Tasbih Pengantar Hijrah

Tasbih Pengantar Hijrah

Tasbih Pengantar Hijrah

Dikirim oleh : Wendari Iga Susilo

Instagram : @wendariiga_

Tasbih Pengantar Hijrah

            Pagi yang cerah telah dirasakan oleh Zahra di waktu itu, betapa bahagianya dia yang akan berlibur dengan keluarga besar nya . Karena kebetulan waktu itu sedang liburan hari raya sehingga sebagian besar keluarganya libur menjalani akktivitas sekolah maupun pekerja .

            Di cerita ini Zahra merupakan anak yang awalnya sangat jauh dengan sang pencipta, begitu juga dengan ayah dan ibu nya . Zahra seorang anak mahasiswa yang kuliah di universitas yang bagus .  Ayah nya seorang pengusaha sukses yang bernama Pak Arman begitu juga dengan ibunya yang bernama Bu Azizah . Segala kebutuhan dan keinginan Zahra selalu terpenuhi . Zahra merupakan anak tunggal di keluarga kecil itu . Rumah megah, mobil mewah, dan uang yang banyak semuanya telah ia miliki . (Baca juga : Usaha Takkan Pernah Mengkhianati Hasil)

            Namun betapa malangnya keluarga kecil itu, mereka semua hanya saja memikirkan dunia yanng bersifat sementara, mereka tidak pernah memikirkan akhirat yang akan menjadi tempat tinggal abadi mereka . Mereka sibuk dengan segala aktivitas yang membuat mereka semakin kaya, membuat mereka semakin sukses, yang membuat mereka semakin mendapat jabatan tinggi . Tanpa mereka pikirkan sedikit pun bekal apa yang akan mereka bawa saat ajal menjemputnya kelak . 

            Pada suatu ketika, Zahra dengan ayah dan ibu nya mendapat tawaran dari tante nya yang merupakan adik kandung dari ibunya, dia bernama tante Annisa . Orangnya sangat sabar, ahli ibadah, cara berpakaian nya pun sangat berbeda dengan Zahra dan Bu Azizah . Tante Annisa yang selalu berpakaian tertutup yang menutupi seluruh aurat nya lain dengan Zahra dan ibunya yang selalu  berpakaian minim dan mengutamakan model yang bagus tanpa memikirkan aturan berpakaian yang benar bagi wanita menurut islam .

            Pada malam itu, Zahra, Pak Arman dan Bu Azizah berkumpul di ruang tamu . Hand phone Zahra berbunyi dan tertulis nama Tante Anisa . “ siapa Zahra ? “ tanya Pak Arman , “ Tante Annisa yah “ jawabnya, “ cepat angkat donk … ! “ seru ibu Zahra . Zahra mengangkat panggilan dari tante nya tersebut :

Tante Annisa       : “ Assalamualaikum Zahra … “

Zahra            : “ Waalaikumsalam tante… . Ada apa kok tumben telvon Zahra?

Tante Annisa    : “ Ini tante rencananya mau ngajak kamu sama ibu dan ayahmu liburan, mumpung lagi liburan panjang kan.. ?

Zahra               : “ Asyik… mau banget tante, ayah sama ibu juga lagi libur .  Segera beragkat deh… uda gak sabar inii . “

Tante Annisa    : “ Lusa kita berangkat yaa… nanti jam nya tante kabari lagi Lewat WA “

Zahra            : “ Siap tante … ! “

Tante Annisa       : “ Ya sudah kalok gitu Zahra, Assalamualaikum . “Zahra              : ” Waalaikumsalam tante “

            Zahra pun mengahiri perbincangannya dengan tante nya dan memberi tau ayah dan ibunya :

Zahra              : “ Yah bu… Lusa tante Annisa ngajak kita liburan niiih… “

Pak Arman        : “ Boleh juga … “

Bu Azizah       : “ Sama siapa aja asyik uh… kangen juga sama Annisa . “

            Hari pun berjalan cepat dan tiba waktu yang ditentukan untuk berlibur . Zahra mendapat WA dari Tante Annisa : “ Aku jemput kamu ke rumah jam 07 . 00 yaa… “ Zahra  pun membalas “ okee siap ku tunggu tan… “ .

