Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Tidak Mengenal Terik Matahari Atau Hujan

Dikirim oleh : Binawati Dwi M.

Instagram : @binawati_20

Ayah, terimakasih kau sudah mendidikku

Ayah, aku tidak tau apa yang terjadi di diriku tanpa dirimu

Ayah, kau rela tidak mengenal siang tidak mengenal malam tidak mengenal terik matahari dan tidak mengenal hujan

Hanya untuk mencari nafkah untukku            

(baca juga : Ayah Pahlawan Keluarga)               

Kau rela mencari nafkah untuk sekolahku

Dan aku tau, sebesar pengorbanan yang kau lakukan semua itu untuk kesuksesanku read more

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah Pahlawan Keluarga

Dikirim oleh : Fike Berliana

e-mail : [email protected].com

Ayah Pahlawan Keluarga

Ayah…

Sepagi buta itu kau berangkat

Katamu untuk bekerja

Demi istri dan anak-anakmu

Semuanya yang kau berikan

Dari hasil yang kau kerjakan

Demi kami anak-anakmu

Dan juga keluargamu

(Baca juga : Ku Urai Hati untuk Ayah)

Kau bekerja siang dan malam

Di bawah terik matahari

Tak jarang kau pun berjuang

Melawan derasnya hujan

(Baca juga artikel lain pada : Mumpung Durung Telat Kanggo Tobat)

Hingga tak lagi kau pedulikan tentang dirimu sendiri

Hingga tak lagi kau rasakan perih dan sakitnya luka di dadamu read more

Pengagum Warna Pelangi

Pengagum Warna Pelangi

Pengagum Warna Pelangi

Dikirim oleh : Galuh Ratulangi

e-mail : [email protected]

Pengagum Warna Pelangi

Aku suka melihatmu

Membuatku merasa malu

Mengingatkan memori masa lalu

Yang selalu memelukku

(Baca juga : Mengukir Kenangan di Rumah Idaman)

Aku adalah pengagum warnamu

Kau berdansa di angksa luas

Aku menikmati rasa yang kau bawa

Pemberian Tuhan sebagai penghiburan

Kau membuatku

Hanyut dalam pesonamu

Seakan dunia berhenti

Agar aku bisa menikmati warna-warnimu

Kau datang saat hujan turun

Untuk melengkapi kesepian yang ada

Dan kau pergi saat hujan reda read more

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Dikirim oleh : Assholihatun Nisa

Instagram : @anicha.is

Mengukir Kenangan di Rumah Idaman

Rumahku.. 

Disini, dirumahku aku tinggal

Kutemukan sebuah keharmonisan yang begitu tak terlupakan

Kutemukan sebuah kebahagiaan yang begitu tak terbayangkan 

Dengan kasih sayang dan cinta akan keluargaku

(Baca juga : Menari Dibawah Rintik Hujan)

Kemanapun aku melangkah 

Hanya sebuah gubuk tempat ku pulang

Tak sederhana juga tak mewah

Menetap disana aku mengukir kenangan

Disana juga aku dapat menjadi diriku yang sebenarnya 

Rumahku…

Berdiri kokoh membentang hingga sana read more

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

Dikirim oleh : Nur Aprilia

Instagram : @apriliamerlin_

Tenggelam di Kedalaman 4 Meter

      Minggu pagi yang cerah membuat hatiku gembira ketika aku menerima telvon dari wendari dan kudengar ajakan dia untuk berenang bersamaku, tanpa berfikir panjang ku “Iya” kan ajakan wendari. Dan aku bertanya “kemana kita akan berenang?” , “Suncity”  jawabnya. Segera aku bersiap-siap dan tak lama kemudian wendari datang menjemputkubsegera aku berpamitan ke ibuku, dan akhirnya aku berangkat sekitar pukul 08:00. (Baca juga : Gadis Bermata Empat) read more

Menari Dibawah Rintik Hujan

Menari Dibawah Rintik Hujan

Menari Dibawah Rintik Hujan

Dikirim oleh :  Lia Izzatul Millah

e-mail : [email protected]

Menari Dibawah Rintik Hujan

Hujan

Ketika ku melihatmu

Tidak bisa kupungkiri betapa bahagianya aku

Tidak bisa kubayangkan betapa besar senyum merekah di wajahku

(Baca juga : Matahari Tetaplah Bersinar)

Hujan

Ketika kau datang

Aku serasa ingin menari dibawah rerintikanmu

Menari dan menari tanpa memikirkan betapa dingin cuaca saat itu

Hujan

Setelah kau reda

Ketika mentari beradu

Saat itulah pelangi akan menampakkan dirinya

(Baca juga puisi lain pada : Kenangan Terkikis oleh Harapan Baru) read more

Rindu Diantara Rinai Hujan

Rindu Diantara Rinai Hujan

Rindu Diantara Rinai Hujan

Nama penulis : Dea Armawati

Instagram : @dea _irma012

Rindu Diantara Rinai Hujan

Diantara rinai hujan menyelinap wajahmu

Yang menyimpan rindu setiap waktu

Desiran angin membelai rambutmu

Yang ikal sampai bahumu

(Baca juga : Suka Duka Logika Hati

Diantara rinai hujan rinduku membayang

Wajahmu yang cantik rupawan

Matamu yang menyorotkan pandang

Menyimpan sejuta pertanyaan

Rinai hujan menari mengiringgi waktu

Rinduku rasa begitu menderu

Padamu aku menunggu

Disebuah pertemuan sahdu

Dimana dirimu dan diriku

Menyatukan satu dalam rindu

(Baca juga artikel lain pada : Rumus Luas Permukaan Bola dan Contoh Soal) read more

Pelangi Indah Warna warni

Pelangi Indah Warna warni

Pelangi Indah Warna warni

Dikirim oleh : Ardelia Zilullah Supendi

Instagram : @adelia_zilndi

Pelangi Indah Warna warni

Andaikan aku bisa menjadi pelangi…

Yang indah dan berwarna – warni….

Yang membentang dari sana ke ujung sini…

Tapi hanya sekejap lalu ia pergi…

(Baca juga : Nasib Sampah di Mata Manusia)

                                         Ohh, pelangi… 

                                  Engkau indah bagaikan matahari pagi…

                            Engkau datang setelah hujan pergi…  read more

Hujan Anugrah dari Tuhan

Hujan Anugrah dari Tuhan

Hujan Anugrah dari Tuhan

Dikirim oleh : Anggarini Sagita SP

Instagram : @anggraini_sagita.sp

Hujan Anugrah dari Tuhan

Hujan…

Kau adalah anugrah dari Tuhan

Kau turun sesaat jika mendung terlihat

Kau sangat bermanfaat bagi manusia

(Baca juga puisi lain pada : Takkan Kubiarkan Ayah Menderita)

                     Hujan…

                    Angin  adalah pujaanmu

                   Terkadang manusia juga memujamu

                   Kau selalu kutunggu tunggu sampai habis air mataku read more

Hujan Yang Membawa Kenangan

Hujan Yang Membawa Kenangan

Hujan Yang Membawa Kenangan

Dikirim oleh : Ike Permatasari

Hujan Yang Membawa Kenangan

Ketika kau turun ke bumi

Kau membawa kenangan masa laluku kembali

Kenangan yang ku pendam sejak dulu

Kenangan yang ku kubur di hatiku paling dalam

(Baca juga : Cahaya Indah Mentari Pagi)

Ketika kau membasahi bumi

Kau juga membasahi luka yang mulai mengering

Membasahi luka lama yang amat perih di hati

Mengingatkanku tentang seseorang di masa lalu

Kau membasahi anak anak yang bermain saat kau turun

Membuat mereka bahagia sebelum sakit

Sama seperti dia yang membuatku bahagia sebelum sakit read more