Tetes Air Mata Ibu Tanda Kasih Sayang

Tetes Air Mata Ibu Tanda Kasih Sayang

Tetes Air Mata Ibu Tanda Kasih Sayang

Tetes Air Mata Ibu Tanda Kasih Sayang

Dikirim oleh : Hani Nur Aizah

Wanita yang sangat mulia

Wanita yang sangat berjasa

Wanita yang cantik luar dalam

Dia rela mengorbankan segalanya

Bahkan nyawanya sekalipun

Ia relakan…

Demi kebahagiaan anaknya

(Baca juga artikel lain pada : Ibu Mengajarkan Keikhlasan dan Kesederhanaan)

Dia tak pernah letih

Dalam membimbing anaknya

Dia tak pernah minta balasan

Tapi dia punya impian

Menjadikan anaknya

Sebagai insan yang berguna

Tapi lihat balasannya…

Anak yang dikasih sayangi read more

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Dikirim oleh : Nara Belva

Instagram : @narabelva

Tetesan Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

      Tiga tahun lalu kejadian ini membuatku tidak ada semangat untuk hidup. Kejadian ini berawal pada tanggal 6 Agustus 2014.Pada saat itu aku mendapat kabar bahwa ayahku masuk rumah sakit dikarenakan beliau memiliki penyakit paru-paru. Sejak adanya pemberitahuan itu, tiap kali sholat aku panjatkan sebuah doa agar ayahku bisa sembuh seperti dulu. (Baca juga : Bidadari berhijab milikku)

      Hari demi hari ku lalui tanpa kehadiran seorang ayah.Hingga pada tanggal 9 Agustus 2017 aku mendapat kabar, bahwa ayahku tiada. Pada saat itu juga aku langsung lemas dan terus saja menangis tiada henti. Aku juga tak percaya jika ayah pergi meninggalkanku begitu cepat. Aku tidak mau kehilangan ayah secepat ini. Aku tidak mau ayah pergi. Ayahku adalah semangatku. Bagaimana mungkin aku hidup tanpa seorang ayah disisiku? Ayah memang orang yang paling dekat denganku. Aku memang anak kesayangan ayah, ayah selalu mengutamakan kebahagiaanku. Aku tidak ikhlas ayah meninggalkanku secepat ini. Aku terus menangis tak henti-hentinya. read more

Keringat dan Tetes Air Mata Ibu

Keringat dan Tetes Air Mata Ibu

Keringat dan Tetes Air Mata Ibu

Keringat dan Tetes Air Mata Ibu

Dikirim oleh : Via Amanda

Alamat : Kalimati

Ibu…

Kau bagaikan mentari yang menyinari hariku….

Senyummu selalu menjadi semangat hidupku…

Kau tak pernah lepas dari pikiranku….

Aku mencintaimu dan menyayangimu….

(Baca juga : Tumbuh Tanpa Melihat Masa Lalu)

       Hari hari berpacu dengan sang waktu…

       Tak mengenal letih dan lesu demi diriku…

       Suka dan duka menerpa silih berganti..

       Namun engkau tak pernah mengeluh padaku… read more