            Zahra memberitahu ayah dan ibunya untuk segera siap – siap karena jam sudah menunjukkan pukul 05 . 15 . Setelah mereka semua siap dan menunggu Tante Annisa beserta suami dan anak nya . Anak Tante Annisa baru saja berumur 2 tahun bernama Azam . Tak lama kemuadian Tante Annisa datang, tanpa mempersilahkan tante nya untuk mampir dulu, Zahra langsung membawa semua barang bawaan keluar untuk dimasukkan di mobil Tante Annisa .

            Zahra pun berangkat  dengan senang bersama – sama dengan ayah, ibu, tante, om, dan sepupu nya yang masih balita itu  . Di mobil Pak Arman bertanya

     “Tujuannya kemana ini “ sudah nanti juga tau . Dan betapa terkejutnya Zahra dan orang tua nya ketika sampai tujuan ternyata bukan tempat wisata pantai atau pegunungan yang diharapkan melainkan  wisata religi . Ternyata mereka di ajak liburan oleh Tante Annisa mengunjungi salah satu makam tokoh islam yang terkenal . Raut muka Zahra pun seketika berubah menjadi cemberut . Namun, bagaiman lagi sudah sampai tempatnya . (Baca juga artikel lain pada : Makna Dibalik Ikhlas)

      Tiba – tiba Tante Annisa menepuk pundaknya dan bertanya “ Kamu kenapa tidak turun, kamu gak suka dengan tempat wisata religi seperti ini ?  apa kamu malu karena kamu tidak berjilbab ? “ Zahra menjawab  “Tempat wisata nya kurang asyik tante “ dengan sabar Tante Annissa menjawab “setelah kita mengunjungi tempat ini kita cari tempat wisata lain yang menarik ya, sudah sekarang kamu turun ya… “ .

      Zahra turun dari mobil dan merasa agak asing melihat orang yang lalu lalang memakai songkok, berpakaian muslimah, membawa Al’quran karena yang biasa ia lihat adalah orang yang berada di sebua cafe atau pun klub malam yag orang nya sangat liar layaknya tak beragama . Begitu juga dengan yang dirasakan Pak Arman dan Bu Azizah, mereka asing melihat orang yang bejejer di sekeliling mereka yang hanya menjual Al- Quran, songkok, mukenah, tasbih yang mereka nilai sangat beda dengan apa yang mereka liat sehari – hari yang berjalan jalan di mall, pakaian,sepatu,sandal,berbagai jenis makanan luar negeri, orang – orang sukses yang selalu memakai jas . Mereka bertiga hening melihat keadaan disekitar mereka .

     Om Ali istri dari tante Azizah pun berkata “ ayo kita jalan “ seketika suasana hening yang mereka rasakan hilang . Mereka berlima berjalan memasuki wisata tersebut . Namun, langkah Zahra tiba – tiba terhenti ketika sadar bahwa hanya dia dan ibunya lah yang merupakan wanita yang tidak berjilbab di tempat itu .

      Zahra berkata “ Disini hanya aku dan ibu yang tidak berhijab, mereka semua berhijab dan memakai baju sangat longgar, seperti baju yang kebesaran saja “ . Dengan tegas Tante Annisa menjawab “ Kalok Zahra dan mbak Azizah mau, saya kebetulan bawa jilbab 2 kalok bersedia silahkan kalian pakek . Zahra menilai semua orang disini aneh ya karena semuanya memakai hijab ? “ .

      Zahra menjawab “ Iya lah masak ke tempat wisata kok pakai pakaian gitu  “ .  Dengan tegas Tante Annisa menjawab “Justru kamu yang aneh, kamu islam tapi tidak menunjukkan identitas mu sebagai seorang muslimah “ . “ Maksud nya dek ? “ sahut Bu Azizah . Tante Anisa menjawab “ Mbak Azizah … Zahra…. . Kita semua islam, Kita semua muslim,  Dan sudah jelas perintah yang harus kita kerjakan adalah menutup aurat, dan bagi wanita berkewajiban menutup semua anggota tubuhnya kecuali telapak tangan dan wajah nya . Jadi mereka semua  justru orang – orang yanng patuh mereka tampak seperti memakai baju yang kebesaran, dan jilbab yang sangat panjang untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai umat islam “ .

      Om Ali pun angkat bicara “ sudah kita kasih penjelasan mereka nanti saja, sekarang pinjami mereka jilbab mu saja “ seru nya pada istrinya . Bu Azizah dan Zahra pun menuruti permintaan Om Ali untuk memakai hijab . Dan ketika mereka berhijab, Pak Arman kagum melihat istri dan anaknya tersebut . “ kalian sangat cantik memakai itu “ puji Pak Arman . Om Ali dan Tante Annisa hanya tersenyum mendengar pujian pak Arman .

