Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

Dikirim oleh : Nara Belva

Instagram : @narabelva

Tetesan Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah

      Tiga tahun lalu kejadian ini membuatku tidak ada semangat untuk hidup. Kejadian ini berawal pada tanggal 6 Agustus 2014.Pada saat itu aku mendapat kabar bahwa ayahku masuk rumah sakit dikarenakan beliau memiliki penyakit paru-paru. Sejak adanya pemberitahuan itu, tiap kali sholat aku panjatkan sebuah doa agar ayahku bisa sembuh seperti dulu. (Baca juga : Bidadari berhijab milikku)

      Hari demi hari ku lalui tanpa kehadiran seorang ayah.Hingga pada tanggal 9 Agustus 2017 aku mendapat kabar, bahwa ayahku tiada. Pada saat itu juga aku langsung lemas dan terus saja menangis tiada henti. Aku juga tak percaya jika ayah pergi meninggalkanku begitu cepat. Aku tidak mau kehilangan ayah secepat ini. Aku tidak mau ayah pergi. Ayahku adalah semangatku. Bagaimana mungkin aku hidup tanpa seorang ayah disisiku? Ayah memang orang yang paling dekat denganku. Aku memang anak kesayangan ayah, ayah selalu mengutamakan kebahagiaanku. Aku tidak ikhlas ayah meninggalkanku secepat ini. Aku terus menangis tak henti-hentinya.

      Tak lama kemudian, rumahku sesak dari gerumelan orang. Tetanggaku berkumpul di rumah. Tak lama pun ambulan bersama keluargaku, datang mengantarkan ayah ke rumah. Semua orang yang berada di rumahku sibuk. Ayah langsung di angkat ke dalam. Lalu apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya bisa menangis saat melihat ayahku di mandikan, aku hanya bisa menangis saat melihat ayahku di kain kafani, dan aku terus menangis saat melihat ayahku di makamkan. (baca juga cerita lain pada : Mutiara Kata Untuk Ibu Tercinta)

      Hari demi hari pun berganti.Aku menjalani hidup seperti tidak ada semangat, melamun terus, bahkan sampai aku tidak mau makan. Perasaan rindu selalu ada di benakku.

Ayah….

Aku rindu sekali sama ayah..

      Ayah, sudah ribuan bahkan jutaan air mata ini menetes menangisi kepergian ayah. Karena jujur yah, aku belum rela kalau ayah pergi meninggalkanku secepat ini. Aku masih membutuhkan kasih sayang dari orang tua yang lebih. Tapi aku? Aku tidak bisa mendapatkan itu semua.

Ayah…

      Aku sekarang sudah remaja, bahkan mau beranjak dewasa. Aku ingin hidup normal seperti remaja lainnya. Saat remaja lain berbahagia dengan ayahnya. Pernah ayah, ada suatu peristiwa, suatu hari di kelas, teman-teman bercerita tentang ayahnya. Ayah yang pernah membelikan ini itu, ayahnya yang pernah memberi kado saat ulang tahunnya, ayahnya yang selalu mengajak jalan-jalan setiap minggu, ayahnya yang selalu mencium pipinya saat akan pergi sekolah, ayahnya yang pinter memasak, ayahnya yang handal dalam bergurau, atau apapun. Mereka semua menceritakan kebaikan ayahnya masing-masing. Tetapi apa yang terjadi padaku? Aku hanya bisa diam membisu dan terkadang meneteskan air mata. (baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Persamaan Lingkaran)

      Tetapi, saat itu juga aku sadar. Aku sadar kalau Allah Maha Penyayang. Allah memberi kesempatan aku untuk melihat indahnya dunia. Walaupun tanpa seorang ayah. Dan aku berpikir, Mungkin ini cobaan untukku. Cobaan yang di berikan Allah, karena Allah tahu, aku kuat dan tegar menjalani cobaan ini.

Ayah…..

      Terimakasih, semasa ayah hidup, ayah sudah membuat aku bahagia, membuat aku tersenyum dan tertawa. Terimakasih untuk waktunya, terimakasih atas segalanya. Aku tidak akan pernah lupa tentang kenangan bersama ayah. Aku selalu sayang kepada ayah selamanya.

     Itulah postingan kisah curahan hati (curhat) yang berjudul Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah yang telah dikirim oleh salah seorang sahabat kita. Dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari curhat tentang Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah diatas. (Baca juga cerita pendek lainnya dalam versi Bahasa Inggris pada : Farmer of Watermelon)

Kirimkan tulisan kalian yang lain melalui e-mail ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *