Belenggu Jejak Masa Lalu

Belenggu Jejak Masa Lalu

Belenggu Jejak Masa Lalu

Belenggu Jejak Masa Lalu

Dikirim oleh  : Jauharotul Khabibah

e-mail           : J[email protected]

Dalam lelap aku bermimpi

Kemana hilang sang mentari

Kegelapan seakan mengintimidasi

            Ikatan dan harapan seakan menenggelamkan

            Benci yang turut menghanyutkan

            Berapa kali harus ku hapus sungai air mata

            Lantas tersadar segala hanya impian semata

(Baca juga puisi lain pada : Tiada Canda Tawa dalam Kehidupan Sepi) read more

Guru Pengantar Masa Depan

Guru Pengantar Masa Depan

Guru Pengantar Masa Depan

Guru Pengantar Masa Depan

Dikirim oleh : Tiara Mauliya

Pahlawan tanpa tanda jasa adalah guru

Yang mendidik ku

Yang membekali ku ilmu

Dengan tulus dan sabar

(Baca juga : Guru Laksana Lilin Dalam Kegelapan)

Senyum mu memberikan semangat untuk kami  

Menyongsong masa depan yang lebih baik

Setitik peluh mu menandakan perjuangan yang sangat besar

Untuk murid – murid nya

Terimakasih guru

(Baca juga artikel lain pada : Adu Cepat Mobil Volkwagen Lamborghini dan Ferrari)

Perjuanganmu sangat berarti bagi ku read more

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Dikirim oleh : Indi Ariatin Nisviah

Facebook : indii park

Angin berlalu begitu cepat

Hembusan angin mengubah semua

Putih merah telah berlalu

Menyambut putih biru

(Baca juga : Siap Menjadi Pendamping Calon Imamku)

Si kecil telah jadi remaja

Mulai berlari berlawanan

Mengenal senyum dengan hati

Kini hati itu mulai tergantikan

Abu adalah pribadinya

Dengan sikap ragu dan bimbang

Dengan dasar putih sejak awal

Kini bukan remaja tapi dewasa

(Baca juga artikel lain pada : Menyentuh Langit Senja Melalui Sujud) read more

Tekad Seorang Ayah

Tekad Seorang Ayah

Tekad Seorang Ayah

Tekad Seorang Ayah

Dikirim oleh : Ana Kusnul K

Email           : [email protected]

Instagram   : @aaksnl

Ayah…

Kau sosok yang tangguh..

Kau lelaki yang tak pernah membiarkan anakmu ini menangis..

Kau selalu menuntunku untuk menjadi seorang yang hebat..

Kau melatihku menjadi anak yang kuat

Kuat fisik,hati,dan pikiran

Derajatmu memang tidak setinggi derajat ibu..

Namun, tekad besarmu yang membuatku mengerti arti sebuah pengorbanan..

Pengorbanan yang tak bisa terlupakan..

(Baca juga : Berjuta Kasih Sayang Ayah) read more

Kenangan Kawan Masa Kecil

Kenangan Kawan Masa Kecil

Kenangan Kawan Masa Kecil

Kenangan Kawan Masa Kecil

Dikirim oleh : Dita Rohmatul Ilmi

Instagram : @ditarohmaa

Kawan masa kecilku…

Kalian dulu alasan senyumku

Keluarga keduaku

Pembuat rasa nyamanku

(Baca juga : Selalu Ingat Canda Tawa Sahabaku)

Pagi siang sore malam tidak ada kata henti tuk bermain

Petak umpet mainan favorit kita

Lompat tali yang kedua

Tak ada kata letih tuk bermain

(Baca juga artikel lain pada : Berhenti Berharap Pada Yang Tak Peduli)

Sampai orang tua menjemput dan memarahi kita

Tapi kita tak pernah bosan melakukannya read more

Tumbuh Tanpa Melihat Masa Lalu

Tumbuh Tanpa Melihat Masa Lalu

Tumbuh Tanpa Melihat Masa Lalu

Tumbuh Tanpa Melihat Masa Lalu

Dikirim oleh : Theresia Feby A.

Instagram : @theresiafebya

Ibu lihatlah putramu sudah besar

Dia adalah putra sang fajar

Putra yang bisa membangun bangsa

Dari yang biasa dia menjadi sempurna

(Baca juga : Jasa Ibu Sepanjang Hayat)

Dia yang paling luar biasa diantara yang biasa

Yang tersenyum dan berani menatap matahari

Bagaikan bunga yang dihangatkan mentari

Serta embun yang dihilangkan kelembapannya oleh mentari

(Baca juga artikel lain pada : Meminta dan Memberi Petunjuk Arah) read more

Ibu Abaikan Kelelahan Untuk Masa Depan Anak

Ibu Abaikan Kelelahan Untuk Masa Depan Anak

Ibu Abaikan Kelelahan Untuk Masa Depan Anak

Ibu Abaikan Kelelahan Untuk Masa Depan Anak

Dikirim oleh:  Rena Amalya

e-mail           : [email protected]

Ibu Abaikan Kelelahan Untuk Masa Depan Anak

Ibu…

Engkau kerahkan seluruh tenagamu

untuk kebahagiaan anakmu….

Engkau luangkan seluruh waktumu

untuk masa depan anakmu…

(Baca juga : Tangisan air Mata Bunda)

Ibu…

Ku terdiam

Ketika melihatmu menangis ditengah keheningan malam…

Ibu…

Ku terdiam

Melihatmu duduk kelelahan di sudut kamar…

Ibu…

Betapa bodohnya aku

Bila aku tak menghiraukanmu… read more