Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Terima Kasih untuk Ayah yang Tangguh

Dikirim oleh : Fidiya Dina Arianti

Instagram : @fidiyaaa_dinaaa

Ayah ku…

Engkau adalah laki-laki yang hebat

Engkau adalah laki-laki yang tangguh

Engkau bisa memenuhi kebutuhan ku dan ibu ku

Engkau bekerja dari pagi pulang malam tetapi engkau tak pernah mengeluh

Demi memenuhi kebutuhan ku

(Baca juga puisi lain pada : Tekad Seorang Ayah)

Ayah….engkau bekerja keras demi keluarga mu

Agar keluarga mu bisa makan bisa minum dan bisa membeli apa yang dia inginkan read more

Rindu Menanti Bersama Air Hujan

Rindu Menanti Bersama Air Hujan

Rindu Menanti Bersama Air Hujan

Rindu Menanti Bersama Air Hujan

Dikirim oleh : Dwi Laras

Ketika tangan sudah tak mampu menggapainya

Dan ketika bibir tak mampu berucap kata-kata

Disitu aku berteduh

Ketika hujan deras membasahi tubuhku

(Baca juga puisi lain pada : Perpisahan Tak Terhindarkan)

Namun tak kubiarkan hujan membasahi tubuhmu

Disini aku merindu, merindukanmu yang setiap kali datang

Bersama hujan

Lambat hari pun berlalu, sehingga memaksakan aku untuk

Melupakanmu 1hari, 2hari, 3hari, hingga 365 hari yang terlewati

(Baca juga artikel lain pada : Donga Kanggo Ibu) read more

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Keberuntungan Milik Orang Yang Berani

Dikirim oleh : Desy Amalya P.

       Hidupku memang tak selalu sempurna. Hidupku memang tak seindah yang lainnya, bahkan mungkin jauh dari kata bahagia. Tak sedikit orang memandangku hanya sebelah mata saja, kebanyakan mereka mungkin beranggapan bahwa aku ini tak pantas disebut putri kecil, aku hanyalah sampah yang bahkan tak dapat untuk didaur ulang. Tapi mereka tak tau bahwa disisi guruku yang selama ini mereka pandang, aku juga tetap memiliki keistimewaan, dan tanpa takut lelah dan putus asa aku terus berusaha menunjukkannya, karena. (Baca juga : Resiko Ulangan Menyontek) read more

Gemuruh Petir Menyertai Hujan

Gemuruh Petir Menyertai Hujan

Gemuruh Petir Menyertai Hujan

Gemuruh Petir Menyertai Hujan

Dikirim oleh : Aknes Nur.A

e-mail : [email protected]

Ku tengadahkan kepala keatas

Ku lihat ke atas langit yang berarak mendung

Disertai dengan gemuruhnya suara petir

Dan perlahan lahan datang tetesan air dari atas langit

Apakah ini yang dinamakan hujan?

Hujan….

Ku  ingin merasakan tetesan air hujan membasahi tubuhku

Dan ku mainkan becekan air di jalan

Ku nikmati betapa enaknya memainkan air hujan

(Baca juga : Air Sumber Kehidupan Makhluk Hidup)

Akankah ada saat saat seperti ini lagi? read more

Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Dikirim oleh : Binawati Dwi M.

Instagram : @binawati_20

Ayah, terimakasih kau sudah mendidikku

Ayah, aku tidak tau apa yang terjadi di diriku tanpa dirimu

Ayah, kau rela tidak mengenal siang tidak mengenal malam tidak mengenal terik matahari dan tidak mengenal hujan

Hanya untuk mencari nafkah untukku            

(baca juga : Ayah Pahlawan Keluarga)               

Kau rela mencari nafkah untuk sekolahku

Dan aku tau, sebesar pengorbanan yang kau lakukan semua itu untuk kesuksesanku read more

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah Pahlawan Keluarga

Dikirim oleh : Fike Berliana

e-mail : [email protected]

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah…

Sepagi buta itu kau berangkat

Katamu untuk bekerja

Demi istri dan anak-anakmu

Semuanya yang kau berikan

Dari hasil yang kau kerjakan

Demi kami anak-anakmu

Dan juga keluargamu

(Baca juga : Ku Urai Hati untuk Ayah)

Kau bekerja siang dan malam

Di bawah terik matahari

Tak jarang kau pun berjuang

Melawan derasnya hujan

(Baca juga artikel lain pada : Mumpung Durung Telat Kanggo Tobat)

Hingga tak lagi kau pedulikan tentang dirimu sendiri

Hingga tak lagi kau rasakan perih dan sakitnya luka di dadamu read more

Pengagum Warna Pelangi

Pengagum Warna Pelangi

Pengagum Warna Pelangi

Dikirim oleh : Galuh Ratulangi

e-mail : [email protected]

Pengagum Warna Pelangi

Aku suka melihatmu

Membuatku merasa malu

Mengingatkan memori masa lalu

Yang selalu memelukku

(Baca juga : Mengukir Kenangan di Rumah Idaman)

Aku adalah pengagum warnamu

Kau berdansa di angksa luas

Aku menikmati rasa yang kau bawa

Pemberian Tuhan sebagai penghiburan

Kau membuatku

Hanyut dalam pesonamu

Seakan dunia berhenti

Agar aku bisa menikmati warna-warnimu

Kau datang saat hujan turun

Untuk melengkapi kesepian yang ada

Dan kau pergi saat hujan reda read more

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Dikirim oleh : Assholihatun Nisa

Instagram : @anicha.is

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Rumahku.. 

Disini, dirumahku aku tinggal

Kutemukan sebuah keharmonisan yang begitu tak terlupakan

Kutemukan sebuah kebahagiaan yang begitu tak terbayangkan 

Dengan kasih sayang dan cinta akan keluargaku

(Baca juga : Menari Dibawah Rintik Hujan)

Kemanapun aku melangkah 

Hanya sebuah gubuk tempat ku pulang

Tak sederhana juga tak mewah

Menetap disana aku mengukir kenangan

Disana juga aku dapat menjadi diriku yang sebenarnya 

Rumahku…

Berdiri kokoh membentang hingga sana read more

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Dikirim oleh : Nur Aprilia

Instagram : @apriliamerlin_

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

      Minggu pagi yang cerah membuat hatiku gembira ketika aku menerima telvon dari wendari dan kudengar ajakan dia untuk berenang bersamaku, tanpa berfikir panjang ku “Iya” kan ajakan wendari. Dan aku bertanya “kemana kita akan berenang?” , “Suncity”  jawabnya. Segera aku bersiap-siap dan tak lama kemudian wendari datang menjemputkubsegera aku berpamitan ke ibuku, dan akhirnya aku berangkat sekitar pukul 08:00. (Baca juga : Gadis Bermata Empat) read more

Menari Dibawah Rintik Hujan

Menari Dibawah Rintik Hujan

Menari Dibawah Rintik Hujan

Dikirim oleh :  Lia Izzatul Millah

e-mail : [email protected]

Menari Dibawah Rintik Hujan

Hujan

Ketika ku melihatmu

Tidak bisa kupungkiri betapa bahagianya aku

Tidak bisa kubayangkan betapa besar senyum merekah di wajahku

(Baca juga : Matahari Tetaplah Bersinar)

Hujan

Ketika kau datang

Aku serasa ingin menari dibawah rerintikanmu

Menari dan menari tanpa memikirkan betapa dingin cuaca saat itu

Hujan

Setelah kau reda

Ketika mentari beradu

Saat itulah pelangi akan menampakkan dirinya

(Baca juga puisi lain pada : Kenangan Terkikis oleh Harapan Baru) read more