah dengan Teknologi

Haruskah Buku Kalah dengan Teknologi

Dikirim oleh : Devy Fuji Puspitasari

Facebook: defy fuji puspita

Buku adalah kumpulan ilmu

Buku adalah tempat untuk semua ilmu bersatu

Banyak yang meninggalkan membaca buku

Hanya karena teknologi yang sudah maju

(Baca juga : Buku Jembatan Menuju Sukses)

Dan…

Cara cepat yang dipikirkan

Bukan cara untuk menggapai sesuatu dengan usaha

Kerja keras diabaikan

Cara instan dilakukan

Seandainya mereka memegang prinsip

Cara instan tidak akan memuaskan hati

(Baca juga Puisi lain pada : Menjelang Kematian Tanpa Iman) read more

Buku Jembatan Menuju Sukses

Buku Jembatan Menuju Sukses

Buku Jembatan Menuju Sukses

Dikirim : Fisqiyyah Azaliyyah Rahma

Instagram : @fisqiyazhraa

Buku Jembatan Menuju Sukses

Kaulah jendela ilmu

Kau tempat untuk mencari ilmu

Berbaris rapi dalam rak buku kecil

Berjajar dan bersandar dengan indah

(Baca juga : Buku Tempat Menabur Ilmu)

Warna warnimu mengundang minatku

Pernah pada suatu hari

Kuraih buku biru seperti langit

Tipis tapi bermanfaat

Dengan sampul yang menggemaskan

Kujelajahi dunia luar

Dari halaman ke halaman

Dari bab ke bab berikutnya

Aku yakin setiap buku

Pasti menyimpan rahasia seru read more

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Dikirim oleh : Eka Wahyu Islamia

Email : [email protected]

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

      Disuatu desa  terpencil tinggalah seorang gadis cantik Yang  bernama fathia. Dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayah Fathia berkerja sebagai seorang pemulung dan ibu fathia berkerja sebagai penjual cancimen dijalan. Meskipun begitu Fathia tidak pernah marah ataupun mengeluh karna keadaan keluargaanya. (Baca juga : Amanda famous)

       Berawal dari suatu pagi dimana Fathia berangkat ke sekolah dengan mengambil tas kreseknya Fathia pun berangkat . sesampainya di sekolah Fathia pun dikejutkan dengan panggilan kepala sekolah untuk menemuinya di ruangannya . Fathia pun bergegas menemui pak kepala sekolah . Fathia pun bertanya  “ Ada apa bapak memanggil saya kemari ? apa saya membuat salah “  Bapak kepala sekolah pun menjawab “ Maaf Fathia dengan berat saya mengatakan kamu tidak bisa sekolah disini lagi , karena kamu belum membayar tagihan sekolah sampai saat ini , padahal kamu adalah murid yang pandai dan sopan “ . Fathia “ Apa tidak bisa saya untuk mencicil pak ? “ . kepala sekolah “ Tidak bisa nak ini sudah peraturan sekolah “. Fathia “ Ya sudah pak…..saya minta maaf , saya pamit dulu ya pak  ‘assalammualaikum’ “ . Dengan wajah sedih Fathia pun pulang . Ditengah perjalannan dirinya bertemu dengan teman-temannya , teman-teman Fathia bertanya “ hai Fathia kenapa kamu pulang…apa kamu dikeluarkan dari sekolah karna tidak sanggup membayar? “ dan beberapa temanya pun juga bertanya “ sudah deh ! kamu gak usah susah payah untuk mencari uang buat sekolah kamu tidak akan bisa menjadi sarjanah , jangankan sarjanah lulus SMA kamu putus sekolah kodrat kamu itu seorang pemulung tidak akan pernah bisa untuk sekolah sampai lulus “ . Fathia pun terdiam mendenggar ucapan teman-temannya itu dan pergi meninggalkan mereka disana . read more

Gadis Bermata Empat

Gadis Bermata Empat

Gadis Bermata Empat

Dikirim oleh : Natasya Ayu S.

Instagram : @_natasya13_

Gadis Bermata Empat

Dahulu aku terlahir prematur, berat badanku hanya 2 kg saja. Tetapi aku terlahir sehat. Aku tumbuh dan berkembang dengan baik. Sampai waktu aku menginjak kelas 3 SD. Aku sangat suka sekali menggambar apalagi mewarnai. Aku sangat pandai mewarnai sampai – sampai pelajaran di sekolah aku sepelekan. Aku lebih suka menggambar dan mewarnai daripada membaca buku pelajaran. Tetapi banyak bapak dan ibu guru mengatakan aku anak yang cerdas. Memang dari kelas 1 SD aku selalu mendapat peringkat pertama. (Baca juga : Menyukai Bukan Berarti Mencintai) read more

Buku Tempat Menabur Ilmu

Buku Tempat Menabur Ilmu

Buku Tempat Menabur Ilmu

Buku Tempat Menabur Ilmu

Dikirim oleh :  Yessi fransisca maulidya

Instagram : @yessi.fsm

Buku Tempat untuk mencari Ilmu

BUKU

Kau tempat menabur ilmu…

Kau jendela dihidupku…

Kau tempatku goreskan jutaan pena…

Namun terkadang orang

Mengabaikannya…

Kau tertumpuk deraian debu…

(Baca juga puisi lain pada : Guru Laksana Pelangi Yang Mewarnai Dunia)

Buku……

Kau tempatku berbagi rasa…

Meski engkau hanya diam membisu…

Lembaran demi lembaran yang terisi…

Tertancap keindahan ilmu menawan… read more