      Mereka melanjutkan jalan mereka . Mereka melihat – lihat barang barang yang ada disekitar mereka . Dan betapa terkejutnya ketika pak Arman melihat sebuah etalase yang isinya puluhan tasbih yang dikelompakkan dari harga yang murah hingga mahal . Tiba – tiba Pak Arman menghampiri penjual tasbih itu . Om Ali pun mengikuti Pak Arman yang sepertinya penasaran melihat tasbih – tasbih itu .  “kalian duluan saja biar nanti saya sama Pak Arman nyusul kalian “ ucap Om Ali pada istrinya, Zahra dan Bu Azizah .

            Tiba di penjual tasbih tersebut Pak Arman mengamati tasbih – tasbih itu, Pak Arman bertanya pada penjual tasbih tersebut “ Beda nya apa pak tasbih ini rupa nya sama kok harga nya ada yang Rp 5000 ada yang Rp 300 . 000 . “ . “ Bahannya yang beda pak, ada yang dari plastik, monte macam – macam pak “ penjelasan dari penjual tasbih itu .

      Ternyata Pak Arman tertarik dengan warna tasbih yang berharga paling mahal di penjual tasbih itu yang bahannya terbuat asli dari kayu kaokka . Om Ali pun bingung melihat Pak Arman . Untuk apa Pak Arman ke penjual tasbih ini . Karena yang Ali tau Pak Arman tidak pernah shalat apalagi dzikir . Pak Arman hanya sibuk dengan perusahannya . Om Ali pun bertanya pada Pak arman “ Untuk apa pak membeli tasbih itu ? kan fungsi tasbih untuk dzikir ! “ dengan santai Pak Arman menjawab “ untuk hiasan di mobil saya “ .

      Om Ali langsung menghela nafas panjang dan merasa takut dengan apa yang di lakukan keluarga Pak Arman . Keluarga yang sangat haus akan siraman keagamaan . Pak Ali pun langsung membeli tasbih itu . Memang model dan warna nya sangat bagus dan menarik .

            Setelah membeli tasbih Om Ali dan Pak Arman melanjutkan perjalanan . “ Kemana Zahra dan lainnya ? “ tanya Pak Arman pada Ali . “ Mereka sudah duluan pak … . Pak Arman boleh saya bicara sebentar dengan anda . Kita bicara 4 mata saja . Kita tidak usah ikut mereka masuk nanti saya telvon istri saya biar saya kasih tau kalok kita tunggu di luar  “ ajak Om Ali .

      Pak Arman bingung dan penasaran hal apa yang sebenarnya ingin dibicarakan Ali kok terlihat seperti penting . “ Ya sudah mari kita bicara, disana ada tempat duduk yang teduh “ jawab pak Arman meng iya kan ajakan Ali . “ Mari pak… “ Sambung Alli .

       Sesampainya di tempat duduk yang teduh di bawah pohon yang besar ini pak Arman bertanya , “ Kenapa kamu mengajak saya bicara berdua seperti ini, ? hal apa yang ingin kamu sampaikan pada saya ? “ Ali menjawab dengan pelan pertanyaan  Pak Arman tersebut “ Gini pak… bukannya saya ikut camput urusan keluarga orang lain . Tapi bagaimanapun kita masih keluarga pak . Istri bapak kakak kandung istri saya . Pak… saya juga bukan orang yang sempurna di dunia ini begitupun dengan pak Arman, namun alangkah baiknya jika kita terus berusaha memperbaiki diri kita untuk menjadi orang yang mendekati sempurna ? “

      Ali belum selsai bicara, Pak Arman memotong pembicaraan Ali tersebut dengan berkata “ maksut nya apa sih ? namanya manusia ya gak ada yang sempurna donk Al . To the poin aja gapapa kok.. ! “ . Ali lega mendengar Pak Arman menyuruhnya bicara to the point itu dan langsung ia menjawab “ Jujur pak.. saya sedih dan takut melihat keluarga bapak yang sangat jauh dengan agama . Saya tidak pernah melihat sekali pun Pak Arman, anak Pak Arman dan istri Pak Arman mengerjakan shalat . Saya juga tidak pernah sekalipun menengar keluarga bapak melantunkan ayat suci Al – Quran . Dan saya juga tidak pernah menyaksikan keluarga bapak membagikan sedikit dari harta yang bapak miliki untuk bersedakah . Padahal semua itu kewajiban kita sebagai umat islam pak . Bahkan kita juga sering mendengar bahwa orang yang tak pernah shalat adalah seburuk buruknya umat dan rumah yang di dalamnya tidak pernah dibacakan ayat suci Al- quran itu sama saja kita tinggal di kuburan . Semua yang kita miliki di dunia ini hanya sementara pak … . Sadarlah.. ! . Mari kita sama – sama mendekatkan diri kita pak sang pencipta . karena ajal  datang tidak menunggu  kita taubat . ajal datang kapan saja tanpa kita ketahui pak… . “

      Mendengar itu Pak Arman hanya terdiam dan menitihkan air mata, dengan wajah yang penuh penyesalan dia bertanya pada Ali “ Lalu apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki kesalahan kesalaham saya selama ini, kelalaian – kelalaian saya selama ini, dan bagaimana cara agar anak dan istri saya menjadi seorang wanita sejati yang telah ditentukan oleh islam . “ .

      Ali menjawab “ Bertaubatlah pak,,, mulailah dengan Bismillah… . Mantapkan hati pak Arman untuk menjadi yang lebih baik . Niatkan semua yang Pak Arman lakukan di dunia ini hanyalah untuk ibadan dan karena Allah Ta’ala . Insyallah semua kesalahan dan kelalaian Pak Arman diampuni olehNya . Kerana Dia lah yang Maha Pengampun . Dan perintahkan anak dan istri bapak mengerjakan shalat juga, suruhlah mereka menutup aurat mereka kemanapun mereka pergi . suruh mereka hijrah pak.. . Sebelum datang ajal yang akan menjemput kita  . Kita persiapkan diri sebaik-baiknya . “ .

      Pak Arman terus menitihkan air mata dan sadar karena penjelasan yang di ungkapkan oleh Ali tersebut . Pak Arman terlihat sangat menyesal atas apa yang telah ia perbuat selama ini . Ali pun melanjutkan pembicaraannya dengan menatap wajah Pak Arman yang terus menitihkan air mata “ Benda yang Pak Arman bawa saat ini bisa menjadi media untuk pak Arman berhijrah . Teruslah berdzikir dengan tasbih itu pak… .Beristiqhfarlah kepada Allah ! . Tasbih itu kelak bisa menjadi saksi di akhirat nanti bahwa Pak Arman benar – benar bertaubat dan terus mendekatkan diri kepada Allah . Sadarlah pak… mobil mewah bapak, rumah megah bapak ketika ajal menjemput bapak kelak itu semua tidak akan bapak bawa . Tetap  saja bapak kembali ke liang lahat dengan hanya kain putih menutupi bapak . Justru jika bapak membagikan harta bapak walau hanya 500 rupiah untuk sedekah atau amal, pahala itu akan terus mengalir sampai bapak di akhirat kelak  . “         “ apakah saya belum terlambat untuk memperbaiki semuanya, ? . umur saya sudah 48 tahun anak saya sudah kuliah, namun tetap saja saya memikirkan kekayaan dunia . Saya menyesal Al.. “ ucap pak Arman pada Ali yang penuh penyesalan . “ Belum pak… sebelum ajal datang tidak ada kata terlambat untuk semua orang yang mau memperbaiki kesalahan nya terdahulu . Tidak ada orang baik yang tidak memiliki masa lalu dan tidak ada pula orang buruk yang tidak memillki masa depan . “ jelas Ali .   “ Insyallah saya akan menjadikan benda ini menjadi Tasbih Pengantar Hijrah ku “ Ucap Pak Arman dengan penuh kemantapan.

      Mendengar itu Ali sangat bahagia dan mengucapkan “Alhamdillilah” dengan mengangkat kedua tanggannya membasuh muka nya . Ali pun memberitahu pada Pak Arman “ kalok pak Arman ingin tanya sesuatu tentang hal – hal yang bersangkutan dengan hijrah bapak dan ajakan bapak pada anak dan istri bapak untuk bertaubat . Saya siap pak… insyallah saya bisa membantu bapak . “  ujar  Ali . “ Terimakasih Ali… Terimakasih… Kamu sudah menyadarkan saya dari mimpi selama ini . Saya sekarang sadar bahhwa selama ini saya hanya masuk di dunia mimpi . Kehidupan saya sesungguhnya yang kekal abadi hanya di akhirat nanti . Terimakasih ali… “ .

