Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Tangisan Air Mata Ibu

Dikirim oleh : Dhynda Syahfira Nurjannah

Dalam senyum kau sembunyikan letihmu

Derita siang malam menimpamu

Tak sedetik pun menghentikan langkahmu

Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

 (Baca juga : Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata)

Seonggok cacian selalu menghampiri

Secerah hinaan tak peduli bagimu

Selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku

Mencari harapan baru bagi anakmu

(Baca juga artikel lain pada : Keistimewaan Daerah yang Dilalui Garis Khatulistiwa)

Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku read more

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Ibu Pertiwi Sedih atas Perubahan Alam

Dikirim oleh : Mochammad Halim Ferdiawan

Dulu sering ku lihat hamparan hijau

Sawah beratapkan langit biru

Kiri kanan sawah, tengahnya sungai

Di antara gunung, matahari terbit malu-malu

(Baca juga : Pesona Desa Yang Permai)

Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan

Kini tanahku berwarna abu

Lama kucari tanah becekku

Tapi kenapa sekarang tak nampak?

Cemara kehidupan tinggi menjulang

Yang menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan

Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh read more

Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata

Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata

Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata

Demi Anak Ibu Meneteskan Air Mata

Dikirim oleh : Aknes Nur.A

e-mail : [email protected]

Ibu….

Kaulah yang mengandung ku selama kurang lebih 9 bulan

Kaulah yang melahirkan ku dengan penuh perjuangan

Kaulah yang mempertaruhkan nyawamu demi diriku

Tanpamu ibu aku tak akan ada dalam dunia bersamamu

(Baca juga : Ibu Pertaruhkan Nyawa Demi Anak)

Ibu….

Engkau yang membesarkan ku dari kecil sampai saat ini

Engkau yang selalu memberikan kasih sayang setulus hati

Engkau yang mendidikku agar menjadi orang yang berguna read more

Ibu Pertaruhkan Nyawa Demi Anak

Ibu Pertaruhkan Nyawa Demi Anak

Ibu Pertaruhkan Nyawa Demi Anak

Ibu Pertaruhkan Nyawa Demi Anak

Dikirim oleh : Dwi Indah

e-mail : [email protected]

Ibu…..

Kau adalah wanita yang mulia.

Kau tak pernah mengeluh sedikit pun,

Selama mengandungku di dalam rahimmu.

Kau pertaruhkan hidupmu

Untuk satu alasan,

Supaya aku bisa melihat indahnya dunia.

(Baca juga : Ibu Bertaruh Nyawa Demi Aku)

Oh ibu ….

Setelah aku lahir ke dunia

Kau tetap berjuang untuk kelanjutan hidupku.

Kau rela terbangun di tengah malam hanya karena aku menangis kehausan.

Saat aku mulai tumbuh dewasa. read more

Terkesan Namun Menyakitkan

Terkesan Namun Menyakitkan

Terkesan Namun Menyakitkan

Terkesan Namun Menyakitkan

Dikirim Oleh : Nur Laili Indah S.

e-mail : [email protected]

Terkesan Namun Menyakitkan

      Semua seakan tampak kacau bagai guci indah yang jatuh porak poranda, hancur bagai kaca pecah dan tidak akan kembali menjadi sebuah kaca. Bagaimana tidak saat yang aku nantikan kini lenyap. Saat dimana semua impianku telah hancur begitu saja. Perayaan akhir sekolah yang harusnya menjadi kesan terakhir dimasa mudah ku kini menjadi kesan terburuk yang akan selalu ada di memori ku. Kenapa hanya aku yang mengalaminya? (Baca juga : Si Kakek Dan Burung Beo) read more

Doa Untuk Aku Ayah Dan Ibu

Doa Untuk Aku Ayah Dan Ibu

Doa Untuk Aku Ayah Dan Ibu

Doa Untuk Aku Ayah Dan Ibu

Dikirim oleh :  Lia Izzatul Millah

e-mail : [email protected]

Tuhanku

Kaulah Sang Pencipta

Kaulah Yang Satu

Dan kaulah Yang Maha Kuasa

(Baca juga : Ketika Mentari dan Bulan Menari)

Tuhanku

Aku mohon kepadaMu

Ampunilah semua dosa – dosa ku

Juga dosa ayah dan ibuku

(Baca juga artikel lain pada : Utamakan Isi Bukan Bungkusnya)

Lindungilah mereka sebagaimana mereka melindungiku

Panjangkanlah umur meraka sehingga mereka dapat melihatku sukses

Bantu aku Tuhan, agar aku bisa membanggakan kedua orangtua ku read more

Ibu Bertaruh Nyawa Demi Aku

Ibu Bertaruh Nyawa Demi Aku

Ibu Bertaruh Nyawa Demi Aku

Ibu Bertaruh Nyawa Demi Aku

Dikirim oleh : Moch.Fikri Ardani

Instagram : @fikriadani_270

Ibu…

Kau yang mengandungku sembilan bulan

Kau yang melahirkanku bertaruh nyawa

Kau yang merawatku hingga besar

(baca juga : Ibu Pahlawan Dalam Kehidupanku)

Ibu…

Betapa besar kasih sayangmu kepadaku

Betapa besar pengorbananmu kepadaku

Hingga ku tak mampu membalasnya

(Baca juga artikel lain pada : Jenis Jenis Puisi Lama dan Baru)

Oh ibu…

Setiap langkahku do’a mu selalu menyertaiku

Tak kan kubiarkan dirimu menderita di masa tua mu read more

Ibu Pahlawan Dalam Kehidupanku

Ibu Pahlawan Dalam Kehidupanku

Ibu Pahlawan Dalam Kehidupanku

Ibu Pahlawan Dalam Kehidupanku

Dikirim oleh : Adelia Ananda Aviva

Instagram : @adelia.aa_

Ibu ….

Kau mengandungku selama sembilan bulan

Dengan perut yang besar kau pergi kesana kemari tanpa letih

Hingga aku lahir didunia ini

Yang senantiasa merawatku dengan penuh kasih sayang

Dari kecil hingga dewasa

Berjuang membesarkanku

Mendidikku agar menjadi orang yang berguna

Dengan penuh sabar kau merawatku ketika aku sakit

Menggendongku ketika aku menangis

Yang rela melakukan segala hal demi membuatku bahagia

(Baca juga : Ibu Malaikat Tanpa Sayap) read more

Ibu Malaikat Tanpa Sayap

Ibu Malaikat Tanpa Sayap

Ibu Malaikat Tanpa Sayap

Ibu Malaikat Tanpa Sayap

Dikirim oleh : Oktafina Dini Kamila

e-mail : [email protected]

Ibu….

Kan kutuliskan cerita tentang mu

Tentang kebaikan dirimu

Tentang kesabaranmu dalam mendidikku

Tentang ketulusanmu hatimu yang seluas samudra

Ibu….

Jika ada malaikat tanpa sayap kaulah malaikat itu

Yang melindungiku disetiap langkah ku dengan do’a do’a yang kau ucapkan disetiap nafas mu

Kaulah penyembuh luka dalam kepedihanku

(baca juga : Terimakasih Atas Perjuangan Ibu)

Ibu….

Kuharap engkau tetap disini read more

Terimakasih Atas Perjuangan Ibu

Terimakasih Atas Perjuangan Ibu

Terimakasih Atas Perjuangan Ibu

Terimakasih Atas Perjuangan Ibu

Dikirim oleh : Binawati Dwi M.

Instagram : @binawati_20

Ibu..

Terimakasih atas perjuanganmu

Perjuangan menahan sakit ketika melahirkanku

Perjuangan merawat ku saat aku kecil

Perjuangan mendidik ku dari aku kecil hingga sekarang

(Baca juga puisi lain pada : Rasa Sayang Dibalik Kemarahan Ibu)

Ibu, kau rela bangun tengah malam hanya karena terdengar rengekanku ketika aku Kehausan  

Dan kau ibu, rela menyusuiku di tengah malam

Ibu kau rela melakukan apapun hanya untuk anak mu read more