Perjalanan Panjang Hidup di Dunia

Perjalanan Panjang Hidup di Dunia

Perjalanan Panjang Hidup di Dunia

Perjalanan Panjang Hidup di Dunia

Dikirim oleh : Rina Agustin

Instagram : @rina.agustin.1232760

Sungguh besar rintangan

Yang kujalani di dunia

Sungguh banyak cobaan

Yang harus kujalani

Ketegaran hati adalah senjata

Untuk menghadapi dunia

Begitu banyak kejadian

Yang harus kita jalani

(Baca juga : Sandaran Terbaik Bagi Hati)

Kesabaran adalah pelindung

Untuk melindungi diri ini

Dari kejahatan dunia

Yang tak pernah berhenti

Begitu banyak rintangan

Dan cobaan di dunia

Inilah yang disebut

Perjalanan hidup di dunia ini read more

Persami Menyatu Dengan Alam

Persami Menyatu Dengan Alam

Persami Menyatu Dengan Alam

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Persami Menyatu Dengan Alam

     Untuk menjalani masa orientasi siswa, bu Kinta selaku pembina kesiswaan SMA 1 Kota selalu mengadakan program perkemahan Sabtu Minggu. Program ini diadakan dengan tujuan agar seluruh murid-muridnya memiliki sifat yang mandiri dan dapat menyatu dengan alam. Kegiatan ini telah berjalan kurang lebih selama 13 tahun. Dan tahun ini akan menjadi tahun yang ke empat belas kalinya acara ini diadakan. (Baca juga : Makna Mendalam Dibalik Persahabatan) read more

Harapan Dan Doa Vea Marisya

Harapan Dan Doa Vea Marisya

Harapan Dan Doa Vea Marisya

Dikirim oleh : Narendra Dini

Instagram : @narendradinni

Harapan Dan Doa Vea Marisya

      Pagi hari yang cerah penuh kalbu disertai terikan sinar matahari yang tak begitu terang menyelimuti sebuah desa kecil di kaki gunung. Seorang anak yang bernama Vea terbangun dari tidur serta terbebas dari mimpi yang telah lalu. Doa disetiap pagi yang selalu mengiringi langkah awalnya tuk memulai hari dan lembar kehidupan baru serta senantiasa terbangun setiap saat dan menikmati hari demi hari yang lebih baik. (Baca juga : Asal mula aku memanggil dia Tower dan Cungkring) read more

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

Dikirim oleh : Eka Wahyu Islamia

Email : [email protected]

Ku Lewati Rembulan Demi Matahari

      Disuatu desa  terpencil tinggalah seorang gadis cantik Yang  bernama fathia. Dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayah Fathia berkerja sebagai seorang pemulung dan ibu fathia berkerja sebagai penjual cancimen dijalan. Meskipun begitu Fathia tidak pernah marah ataupun mengeluh karna keadaan keluargaanya. (Baca juga : Amanda famous)

       Berawal dari suatu pagi dimana Fathia berangkat ke sekolah dengan mengambil tas kreseknya Fathia pun berangkat . sesampainya di sekolah Fathia pun dikejutkan dengan panggilan kepala sekolah untuk menemuinya di ruangannya . Fathia pun bergegas menemui pak kepala sekolah . Fathia pun bertanya  “ Ada apa bapak memanggil saya kemari ? apa saya membuat salah “  Bapak kepala sekolah pun menjawab “ Maaf Fathia dengan berat saya mengatakan kamu tidak bisa sekolah disini lagi , karena kamu belum membayar tagihan sekolah sampai saat ini , padahal kamu adalah murid yang pandai dan sopan “ . Fathia “ Apa tidak bisa saya untuk mencicil pak ? “ . kepala sekolah “ Tidak bisa nak ini sudah peraturan sekolah “. Fathia “ Ya sudah pak…..saya minta maaf , saya pamit dulu ya pak  ‘assalammualaikum’ “ . Dengan wajah sedih Fathia pun pulang . Ditengah perjalannan dirinya bertemu dengan teman-temannya , teman-teman Fathia bertanya “ hai Fathia kenapa kamu pulang…apa kamu dikeluarkan dari sekolah karna tidak sanggup membayar? “ dan beberapa temanya pun juga bertanya “ sudah deh ! kamu gak usah susah payah untuk mencari uang buat sekolah kamu tidak akan bisa menjadi sarjanah , jangankan sarjanah lulus SMA kamu putus sekolah kodrat kamu itu seorang pemulung tidak akan pernah bisa untuk sekolah sampai lulus “ . Fathia pun terdiam mendenggar ucapan teman-temannya itu dan pergi meninggalkan mereka disana . read more

Selamat Malam New York

Selamat Malam New York

Selamat Malam New York

Selamat Malam New York

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Selamat Malam New York

     Setiap bangun tidur, kata pertama yang Ali katakan adalah “Selamat Malam New York”. Dari usianya empat tahun, ia sangat ingin mengunjungi salah satu kota di negeri Paman Sam itu. Namun apalah daya, ibu dan ayahnya hanyalah seorang pemulung yang setiap hari membanting tulang hanya untuk mencari makan. Bahkan terkadang uang untuk makan saja tak cukup, apalagi untuk biaya ke New York.

     Ali mengenal New York dari Dimas, teman sekolahnya dulu saat ia masih tk. Setelah lulus, ia tak pernah bertemu lagi dengan Dimas karena ia harus putus sekolah demi membantu orang tuanya mencari uang. Namun bayangan foto keindahan kota New York yang Dimas tunjukkan saat itu masih melekat dalam otaknya dan semakin hari semakin mengganggu pikirannya. (Baca juga : Ketika Iman Tergadaikan) read more