        Lama berbincang mereka berdua melihat Zahra, beserta ibu dan tantenya berjalan menghampiri mereka . Betapa terkejutnya Zahra, Bu Azizah dan Tante Annisa melihat Pak Arman yang menangis . Dengan spontan mereka bertiga bertanya “ Ada apa ini ? “ “ Kenapa ayah menangis ? “ sahut Zahra . Lalu Om Ali menjelaskan apa yang terjadi dan menyampaikan juga kepada Tante Annisa, Zahra dan Bu  Azizah bahwa Pak Arman akan segera hijrah menjadi manusia yang lebih baik . Zahra, Bu Azizah dan Tante Annisa sangat bingung, akhirnya Om Ali menceritakan kepada mereka dari awal ketika Pak Ali membeli tasbih mahal yang hanya digunakan untuk hiasan mobil lalu Om Ali mengajak Pak Arman berbicara dan Om Ali menasihati Pak Arman tentang apa yang Pak Arman lakukan selama ini, Yang sangat jauh dengan sang pencipta dan selalu memikirkan dunia . “Alhamdullilah akhirnya Pak Arman bisa menerima nasehat saya dan insyallah mulai sekarang pak Arman akan berhijrah “ .

      Mendengar itu Tante Annisa langsung mengucap “ Alhamdullilah “ dan melanjutkan dengan berkata “ Lalu bagaiman dengan Mbak Azizah dan Zahra, Kan sikap dan perilakku mereka masih tanggung jawab Pak Arman, Dan kelak di akhirat yang akan di mintai tanggung jawab atas semua yang dilakukan Zahra selama di dunia juga Pak Arman . Jadi menurut ku Sebaiknya Mbak Azizah, Zahra, dan Pak Arman mari berhijrah bersama – sama . Untuk membangun keluarga yang bahagia dan mempersiapkan kehidupan kita kelak di akhirat nanti  “  . 

      Rencana yang awalnya ingin senang – senang untuk berlibur menjadi situasi yang penuh dengan penyesalan karena kesadaran keluarga Pak Arman . Namun Om Ali dan Tante Zahra sangat senang karena melihat Pak Arman yang ingin segera memperbaiki dirinya . Tiba – tiba Bu Azizah berkata kepada Tante Annisa “ Annisa… Mau kah kamu mengajari saya menjadi manusia yang lebih baik ?  agar saya tidak menjadi orang yang rugi kelak di akhirat karena kehidupan saya di dunia yang hanya memikirkan bisnis dan kekayaan saya “       “ Ajari Zahra juga tante, Zahra menyesal karena hingga sampai Zahra sebesar ini Zahra merasa belum mempunyai bekal sama sekali untuk Zahra bawa ke akhirat nanti “ sahut Zahra dengan wajah penuh penyesalan dan menitihkan air mata . “ Dengan senang hati aku bersedia mengajari dan mendampingi kalian untuk berhijrah menjadi manusia yang lebih baik, Mulailah dengan menutup aurat dan kerjakan shalat sesegera mungkin ketika sudah watunya, Jangan pernah menunda – nunda shalat ! “  jawab Tante Annisa . Zahra dan Bu Azizah berkata “ Insyaallah kami siap melakukan semua itu “ .

         Selepas kejadian itu, Om Ali mengajak semua kembali ke mobil, dan saat mereka jalan menuju  mobil . Pak Ali meihat pengemis yang duduk di bawah tanpa kursi, dengan reflek Pak Ali langsung mengambil dompet yang ada di saku celananya dan memberikan sebagian dari uang yang dimiliki pak Arman kepada pengemis itu . Melihat itu Tante Annisa dan Om Ali sangat kagum dan senang lalu Om Ali berkata kepada istrinya “ Pak Arman sepertinya sudah benar – benar ingin menjadi ,manusia yang lebih baik “ Tante Annisa pun menjawab “ Alhamdullilah mas.. semoga Allah mengampuni segala kesalahan – kesalahan Keluarga Pak Arman di masa lalu begitu juga dengan kesalahan – kesalahan kita semoga Allah mengampuni itu semua . “   

