Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Sekedar Mimpi Tanpa Kenyataan

Dikirim oleh : Desy Amelya Putri

      Terbangun dari mimpi malamku yang menceritakan betapa merindunya aku dari semua kehangatan. Secangkir kopi disudut pagi ini. Mengingatkan pada hangatnya kasih .secerah kebersamaan yang kini entah kemana. Entah disapu oleh angin. (Baca juga : Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah)

      Atau diterbangkan oleh sang merpati. Mungkin aku berfikir bahwa aku akan sangat membenci kehadiran pagi ini dan pagi pagi berikutnya, aku akan membenci adanya hari ini dan sangat membenci harus menjalani hari hari berikutnya, sendiri tepatnya. Sendiri, mungkin tak aneh dengan kata itu jika diibaratkan hanya tanpa kekasih saja. Tapi perlu kau tau bahwa yang kumaksud ini benar benar sendiri, sungguh sungguh sendiri, yaa sendiri. Sendiri, tanpa kekasih, atau pun orang tua bahkan kakak saja tidak mungkin. Pasti takkan asing lagi, kau kira ini seperti sinetron? Hahaha cukup berkhayalmu. Ini benar benar terjadi. (Baca juga artikel lain pada : Menanyakan dan Menunjukkan Waktu) read more

Teman Lebih Dari Sekedar Mantan

Teman Lebih Dari Sekedar Mantan

Teman Lebih Dari Sekedar Mantan

Teman Lebih Dari Sekedar Mantan

Dikirim oleh : Fita Yulia R

Wattpad : @fiyrahm_19

      Terlihat seorang pria sedang mengendarai motornya dengan seorang gadis yang berada dibelakangnya. Pria itu bernama Ray dan gadis yang ia bonceng adalah Shila. Mereka akan berangkat menuju sekolahnya. Mereka bersekolah di SMA yang sama. Teman-teman mereka sering mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih, padahal masih belum ada kejelasan tentang status hubungan mereka. (Baca juga : Leave My Heart In Lebanon Seri 4) read more

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

Dikirim oleh : Amanda Avilia

Instagram : @mandalie76

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

     “Eh gue pinjem buku pr loe dong!. Gue nggak bisa ngerjainnya, gue nyontek pr matematika loe ya?”, pinta Dendi pada Deana. “Gue nggak ngerti caranya. Loe nyontek punyanya si mata empat aja!. Nanti gue pinjem. Hehehehe”.

     “Loe nggak mau bantuin gue cari contekan malah minjem. Nggak boleh!”, bentaknya bercanda. (Baca juga : Indahnya sebuah Persahabatan)

     “Loe mah jahat Den. Awas loe!. Gue nggak mau ngomong sama loe lagi”, ambek Deana. read more