Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Berjalan Menyongsong Masa Depan

Dikirim oleh : Indi Ariatin Nisviah

Facebook : indii park

Angin berlalu begitu cepat

Hembusan angin mengubah semua

Putih merah telah berlalu

Menyambut putih biru

(Baca juga : Siap Menjadi Pendamping Calon Imamku)

Si kecil telah jadi remaja

Mulai berlari berlawanan

Mengenal senyum dengan hati

Kini hati itu mulai tergantikan

Abu adalah pribadinya

Dengan sikap ragu dan bimbang

Dengan dasar putih sejak awal

Kini bukan remaja tapi dewasa

(Baca juga artikel lain pada : Menyentuh Langit Senja Melalui Sujud) read more

Malam Sunyi Membawa Mimpi Indah

Malam Sunyi Membawa Mimpi Indah

Malam Sunyi Membawa Mimpi Indah

Malam Sunyi Membawa Mimpi Indah

Dikirim oleh : Adelia Ananda

Malam…

Senja mulai beranjak pergi

Hari pun sudah mulai gelap

Diatas langit tampak gemerlap cahaya

Rembulan yang indah hendak menyapa ku

Bulan dan bintang yang menjadi penerang nya

(Baca juga : Mengarungi Langit Menggapai Bintang)

Malam…

Datang dengan angin yang kencang

Menerpa pepohonan

Yang meruntuhkan dedaunan

Dengan segala hembusan

(Baca juga artikel lain pada : Kamus Ungkapan Cewek)

Malam…

Di kala waktu gelap dalam kesunyian

Dengan udara yang begitu segar read more

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Dikirim oleh : Desy Amelya Putri

      Terbangun dari mimpi malamku yang menceritakan betapa merindunya aku dari semua kehangatan. Secangkir kopi disudut pagi ini. Mengingatkan pada hangatnya kasih .secerah kebersamaan yang kini entah kemana. Entah disapu oleh angin. (Baca juga : Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah)

      Atau diterbangkan oleh sang merpati. Mungkin aku berfikir bahwa aku akan sangat membenci kehadiran pagi ini dan pagi pagi berikutnya, aku akan membenci adanya hari ini dan sangat membenci harus menjalani hari hari berikutnya, sendiri tepatnya. Sendiri, mungkin tak aneh dengan kata itu jika diibaratkan hanya tanpa kekasih saja. Tapi perlu kau tau bahwa yang kumaksud ini benar benar sendiri, sungguh sungguh sendiri, yaa sendiri. Sendiri, tanpa kekasih, atau pun orang tua bahkan kakak saja tidak mungkin. Pasti takkan asing lagi, kau kira ini seperti sinetron? Hahaha cukup berkhayalmu. Ini benar benar terjadi. (Baca juga artikel lain pada : Menanyakan dan Menunjukkan Waktu) read more

Cinta Pertama Seperti Ilusi

Cinta Pertama Seperti Ilusi

Cinta Pertama Seperti Ilusi

Dikirim oleh : Anjang Dwi

InstaGram : @anjangdwi8757

Siapakah dirimu?

Mengapa aku memiliki perasaan ini?

Perasaan yang tak biasa       

Begitu indah kurasakan

Tapi tak pernah menjadi nyata

(Baca juga : Sampikan Rasa Cintaku Padanya)

Sampai kapan aku seperti ini

Cinta ini terlalu berat

Membuatku berandai-andai

Bertemu dengan bintang indah

Dan berharap dapat melihat sinarnya

(Baca juga artikel lain pada : Gelisah Menanti Hari Esok)

Kau seperti ilusi

Ilusi yang kuciptakan sendiri

Tak wajar, ya aku tau

Namun inilah kenyataannya read more

Terangi Mimpi Bagai Mentari

Terangi Mimpi Bagai Mentari

Terangi Mimpi Bagai Mentari

Terangi Mimpi Bagai Mentari

Dikirim oleh : Fisqiyyah Azaliyyah Rahma

InstaGram : @fisqiyazhraa

Guru

Oh guruku…

Kau korbankan waktu demi bangsa

Demi anak didik kau beri nasihat

Kau tebarkan ilmu yang bermanfaat

Kau senyum memberikan semangat

(Baca juga : Ibu Wanita Paling Mulia)

Jasa mulia dari kamu tak pernah ku lupa

Kau bagaikan pelita di malam gelap

Terangi mimpi bagai mentari

Kau telah menjadikan seseorang

Menjadi cerdas dan berkarakter

(Baca juga artikel lain pada : Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam) read more

Kenangan Indah Masa Lalu

Kenangan Indah Masa Lalu

Kenangan Indah Masa Lalu

Dikirim oleh : Firman Dwi Prasetyo

Kenangan Indah Masa Lalu

Begitu indah kenangan masa lalu

Suka dan duka menjadi pengiring disetiap langkah

Tertawa kesana kemari

Indahnya kenangan itu

Berjalan bersama diteriknya panas matahari

Bergandeng tangan

Tapi itu dulu

(Baca juga : Air Mata Karena Janji Yang Dikhianati)

Kenangan…

Kuingin kau menjadi saksi bisu semua hal indah yang kujalani bersamanya

Kuingin kau selalu berada dalam ingatannya

Kuingin kau selalu berada dalam pikirannya

Menyelinap dalam mimpi indahnya

Kau sungguh indah jika dikenang read more

Mengejar Mimpi indah

Mengejar Mimpi indah

Mengejar Mimpi indah

Dikirim oleh : Oktafina Dini Kamila

e-mail : [email protected]

Mengejar Mimpi indah

Sebuah mimpi yang tercipta dari ilusi yang sangat indah

Imajinasi yang terlalu indah

Didalam mimpi semua bisa kudapatkan

Kuterus mengejar hal indah yang tidak bisa kudapatkan di kehidupan nyata (Baca juga : Ungkapan Indah karena Cinta)

Aku tak ingin hanya mimpi

Kuingin ini menjadi nyata

Aku tak ingin membungkus hari-hari ku dengan mimpi-mimpi indah yang sangat sulit kudapatkan

Jika aku terus bermimpi aku takut semua mimpi-mimpiku hanya membuatku kecewa read more

Mimpi Indah yang hanya Menyapa

Mimpi Indah yang hanya Menyapa

Mimpi Indah yang hanya Menyapa

Di kirim oleh : Nur afifah fauziah

Mimpi indah yang hanya menyapa

Paras tampanmu…

Membuat semua wanita tergila-gila padamu..

Tatapan tajammu…

Membuatmu menyihir semua wanita yang melihatmu…

(Baca juga : Mimpi Bukan Sekedar Khayalan)

      Senyuman manismu…

      Membuat wanita mengharapkan dirimu… 

      Langkah tegapmu…

      Mengiringi cerita hari-hariku…

Mimpi indah itu…

Akhirnya menjadi kenyataan…

Hari-hariku bersamamu…

Bagaikan indahnya bintang di langit malam… read more

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

     “Eh gue pinjem buku pr loe dong!. Gue nggak bisa ngerjainnya, gue nyontek pr matematika loe ya?”, pinta Dendi pada Deana. “Gue nggak ngerti caranya. Loe nyontek punyanya si mata empat aja!. Nanti gue pinjem. Hehehehe”.

     “Loe nggak mau bantuin gue cari contekan malah minjem. Nggak boleh!”, bentaknya bercanda. (Baca juga : Indahnya sebuah Persahabatan)

     “Loe mah jahat Den. Awas loe!. Gue nggak mau ngomong sama loe lagi”, ambek Deana. read more