        Sesampainya di  mobil Zahra terlihat masih seperti anak yang sedang dalam penyesalan . Kepalanya ditempelkan pada kaca mobil  dan pandangan matanya mengarah ke luar . Seperti sedang memikirkan sesuatu . Begitu pun dengan Bu Azizah yang seperti dalam keresahan karena sadar akan perilakunya selama  ini .  Tiba – tiba dia berkata pada adiknya “ Annisa … jika kamu ada waktu maukah kamu menemani saya membeli pakaian pakaian yang bisa menutupi aurat saya dan anak saya ? “ pintanya dengan  lembut . “ Pasti saya mau mbak… Kaoan pun saya mau, dan kalok bisa secepatnya sebelum mbak dan Zahra terlambat ! “  jawab tante Annisa, “ terimakasih tante … “ sahut Zahra .

       Sambil menyetir Om Ali menanyakan kemana tujuan yang akan mereka kunjungi setlah ini, ternyata Pak Arman menyahut “ sebaiknya kita pulang saja, liburan masih panjang, kita bisa liburan lagi dengan momen yang lebih bahagia dari hari ini, “ Om Ali pun menyetujui permintaan Pak Arman . Mereka semua perjalanan pulang menuju rumah Zahra . Sesampainya di rumah Zahra, Bu Azizah mengatakan kepada Ali dan Annisa “ terimakasih banyak kalian sudah menyadarkan kami “ . “ Sama sama mbak… “ jawab Ali dan Annisa  .  Om Ali dan Tante Annisa tersebut pulang . Dan tinggalah Pak Arman, Bu Azizah, dan Zahra . Mereka masuk rumah dan langsung duduk di ruang tamu . Mereka bertiga duduk dan menghadap ke atap rumah nya, mereka merenung dan akhirnya mereka bertiga sepakat :

       Pak Arman         : “ Zahra … Azizah… . Kalian adalah anak dan istri ku satu-satunya, terutama Zahra… hanya kamu kelak yang bisa menolong ibu dan ayah untuk masuk di surga Allah… , jadilah anak yang sholeh ya naak… Jangan tinggalkan shalat ! Jangan tiru ayah       sama ibu naak… “

      Bu Azizah        : “ Benar Zahra… kamu harta berharga yang kami punya.  Mulai sekarang jadilah anak perempuan yang baik menurut   Agama kita . Mari hijrah bersama naak… Mari kita tutup aurat                Kita.. Kasian ayah.. karena ayah yang akan menannggung itu                 Semua “

      Zahra           : “ Iya yah … buu… . Mulai sekarang   Zahra janji akan kerjakanShalat, Zahra usahakan tidak akan meninggalkan shalat . Dan mulai sekarang Zahra tidak akan keluar rumah jika             Zahra tidak menggunakan pakaian yang tertutup “

      Bu Azizah        : “ Iya nak… ibu juga usahakan seperti itu . Mulai sekarang ibu akan berhijab dan ibu akan kerjakan shalat “

      Pak Amran     : “ Alhamdullilah …. Ayah senang sekali… Kita masih beruntungKita belum terlambat untuk memohon ampun kepada Allah . Tasbih yang ayah beli tadi akan ayah jadikan sebagai benda untuk saksi bahwa ayah benar – benar hijrah dan mohon           ampun pada Allah “

      Zahra : “ Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan Kekhilafan kita ya yaah… bu… “

      Setelah kejadian Om Ali mengajak bicara Pak Amran, ternyata Pak Amran benar – benar bertaubat, Begitu juga dengan Zahra dan Bu Azizah yang berjanji tidak akan meninggalkan shalat dan mengubah penampilannya menjadi berhijab . Keluarga Pak Amran pun kini menjadi keluarga yang senantiasa mengingat Allah . Kemana pun Zahra dan bu Azizah pergi mereka selalu terlihat berhijab . Sesibuk apapun Pak Amran dan Bu Azizah mengurusi perusahannya, mereka tidak pernah meninggalkan shalat . Dan mereka bertiga menjadi orang yang sangat gemar bersedekah . Mereka selalu berharap Allah akan mengampuni semua kesalahannya.

       Itulah postingan kisah inspiratif tentang Tasbih Pengantar Hijrah yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah inspiratif tentang Tasbih Pengantar Hijrah diatas. (Baca juga artikel lain dalam versi bahasa Inggris pada : Family Love is Blessing Life)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected] 

                                       

2 thoughts to “Tasbih Pengantar Hijrah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *